• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Senin, 13 April, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

76 Tahun Menunggu, di Kabupaten Kelahiran Mantan Wapres RI Ini Empat Desa Butuh Jembatan

Dian Muhtadiah Hamna Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 September 2021
di Sulselbar, Topik Utama
Warga Desa Pasaka,  Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone belum mendapatkan layanan infrastruktur jembatan, Rabu (8/9/2021).

Warga Desa Pasaka, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone belum mendapatkan layanan infrastruktur jembatan, Rabu (8/9/2021).

 

BONE, PIJARNEWS.COM — Ribuan warga di empat desa di Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan membutuhkan jembatan penyeberangan. Panjang bentangan jembatan berkisar 35 meter.

Empat desa yang butuh akses jembatan tersebut yakni Desa Pasaka, Desa Lalepo, Desa Mattoanging, dan Desa Raja.

Salah seorang tokoh pemuda Desa Pasaka, Sofyan (42) mengatakan,  sejak Indonesia merdeka 76 tahun lalu, warga di empat desa tersebut belum mendapatkan layanan infrastruktur pembangunan jembatan. Padahal sejumlah pejabat pemerintah daerah dan anggota dewan, lanjut Sofyan, kerap berjanji untuk membangun jembatan tersebut.

“Kami sebagai putra daerah desa Pasaka berharap agar pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah daerah berkolaborasi membuatkan jembatan permanen. Sebab selama ini, jika hendak ke kampung halaman, harus melintasi sungai. Jika kondisi air naik akibat hujan di hulu sungai, maka harus menunggu air surut baru bisa melintas. Lagi pula ini merupakan akses warga menuju ke kota. Juga buat anak-anak bila hendak ke sekolah,” kata Sofyan yang kini menetap di Kota Parepare kepada Pijarnews.com, Rabu (8/9/2021).

Berita Terkait

41 OPD Pemkab Bone Studi Tiru di Pinrang

MTQ Sulsel ke XXXII, Gubernur Andi Sudirman Siapkan Juara I Raih Rp30 Juta

Alumni Magister Hukum Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini mengatakan, ada jalur yang bisa dilalui menuju ke empat desa tersebut. Tetapi lanjut, Sofyan, harus melingkar dan menempuh perjalanan puluhan kilometer. Kondisi jalannya juga sebagian rusak.

Lebih parah, ungkap Pengurus Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Samudera Nusantara (Sunan), Desa Lalepo tak ada akses ke jalan poros provinsi, tanpa harus melintasi Desa Pasaka.

Sofyan menceritakan, warga Desa Pasaka jika hendak mengakses  jalan propinsi, ada empat jalur dilintasi yaitu Desa Labuaja dengan dua sungai.

“Nah, salah satu sungai yang berada di desa Pasaka inilah tidak ada jembatannya. Sedangkan yang satu berada di desa Labuaja sudah ada jembatan daruratnya,” ujar Fyan sapaan akrab Sofyan.

Yang kedua, sambung Fyan, dari Desa Pasaka melintasi Desa Mattoanging dan Desa Nusa sudah ada jembatan permanennya, tapi jalanan masih pengerasan dan berlubang.

Sedangkan yang ketiga dari Desa Pasaka melintasi sungai tanpa jembatan ke Desa Bellu. “Ini baru sampai di jalan poros provinsi. Jalanannya sudah ada cor dan aspal serta jembatan permanen di desa Bellu tapi setelah masuk desa Pasaka jalanan rusak berat,” tambah Fyan.

Ia kembali melanjutkan, yang ke empat dari Desa Pasaka melintasi dua desa tanpa jembatan ke Desa Raja dan Desa Lemo.

“Tetapi jalanan pengerasan dan rusak berat karena berlubang. Jarak ini paling jauh sekira 10 kilometer hingga tiba di jalan provinsi,” kata Fyan.

Salah seorang tokoh masyarakat Desa Pasaka, Syamsuddin yang akrab disapa Puang Massa juga berharap pemerintah segera membangun jembatan.

