• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Minggu, 9 Agustus 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Sulselbar

Dua Daerah di Rantebua Minim Sentuhan Infrastruktur

Editor: Ibrah La Iman
12 Februari 2017
di Sulselbar
Dua Daerah di Rantebua Minim Sentuhan Infrastruktur

BeritaTerkait

Kemenko Pangan RI Kunjungi Lahan Tambak Garam Binaan Unhas di Maros

Kemenko Pangan RI Kunjungi Lahan Tambak Garam Binaan Unhas di Maros

8 Agustus 2026
Dr. Wahyu Maulid Adha Pimpin ISEI Mamuju, Siap Perkuat Sinergi Akademisi, Bisnis, dan Pemerintah

Dr. Wahyu Maulid Adha Pimpin ISEI Mamuju, Siap Perkuat Sinergi Akademisi, Bisnis, dan Pemerintah

6 Agustus 2026
Ombudsman RI di Unsulbar: Mahasiswa sebagai Garda Depan Pengawal Pelayanan Publik

Ombudsman RI di Unsulbar: Mahasiswa sebagai Garda Depan Pengawal Pelayanan Publik

31 Juli 2026
UNHAS dan UMMA Maros Perkenalkan Pengolahan Sango-Sango Gunakan Kain Paranet

UNHAS dan UMMA Maros Perkenalkan Pengolahan Sango-Sango Gunakan Kain Paranet

16 Juli 2026

TORAJA UTARA, PIJARNEWS.COM — Dua daerah di Kecamatan Rantebua, Kabupaten Toraja Utara, masing-masing Lembang Sanggalangi dan Lembang Samalu disebut minim pembangunan infrastruktur. Seperti jalanan beraspal, jembatan hingga fasilitas MCK.

Anak-anak yang bersekolah di SD 4 Rantebua misalnya. Mereka yang berada di Dusun Loko Lembang setiap hari harus menerobos arus sungai selebar 15 meter. “Kalau hujan deras, air sungai naik, kami terpaksa tidak sekolah. Tapi kalau ada ujian, kami mesti memutar sampai dapat jembatan untuk bisa sekolah,” urai Siswi SD 4 Rantebua, Rani, Minggu 12 Februari.

Hal yang sama dirasakan warga yang hendak beribadah, baik Kristiani maupun Islam. Warga Kristiani di Dusun Sakku, Lembang Sanggalangi tiap minggunya harus menyeberang sungai untuk beribadah. Pasalnya gereja hanya ada di Dusun Loko. Sebaliknya, umat muslim yang berada di Dusun Loko tiap minggunya melintasi sungai untuk melakukan ibadah sholat jumat. (juf/ris)

Terkait: Toraja Utara

BeritaTerkait

Pemprov Sulsel Bangun Jembatan Malango di Torut, Progres Sudah MC-0

Pemprov Sulsel Bangun Jembatan Malango di Torut, Progres Sudah MC-0

Editor: Tohir Muhammad
8 Juli 2023

...

Ruas Penghubung Toraja Utara dan Luwu Mulai Dikerjakan, Alokasi Anggarannya Rp 35,6 Miliar

Ruas Penghubung Toraja Utara dan Luwu Mulai Dikerjakan, Alokasi Anggarannya Rp 35,6 Miliar

Editor: Tohir Muhammad
14 April 2022

...

Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Resmikan 3 Ruas Jalan di Toraja

Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Resmikan 3 Ruas Jalan di Toraja

Editor: Mulyadi Ma'ruf
20 Februari 2022

...

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi