PAREPARE, PIJARNEWS.COM — Warga di depan SMPN 2 Parepare mengeluhkan keberadaan Polisi tidur yang dinilai mengganggu. Keluhan tersebut juga bahkan ramai di media sosial.
“Efek polisi tidur yang ada di depan SMPN 2 Parepare tiap malam rumah goyang karena mobil truk besar melintas di jalan raya, getarannya astaghfirullah sekali!,” kata Angriani Andi Ga**** yang mengeluh di Medsos dikutip PijarNews.com, Jumat (28/2/20259.
Polisi tidur itu berada di Jalan Lahalede, Kelurahan Lakessi, Kecamatan Soreang, Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel). Warga merasa terganggu dan was-was akibat getaran yang ditimbulkan oleh polisi tidur.
“Harus mengadu kemana kita ini kasian, sedang kami yang daerah amat sangat terganggu dan was-was karena getarannya, sedangkan posisi rumah tetangga banyak yang bertingkat,” lanjut Angriani.
Menanggapi hal ini, Kasat Lantas Polres Parepare, AKP Muh Arsyad telah mendatangi lokasi polisi tidur tersebut bersama dengan pihak terkait.
“Tadi pagi kami datang di sana pukul 09.00 WITA, bersama Kadis Perhubungan dan pihak dari Kadis PU terkait aduan masyarakat,” kata Arsyad saat dihubungi PijarNews.com, Jumat malam (28/2).
Arsyad berjanji hal tersebut segera diperbaiki. Selain itu dikatakan Arsyad, jalan di sekitar pita kejut (polisi tidur) akan ditambal.
“Kami sudah sepakat dengan instansi terkait, yaitu Dinas Perhubungan dan Dinas PUPR untuk menghilangkan 3 pita kejutnya karena ada 5 pita kejut di lokasi itu,” jelas Arsyad.
“Semoga secepatnya juga dari dinas PU akan memperbaiki dan kebetulan di jalan Lahalede ada rusak, tadi pak kadis akan menambal jalan rusak sambil pita suara akan dihilangkan,” terangnya.
Lebih lanjut, Arsyad menjelaskan, speed trap atau pita kejut dipasang di lokasi tersebut karena mengacu dari kejadian kecelakaan lalu lintas yang biasa terjadi.
“Itu dipasang karena melihat dari beberapa kejadian kecelakaan lalu lintas yang terjadi disitu,” paparnya.
Dia juga menerangkan, getaran kendaraan yang melintas di jalan tersebut tidak akan terjadi jika pengendara berhati-hati.
“Kalau kendaraan disitu mungkin menyesuaikan kecepatannya, saya pikir tidak seribut itu sampai kedengaran radius 50 meter karena yang disitu biasanya katanya mobil-mobil kontainer yang kosong pada saat disitu pasti bunyi,” ujarnya.(*)
Reporter: Faizal Lupphy