“Semoga pemerintah bisa membuatkan jembatan sehingga akses masyarakat untuk menjual hasil bumi seperti gabah, jagung, ubi dan tanaman lainnya lebih mudah. Agar harganya juga bisa lebih bagus dari saat ini. Sekarang, harga gabah misalnya hanya Rp3.400 per kilogram, sebab akses jalan rusak dan tak ada jembatan. Sehingga harganya rendah. Padahal di kota kecamatan harga gabah lebih tinggi. Jadi bila musim hujan, kadang air sungai meluap sehingga warga harus melingkar melalui jalan lain. Jaraknya cukup jauh karena harus melintasi Kabupaten Sinjai,” kata Puang Massa kepada Pijarnews.com melalui telepon.

Puang Massa mengatakan, masyarakat telah lama mengusulkan pembangunan jembatan ke pemerintah, namun hingga kini belum terwujud. “Desa Pasaka ini merupakan salah satu Desa Tertua dan bersejarah di Bone. Utamanya di masa penjajahan. Sehingga selayaknya bisa menikmati pembangunan. Termasuk pembangunan jembatan,” ujar Puang Massa.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Bone, Askar berterima kasih atas informasi warga Desa Pasaka mengenai permintaan pembangunan jembatan. “Ok terima kasih atas infonya,” ujar Askar melalui pesan singkat kepada Pijarnews.com.

Hanya saja, saat Pijarnews.com menanyakan melalui pesan WhatsApp, apakah ada peluang pengerjaan jembatan menuju Desa Pasaka pada tahun 2022, Askar belum memberi jawaban.

Sekadar informasi, Kabupaten Bone merupakan salah satu wilayah Kabupaten terluas di Provinsi Sulawesi Selatan. Jumlah penduduknya mencapai 800 ribu jiwa. Mereka tersebar di 27 kecamatan dan 300 lebih desa.

Hebatnya, di Kabupaten Bone ini lahir tokoh bangsa seperti Mantan Wakil Presiden dua periode, HM Yusuf Kalla dan Mantan Menteri Pertanian RI, Amran Sulaiman. Bahkan, saat ini Plt Gubernur Sulsel, Sudirman Sulaiman merupakan putra kelahiran Bone. (*)

 

Penulis : Alfiansyah Anwar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna

Terkait: Pemkab Bone

TerkaitBerita

Muhammadiyah Terima Wakaf Tanah di Majene Senilai Rp 2 Miliar

Muhammadiyah Terima Wakaf Tanah di Majene Senilai Rp 2 Miliar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
7 April 2026

...

Pakar Hadis Tarbawi Hadir, Halalbihalal  Muhammadiyah Sulbar  Ungkap Sejarah Awal Persyarikatan di Mandar

Pakar Hadis Tarbawi Hadir, Halalbihalal Muhammadiyah Sulbar Ungkap Sejarah Awal Persyarikatan di Mandar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
7 April 2026

...

Hadiri Ramah Tamah IKA FKG Unhas, Wali Kota Parepare Dorong Kolaborasi

Editor: Muhammad Tohir
5 April 2026

...

Perkuat Pertahanan Kampus, BAKTI Komdigi Bekali Civitas UIN Alauddin Strategi Keamanan Siber

Perkuat Pertahanan Kampus, BAKTI Komdigi Bekali Civitas UIN Alauddin Strategi Keamanan Siber

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
4 April 2026

...

BeritaTerkini

Pastikan Kepatuhan WNA, Imigrasi Parepare Gelar Operasi Wirawaspada di Tator dan Pinrang

Pastikan Kepatuhan WNA, Imigrasi Parepare Gelar Operasi Wirawaspada di Tator dan Pinrang

Editor: Muhammad Tohir
13 April 2026

Kafilah Sidrap Siap Unjuk Kemampuan pada Ajang MTQ Provinsi di Maros

Editor: Muhammad Tohir
13 April 2026

Bupati Sidrap Hadiri HUT ke-66 Parepare, Wali Kota: Alako!

Editor: Muhammad Tohir
12 April 2026

Lautan Manusia di Jalan Sehat ‘Anti Mager’ Parepare, Tasming Hamid Puji Gubernur Sulsel

Lautan Manusia di Jalan Sehat ‘Anti Mager’ Parepare, Tasming Hamid Puji Gubernur Sulsel

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
12 April 2026

Membatasi Medsos Anak: Solusi Nyata atau Sekadar Tambal Sulam?

Membatasi Medsos Anak: Solusi Nyata atau Sekadar Tambal Sulam?

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
12 April 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan