• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan AI
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Topik Utama

Angkat Isu Parkir Liar dan Kearifan Lokal Sipakainge’, Sigap Team Unibos Lolos Pimnas ke-39 Tahun 2026

Editor: Tim Redaksi
20 Oktober 2026
di Topik Utama
SIGAP Team berhasil lolos ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-39 Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 2–7 November 2026 di Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang, Jawa Tengah

SIGAP Team berhasil lolos ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-39 Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 2–7 November 2026 di Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang, Jawa Tengah

MAKASSAR, PIJARNEWS.COM–Mahasiswa Universitas Bosowa (Unibos) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Melalui gagasan penelitian yang mengangkat persoalan parkir liar di Kota Makassar dengan pendekatan psikologi dan kearifan lokal Bugis-Makassar, SIGAP Team berhasil lolos ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-39 Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 2–7 November 2026 di Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang, Jawa Tengah.

Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian penting bagi mahasiswa Universitas Bosowa dalam mengembangkan inovasi penelitian yang berangkat dari persoalan nyata di tengah masyarakat. Melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), SIGAP Team menghadirkan gagasan yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan keilmuan, tetapi juga menawarkan perspektif baru dalam memahami perilaku masyarakat perkotaan.

Mengusung penelitian bertajuk “Urban Rectification: Revitalisasi Nilai Sipakainge’ dalam Praktik Parkir Liar untuk Mewujudkan Makassar Smart City melalui Pendekatan Theory of Planned Behavior”, tim ini berupaya mengkaji persoalan parkir liar dengan mengintegrasikan pendekatan psikologis dan nilai budaya lokal sebagai landasan untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi perilaku pengguna kendaraan.

SIGAP Team beranggotakan tiga mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Bosowa, yakni Muhammad Rifki Dwi Kurnia, Nur Faidah, dan Rana Reskia. Ketiganya mengembangkan penelitian yang menempatkan perilaku individu sebagai salah satu aspek penting dalam memahami persoalan ketertiban ruang publik di Kota Makassar.

BeritaTerkait

Wali Kota Parepare: Lulusan ITH Harus Berdampak bagi Masyarakat

Wali Kota Parepare: Lulusan ITH Harus Berdampak bagi Masyarakat

17 Oktober 2026
ICMI Parepare Bahas Bisnis Digital dan Pengkaderan Pemuda

ICMI Parepare Bahas Bisnis Digital dan Pengkaderan Pemuda

2 Oktober 2026
Masjid Al-Hijrah dan Rumah Tahfidz Muhammadiyah Akan Dibangun di Manisa, Butuhkan Anggaran Rp905 Juta

Masjid Al-Hijrah dan Rumah Tahfidz Muhammadiyah Akan Dibangun di Manisa, Butuhkan Anggaran Rp905 Juta

24 September 2026
Tasming Hamid Perintahkan Pengerukan Sungai Dipercepat, Kurangi Risiko Luapan Air ke Permukiman

Tasming Hamid Perintahkan Pengerukan Sungai Dipercepat, Kurangi Risiko Luapan Air ke Permukiman

10 Agustus 2026

Penelitian tersebut berangkat dari kondisi parkir liar yang masih menjadi tantangan dalam pengelolaan kawasan perkotaan. Seiring dengan meningkatnya jumlah kendaraan bermotor, kebutuhan terhadap fasilitas parkir yang memadai turut mengalami peningkatan, terutama di kawasan komersial dan pusat aktivitas masyarakat.

Berdasarkan data yang dihimpun dalam ringkasan penelitian tim, jumlah kendaraan bermotor di Kota Makassar mencapai sekitar dua juta unit pada tahun 2024. Pertumbuhan tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan ketersediaan fasilitas parkir yang memadai, sehingga turut memengaruhi munculnya praktik parkir tidak resmi di sejumlah kawasan perkotaan.

Persoalan tersebut juga tercermin dari upaya penertiban yang dilakukan pemerintah daerah. Mengacu pada data Dinas Perhubungan Kota Makassar yang digunakan dalam penelitian, sepanjang tahun 2025 tercatat 365 tindakan penertiban pada 50 titik parkir, meliputi pemberian surat pernyataan, penindakan tilang, hingga penggembokan kendaraan.

Kondisi ini menunjukkan bahwa parkir liar bukan sekadar persoalan pelanggaran aturan, tetapi juga berkaitan dengan kebiasaan masyarakat, pemanfaatan ruang publik, serta kesadaran individu dalam menjaga ketertiban bersama.

Selama ini, penanganan parkir liar cenderung berfokus pada pendekatan eksternal, seperti kebijakan penertiban, pengawasan, dan penegakan aturan. Namun, SIGAP Team mencoba melihat persoalan tersebut dari sudut pandang yang berbeda.

Melalui penelitian Urban Rectification, tim berupaya memahami faktor internal yang memengaruhi keputusan seseorang untuk melakukan parkir liar. Pendekatan ini menjadi penting karena perilaku individu tidak hanya dipengaruhi oleh keberadaan aturan, tetapi juga oleh sikap, norma sosial, serta persepsi terhadap kemudahan atau hambatan dalam melakukan suatu tindakan.

Untuk mengkaji hal tersebut, SIGAP Team menggunakan pendekatan Theory of Planned Behavior (TPB), sebuah teori psikologi yang menjelaskan hubungan antara niat dan perilaku individu.

Dalam teori tersebut, terdapat tiga komponen utama yang memengaruhi terbentuknya niat seseorang, yakni sikap terhadap perilaku (attitude toward behavior), norma subjektif (subjective norm), serta persepsi kontrol perilaku (perceived behavioral control).

Melalui pendekatan ini, penelitian diarahkan untuk memahami bagaimana pengguna kendaraan memandang praktik parkir liar, sejauh mana lingkungan sosial memengaruhi keputusan mereka, serta bagaimana persepsi terhadap situasi dan aturan turut membentuk perilaku tersebut.

Dengan demikian, penelitian tidak hanya menempatkan parkir liar sebagai persoalan yang perlu ditertibkan, tetapi juga sebagai perilaku sosial yang perlu dipahami penyebab dan proses terbentuknya.

Menariknya, SIGAP Team tidak berhenti pada pendekatan psikologis. Penelitian ini turut mengintegrasikan nilai Sipakainge’, salah satu kearifan lokal masyarakat Bugis-Makassar yang memiliki makna saling mengingatkan dalam kebaikan.

Dalam kehidupan masyarakat, Sipakainge’ mencerminkan nilai kepedulian, tanggung jawab sosial, serta kesadaran untuk saling mengingatkan agar setiap individu dapat bertindak sesuai dengan norma dan kepentingan bersama.

Nilai tersebut dipandang memiliki potensi untuk memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ketertiban ruang publik, termasuk dalam penggunaan fasilitas parkir.

Melalui revitalisasi Sipakainge’, SIGAP Team berupaya menelusuri bagaimana nilai budaya lokal dapat berperan dalam membentuk sikap dan norma sosial yang mendorong perilaku lebih tertib.

Pendekatan ini menghadirkan perspektif bahwa perubahan perilaku masyarakat tidak selalu harus bertumpu pada pemberian sanksi, tetapi juga dapat dikaji melalui penguatan kesadaran dan tanggung jawab sosial yang tumbuh dari nilai-nilai budaya.

Dalam konteks tersebut, istilah Urban Rectification digunakan untuk menggambarkan upaya perbaikan persoalan perkotaan dengan menempatkan perubahan perilaku sebagai bagian dari proses penataan ruang publik.

Gagasan ini memiliki keterkaitan dengan pengembangan konsep Makassar Smart City, khususnya pada aspek smart mobility yang berorientasi pada pengelolaan mobilitas masyarakat secara lebih efektif, tertib, dan berkelanjutan.

Pengembangan kota cerdas tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi maupun pembangunan infrastruktur, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat dalam membangun kebiasaan yang mendukung tata kelola perkotaan.

Melalui penelitian tersebut, SIGAP Team berupaya menunjukkan bahwa aspek psikologis dan budaya memiliki ruang kontribusi dalam memahami tantangan mobilitas perkotaan.

Integrasi antara Theory of Planned Behavior dan nilai Sipakainge’ menjadi salah satu unsur kebaruan penelitian yang dikembangkan oleh ketiga mahasiswa Psikologi Universitas Bosowa.

Pendekatan tersebut mempertemukan konsep psikologi perilaku dengan nilai budaya lokal yang telah lama hidup dalam masyarakat Bugis-Makassar, sehingga membuka ruang kajian mengenai hubungan antara kesadaran individu, pengaruh sosial, dan kepatuhan terhadap aturan.

Penelitian ini juga memiliki relevansi dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-11 mengenai kota dan permukiman yang berkelanjutan.

Selain itu, gagasan Urban Rectification sejalan dengan perhatian terhadap pelestarian nilai budaya dan penguatan pembangunan berbasis masyarakat, sebagaimana menjadi salah satu arah pengembangan inovasi dalam Program Kreativitas Mahasiswa.

Bagi Universitas Bosowa, keberhasilan SIGAP Team melaju ke PIMNAS ke-39 menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa dalam menghadirkan penelitian yang menghubungkan teori akademik dengan persoalan kehidupan sehari-hari.

Melalui pendekatan psikologi, mahasiswa didorong untuk tidak hanya memahami perilaku manusia dalam konteks individual, tetapi juga melihat bagaimana perilaku tersebut berkaitan dengan lingkungan sosial, budaya, dan kebijakan publik.

 

Penelitian mengenai parkir liar menjadi salah satu contoh bahwa persoalan yang terlihat sederhana dalam aktivitas perkotaan dapat memiliki dimensi yang kompleks ketika dikaji secara ilmiah.

Di balik kendaraan yang diparkir tidak pada tempatnya, terdapat berbagai faktor yang perlu dipahami, mulai dari kebiasaan pengguna jalan, persepsi terhadap aturan, pengaruh lingkungan, hingga nilai sosial yang berkembang dalam masyarakat.

Kemampuan mengidentifikasi dan mengkaji faktor-faktor tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan penelitian yang berorientasi pada pemahaman masalah secara lebih menyeluruh.

Keberhasilan SIGAP Team menembus PIMNAS ke-39 juga tidak terlepas dari proses akademik yang membutuhkan komitmen, ketekunan, dan kerja sama antaranggotanya.

 

Mulai dari mengidentifikasi persoalan, menelaah penelitian terdahulu, merumuskan kebaruan kajian, hingga mengembangkan pendekatan penelitian, setiap tahapan menjadi bagian dari pengalaman belajar yang memperkuat kemampuan mahasiswa dalam berpikir kritis dan sistematis.

Dalam perjalanan tersebut, dukungan dan pendampingan dosen pembimbing serta lingkungan akademik Universitas Bosowa turut menjadi bagian penting dalam mendorong pengembangan gagasan penelitian mahasiswa.

Bagi Muhammad Rifki Dwi Kurnia, Nur Faidah, dan Rana Reskia, keberhasilan melangkah ke PIMNAS menjadi kesempatan untuk membawa hasil kerja dan dedikasi mereka ke ruang akademik yang lebih luas.

Ajang PIMNAS ke-39 akan mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk mempresentasikan dan mempertanggungjawabkan hasil pengembangan karya ilmiah di hadapan tim penilai.

Momentum tersebut menjadi ruang bagi SIGAP Team untuk memperoleh pengalaman akademik, memperluas wawasan, serta memperkenalkan gagasan penelitian yang mengangkat persoalan Kota Makassar melalui pendekatan psikologi dan kearifan lokal.

Lebih dari sekadar kompetisi, keikutsertaan ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa mahasiswa dapat mengambil peran dalam memahami berbagai tantangan pembangunan melalui penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Dari Makassar menuju Semarang, SIGAP Team membawa semangat untuk memperkenalkan potensi nilai Sipakainge’ sebagai bagian dari kajian ilmiah mengenai perilaku masyarakat dan penataan ruang publik.

Keberhasilan ini sekaligus menjadi motivasi bagi mahasiswa Universitas Bosowa lainnya untuk terus mengembangkan kreativitas, memperluas perspektif keilmuan, serta berani menghadirkan gagasan penelitian yang berangkat dari persoalan di lingkungan sekitar.

Melalui Program Kreativitas Mahasiswa, Universitas Bosowa terus mendorong tumbuhnya budaya akademik yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi, tetapi juga pada kemampuan mahasiswa dalam menghasilkan pengetahuan yang memiliki relevansi sosial.

Bagi SIGAP Team, perjalanan menuju PIMNAS ke-39 menjadi langkah penting untuk menguji dan memperkenalkan gagasan yang telah mereka kembangkan melalui proses penelitian.

Di balik keberhasilan tersebut, tersimpan kerja keras, semangat pantang menyerah, serta harapan untuk memberikan hasil terbaik bagi almamater.

Namun, lebih jauh dari pencapaian kompetisi, penelitian Urban Rectification membawa pesan bahwa persoalan perkotaan membutuhkan pemahaman yang tidak hanya melihat aturan dan infrastruktur, tetapi juga manusia serta nilai-nilai yang membentuk perilakunya.

Melalui integrasi pendekatan psikologi dan kearifan lokal Bugis-Makassar, SIGAP Team Universitas Bosowa berupaya menghadirkan perspektif baru dalam memahami persoalan parkir liar sebagai bagian dari tantangan mewujudkan mobilitas perkotaan yang lebih tertib dan berkelanjutan.

Sebab inovasi tidak selalu lahir dari persoalan yang jauh dari kehidupan masyarakat. Terkadang, gagasan yang bermakna justru tumbuh dari keberanian untuk melihat kembali persoalan sehari-hari, memahaminya secara lebih mendalam, dan mencari pendekatan yang lebih relevan untuk menjawabnya.

Dengan semangat tersebut, SIGAP Team Universitas Bosowa siap melangkah menuju PIMNAS ke-39 Tahun 2026 di Universitas Diponegoro, Semarang, membawa nama almamater sekaligus memperkenalkan gagasan penelitian yang berpijak pada ilmu pengetahuan, kepedulian sosial, dan kekayaan nilai budaya lokal. (adv)

Terkait: UNIBOSUniversitas Bosowa

Berita Terkait

Dari Barang Bekas Jadi Media Belajar, Dosen dan Mahasiswa Pendidikan Matematika Unibos Hadirkan Pembelajaran Kreatif di Panti Asuhan An-Nabawi

Dari Barang Bekas Jadi Media Belajar, Dosen dan Mahasiswa Pendidikan Matematika Unibos Hadirkan Pembelajaran Kreatif di Panti Asuhan An-Nabawi

Editor: Tim Redaksi
20 Oktober 2026

...

Perkuat Kualitas Riset Doktoral, Prodi S3 Ilmu Manajemen Unibos Gelar Ujian Kualifikasi dan Klinik Primary Research Design

Perkuat Kualitas Riset Doktoral, Prodi S3 Ilmu Manajemen Unibos Gelar Ujian Kualifikasi dan Klinik Primary Research Design

Editor: Tim Redaksi
20 Oktober 2026

...

AMI 2026 Jadi Langkah Strategis Unibos Perkuat Mutu dan Kesiapan Akreditasi

AMI 2026 Jadi Langkah Strategis Unibos Perkuat Mutu dan Kesiapan Akreditasi

Editor: Tim Redaksi
8 Oktober 2026

...

Berita Populer

  • Akibat Kabut Asap Sekolah Daring 2 Hari di Parepare, KBM Tatap Muka Dievaluasi

    Akibat Kabut Asap Sekolah Daring 2 Hari di Parepare, KBM Tatap Muka Dievaluasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ITH Parepare Gelar Wisuda Perdana, 79 Mahasiswa Resmi Sandang Gelar Sarjana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Selimuti Parepare, BPBD Catat 71 Hektare Lahan Terbakar Sejak Juli

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lima Mahasiswa KPI STAIN Majene Jalani PPL di Pijarnews.com Parepare

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wali Kota Parepare Lantik 18 Pejabat, Ini Nama-namanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kebijakan AI
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi