PAREPARE, PIJARNEWS.COM — Puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi serta pelajar SMA/sederajat di Kota Parepare mengikuti Workshop Dakwah Digital Berbasis Jurnalistik Islam bertema “Berdaya, Berdakwah, Berdampak” di Hotel Kenari, Kota Parepare, Sabtu (11/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung sehari penuh itu berjalan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Mereka aktif mengikuti setiap sesi materi, berdiskusi, hingga mempraktikkan konsep dakwah melalui media digital yang kreatif, informatif, dan sesuai nilai-nilai jurnalistik Islam.
Empat narasumber hadir memberikan materi sesuai bidang keahlian masing-masing. Materi pertama disampaikan oleh Dr. Nirwan Wahyudi AR, M.Sos., dosen Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) STAIN Majene, dengan tema “Dakwah Digital: Apa, Mengapa, dan Bagaimana?”.
Materi kedua dibawakan oleh Dr. Alfiansyah Anwar, S.Ksi., M.H., dosen Program Studi Jurnalistik Islam IAIN Parepare, yang mengupas prinsip-prinsip jurnalistik Islam dan penerapannya dalam dakwah digital.
Selanjutnya, Rahmat Anwar, S.Sos., Editor Pijarnews.com, membawakan materi tentang produksi poster dan video dakwah yang menarik serta berdampak. Sementara Muhammad Tohir, S.H.I., Wakil Pemimpin Redaksi Pijarnews.com, memberikan materi mengenai teknik memproduksi artikel dakwah yang informatif, inspiratif, dan sesuai kaidah jurnalistik.
Ketua panitia Dr. Alfiansyah Anwar, mengatakan kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi Program Studi Jurnalistik Islam IAIN Parepare dengan media online Pijarnews.com melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Pemberdayaan Generasi Muda dalam Dakwah Digital Berbasis Jurnalistik Islam melalui Pijarnews.com“.
“Alhamdulillah kegiatan berjalan dengan lancar dan mendapat respons yang sangat baik dari para peserta,” ujarnya.
Menurut Alfiansyah, workshop ini bukan akhir dari rangkaian program. Para peserta akan mendapatkan pendampingan lanjutan agar mampu menghasilkan konten dakwah yang berkualitas dan konsisten. Selain itu, peserta juga akan difasilitasi membentuk komunitas dakwah digital sebagai wadah belajar, berkolaborasi, dan berkarya secara berkelanjutan.
Sementara itu, Dr. Nirwan Wahyudi AR menegaskan bahwa workshop tersebut bukanlah garis akhir, melainkan langkah awal untuk membangun gerakan dakwah digital di kalangan generasi muda.
Ia mengibaratkan kegiatan ini seperti adzan yang berfungsi sebagai panggilan. Setelah panggilan itu dikumandangkan, kata dia, yang terpenting adalah bagaimana setiap peserta benar-benar melangkah dan mengamalkan ilmu yang telah diperoleh.
“Kegiatan ini ibarat adzan. Adzan bukan tujuan akhirnya, tetapi panggilan untuk melaksanakan salat. Begitu pula workshop ini, bukan akhir dari proses, melainkan awal untuk bergerak, berkarya, dan berdakwah melalui media digital,” ujar Nirwan.
Ia berharap seluruh peserta tidak berhenti pada pelatihan semata, tetapi mampu memproduksi konten-konten dakwah yang mencerahkan, berlandaskan nilai-nilai Islam, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di ruang digital.










