• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan AI
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Opini

Esai; 10 Menit yang Membanggakan

Editor: Ibrah La Iman
21 Oktober 2017
di Opini
Pemain PSM Rahman Usman merayakan golnya ke gawang PKT Bontang bersama Kurniawan DY, pada final Ligina VI 2000. PSM menang 3-2. (Foto: handover/the-maczman.com)

Pemain PSM Rahman Usman merayakan golnya ke gawang PKT Bontang bersama Kurniawan DY, pada final Ligina VI 2000. PSM menang 3-2. (Foto: handover/the-maczman.com)

  • Ket: Pemain PSM Rahman Usman merayakan golnya ke gawang PKT Bontang bersama Kurniawan DY, pada final Ligina VI 2000. PSM menang 3-2. (Foto: handover/the-maczman.com)

Penulis; Nurmal Idrus (Jubir PSM 2009-2011)

Masih ingatkah anda dengan momen istimewa ini?
Jika anda sudah berusia di atas 30 tahun hari ini, maka anda pasti merasakannnya 17 tahun silam. Hari itu, telah 2 hari Kota Makassar dan seantero Sulsel ditenggelamkan oleh haru biru atas pencapaian PSM MAKASSAR sebagai juara Liga Indonesia tahun 2000. Piala Presiden diarak keliling kota. Tua muda, anak-anak SD keluar di pinggir jalan, semua bergembira dan berterima kasih pada tim yang dikomandoi manajer NURDIN HALID.

Juku Eja merontokkan PKT Bontang 3-2 di Senayan Jakarta dalam partai final yang berakhir dramatis. Jual beli serangan dan bergantian merobek jala gawang, memaksa 1 juta warga Makassar sesak menahan napas hingga 90 menit. Kita terhenyak di depan layar kaca, seperti mau pingsan setiap kali PKT merobek Pasukan Ramang.

BeritaTerkait

Kiprah Santri di Pentas Nasional

Kiprah Santri di Pentas Nasional

21 Oktober 2026
Satu Juta Sarjana Menganggur, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Satu Juta Sarjana Menganggur, Siapa yang Bertanggung Jawab?

20 Oktober 2026
Rekening Massal, Demi Kepentingan Siapa?

Rekening Massal, Demi Kepentingan Siapa?

13 Oktober 2026
Paradoks Legal Standing: Kepentingan Publik dan Akses Bersyarat

Paradoks Legal Standing: Kepentingan Publik dan Akses Bersyarat

9 Oktober 2026

Asa memayungi langit Makassar ketika PSM langsung unggul 3-0 hingga menit 62 lewat dua gol Kurniawan Julianto dan Rahman Usman. Namun, roda kehidupan kota seperti berhenti saat memasuki menit 75. Tembakan datar Aris Budi Prasetyo merobek jalan PSM. Tim produsen pupuk ini kemudian seperti mendapat nyawa kedua. 10 menit jelang laga berakhir, Fachri Husaini menghujamkan bola penalti ke gawang PSM. 3-2.

Setelah itu, 10 menit pamungkas itulah yang penuh dramatisasi. Puja puji dipanjatkan, teriakan sumbang hingga kerongkongan kering, keringat dingin bercucuran, jantung seperti berhenti berdetak di tengah serangan PKT yang membabi buta. Dan, 10 menit itulah ujian Makassar sesungguhnya yang bahkan hingga kini tak pernah terulang lagi. 10 menit terakhir yang membanggakan. Saat wasit menghentikan laga di menit 93, Makassar malam itu langsung berguncang. Semua menepuk dada. Semua berseru bangga. Hajat ditunaikan, ada yang syukuran dan ada pula yang memangkas habis rambutnya.

Tahun ini, saudara-saudara ku, kita berpeluang mengulangnya di tanah kita sendiri, di kandang kita, Stadion Mattoanging. Empat kali laga pamungkas adalah penentuannya. Dengan keuntungan tiga kali laga kandang, mungkin saja momen merontokkan PKT Bontang di 2000 lalu, terjadi saat PSM menjamu dua seteru sulitnya yaitu Senin (6/11/2017): PSM Makassar vs Bali United dan Minggu (12/11/2017): PSM Makassar vs Madura United, di laga terakhir nanti. Ini tentu momen yang lebih mengharu biru sebab kita akan melakukannya di kandang kita sendiri.

Mari menyatukan tekad, menyatukan dukungan dan menyatukan doa. Singkirkan semua pragmatisme politis karena ini kesempatan kita untuk mengulang momen membanggakan 17 tahun lalu. (*/ris)

Terkait: MakassarNurmal IdrusPSM Makassar

Berita Terkait

Didanai Belmawa Kemendiktisaintek, PPK Ormawa UKM  Kewirausahaan UMI Dorong Romangloe Jadi Desa Wirausaha

Didanai Belmawa Kemendiktisaintek, PPK Ormawa UKM Kewirausahaan UMI Dorong Romangloe Jadi Desa Wirausaha

Editor: Tohir Muhammad
3 September 2026

...

Jaring Calon Anggota, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar Gelar Seleksi

Jaring Calon Anggota, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar Gelar Seleksi

Editor: Tohir Muhammad
5 Juli 2026

...

Terpilih Ketua di Sulsel, Asnun Siap Perkuat IKADAH

Terpilih Ketua di Sulsel, Asnun Siap Perkuat IKADAH

Editor: Tohir Muhammad
12 Mei 2026

...

Berita Populer

  • Alumni Pesantren se-Sulselbar Gelar Seminar Hari Santri 2026 di Parepare

    Alumni Pesantren se-Sulselbar Gelar Seminar Hari Santri 2026 di Parepare

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gelar Musyda Tarjih, Muhammadiyah Makassar Tegaskan Ustaz AI Tak Bisa Gantikan Ulama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kiprah Santri di Pentas Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tak Kenal Lelah, Kakek 70 Tahun di Parepare Tetap Kayuh Becak demi Nafkah Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satu Juta Sarjana Menganggur, Siapa yang Bertanggung Jawab?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kebijakan AI
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi