PAREPARE, PIJARNEWS.COM – Program Studi Jurnalistik Islam IAIN Parepare bekerja sama dengan Pijarnews.com sukses menggelar Workshop Dakwah Digital Berbasis Jurnalistik Islam bertema “Berdaya, Berdakwah, Berdampak” di Ruang Cempaka, Hotel Kenari Kota Parepare, Sabtu (11/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 16.00 WITA ini menjadi wadah penguatan kapasitas generasi muda dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana dakwah yang kreatif, informatif, dan bertanggung jawab.
Peserta yang hadir usianya antara 16 tahun hingga 30 tahun. Mereka berasal dari sejumlah perguruan tinggi dan SLTA/ Sederajat seperti IAIN Parepare, UNM, UMPAR, STAI DDI Parepare, MAN 2, dan KOMIK.
Suasana diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian materi hingga kegiatan berakhir.
Workshop menghadirkan empat narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi media yang membahas berbagai aspek dakwah digital berbasis jurnalistik Islam.
Materi pertama disampaikan oleh Dr. Nirwan Wahyudi AR, M.Sos., dosen Program Studi KPI STAIN Majene, dengan tema “Dakwah Digital: Apa, Mengapa, dan Bagaimana?”. Ia menjelaskan bahwa transformasi digital telah mengubah cara masyarakat menerima pesan-pesan keagamaan.
“Media digital bukan lagi sekadar alat komunikasi, tetapi telah menjadi ruang dakwah yang sangat strategis. Karena itu, dai dan kreator konten harus mampu menghadirkan dakwah yang relevan, adaptif terhadap perkembangan teknologi, namun tetap berpijak pada nilai-nilai Al-Qur’an dan Sunnah,” ujarnya.
Selanjutnya, Dr. Alfiansyah Anwar, S.Ksi., M.H., Dosen Program Studi Jurnalistik Islam IAIN Parepare, membawakan materi “Prinsip-Prinsip Jurnalistik Islam dan Penerapannya dalam Dakwah Digital”. Ia menekankan bahwa dakwah di media digital tidak cukup hanya menarik secara visual, tetapi juga harus menjunjung tinggi etika jurnalistik Islam.
“Setiap muslim yang memproduksi dan menyebarkan informasi sejatinya memikul amanah. Karena itu, prinsip ṣidq (jujur), amanah, tabayun, keadilan, dan tanggung jawab harus menjadi fondasi dalam setiap konten dakwah agar mampu menghadirkan manfaat, bukan justru menimbulkan fitnah dan disinformasi,” jelas praktisi media ini.
Materi berikutnya disampaikan oleh Rahmat Anwar, S.Sos., Editor Pijarnews.com, mengenai “Produksi Poster dan Video Dakwah yang Menarik dan Berdampak”. Ia mengajak peserta memahami pentingnya kreativitas visual dalam menyampaikan pesan dakwah kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
“Konten yang baik adalah konten yang mampu menghentikan jempol pengguna media sosial. Desain visual, video singkat, dan narasi yang kuat akan membuat pesan dakwah lebih mudah diterima, dibagikan, dan memberikan dampak positif,” ungkapnya.
Sementara itu, Muhammad Tohir S.H.I., Wakil Pimpinan Redaksi Pijarnews.com, menutup sesi materi dengan pembahasan “Produksi Artikel Dakwah yang Informatif dan Inspiratif”. Menurutnya, tulisan dakwah harus mengedepankan akurasi sekaligus memberikan solusi bagi pembaca.
“Artikel dakwah bukan hanya menyampaikan dalil, tetapi juga menghadirkan pemahaman yang kontekstual, bahasa yang mudah dipahami, serta inspirasi yang mendorong pembaca mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Kegiatan ini ditutup oleh Pimpinan Redaksi Pijarnews.com, Dr Dian Muhtadiah Hamna melalui saluran video call karena berada di Kota Makassar.
Dosen Komunikasi Universitas Muhammadiyah Makassar ini memberikan nasihat kepada para peserta untuk terus membaca sehingga bisa memiliki kosakata yang banyak untuk menulis artikel dakwah. Ia juga menyampaikan pentingnya idealisme dan integritas dalam mengemban amanah sebagai jurnalis dan pengemban dakwah.
Sepanjang kegiatan, peserta tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga berdiskusi mengenai praktik penyusunan konten dakwah di berbagai platform digital. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi yang berlangsung pada setiap sesi. Salah satu peserta teraktif yakni Miftahul Khair, dari Komunitas Muslimah Intelektual (Komik).
Melalui workshop ini, tambah Alfiansyah, Program Studi Jurnalistik Islam IAIN Parepare bersama Pijarnews.com berharap lahir generasi kreator konten yang tidak hanya cakap memanfaatkan teknologi digital, tetapi juga memiliki integritas, literasi media, dan komitmen menyebarkan informasi yang benar serta dakwah Islam yang menyejukkan.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem dakwah digital yang profesional, sehingga media sosial dapat dimanfaatkan sebagai ruang edukasi, penyebaran nilai-nilai Islam, serta penguatan literasi masyarakat di era digital,” tutup Alfiansyah. (*)
Penulis : Tim Liputan Pijarnews.com










