• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Jumat, 27 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Akademisi IAIN Parepare Sebut Kenaikan Bahan Bakar Minyak Akibat Penggunaan BBM Bersubsidi Lampaui Kuota

Dian Muhtadiah Hamna Editor: Dian Muhtadiah Hamna
4 September 2022
di Ajatappareng, Ekonomi
Rusdianto

Rusdianto

PAREPARE, PIJARNEWS.COM–Setelah pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi mengumumkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dan non-subsidi, Sabtu (3/9/2022) 14.30 di Istana Merdeka, hal itu menuai berbagai respons pro dan kontra dari berbagai kalangan.

Rusdianto Sudirman, M.H, Akademisi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, turut menanggapi isu kenaikan harga BBM. “Salah satu alasan pemerintah untuk menimbang kenaikan harga BBM adalah subsidi anggaran pendapatan belanja negara (APBN) yang sudah menembus sekira 500 triliun rupiah,” kata Rusdianto kepada Pijarnews.com, Sabtu (3/9/2022) malam.

Hal ini disebabkan antara lain, lanjut Rusdianto,  meningkatkannya jumlah penggunaan BBM bersubsidi sehingga melampaui kuota yang ditetapkan pemerintah. Dalam konteks ini, pemerintah kaget dan khawatir APBN akan jebol.

Rusdianto beranggapan peningkatan konsumsi BBM tersebut seharusnya sudah bisa diprediksi oleh pemerintah. “Permasalahan pertama, selama ini pemerintah masih berpihak dengan model bisnis jaringan transportasi seperti ojek online (Ojol), yang notabene menyumbang peningkatan jumlah kendaraan bermotor dan konsumsi BBM bersubsidi,” ujarnya dosen Hukum Tata Negara itu.

“Diperkirakan jumlah mitra ojol dari dua perusahaan besar di Indonesia (Grab dan Gojek) lebih dari 5 juta orang (driver). Sayangnya, banyak perusahaan ojol belum transparan dalam membuka data jumlah mitranya,” tutur Rusdianto.

Berita Terkait

498 Mahasiswa PPG IAIN Parepare Lulus UP, Tingkat Kelulusan Capai 99,60%

Membungkam Kritik dengan Air Keras

Jurnal Banco IAIN Parepare Resmi Terindeks Scopus

Kepala Pusat Publikasi dan Penerbitan LPPM IAIN Parepare Lulus 2 Tahun 7 Bulan dengan IPK 4.00 di UNM

“Keberpihakan ini sebenarnya kontradiksi dengan upaya pemerintah untuk menekan pembelian kendaraan pribadi dan visi pemerintah untuk transisi ke energi baru dan terbarukan,” lanjutnya.

Rusdianto menilai keberpihakan tersebut berkontribusi pada kegagalan pemerintah dan pemerintah daerah (Pemda) dalam menciptakan sistem transportasi umum yang nyaman dan terintegrasi.

“Padahal di dalam undang-undang No. 22 tahun 2009, tentang Lalu Lintas Angkutan Umum, pemerintah wajib menyelenggarakan angkutan umum, baik Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan Pedesaan yang kabupaten. Namun masyarakat lebih memilih transportasi online, yang lebih nyaman dan fleksibel,” ujar Rusdianto.

Tak terkecuali di Jakarta, lanjut Rusdianto,  banyak moda transportasi umum yang kalah saing dan tidak dilirik oleh masyarakat.

“Permasalahan berikutnya, adalah konsumsi BBM bersubsidi yang belum tepat sasaran. Solar bersubsidi misalnya, banyak digunakan oleh truk-truk pengangkut bahan tambang dan industri yang sebenarnya tidak boleh menggunakan,” ujar Rusdianto.

Penggunaan aplikasi untuk mencegah hal tersebut bagus, namun tidak aplikatif, oleh sebab itu, butuh upaya yang praktis. (*)

Reporter : Wahyuddin

Editor: Dian MuhtadiahHamna

Terkait: IAIN Parepare

TerkaitBerita

Puncak Arus Balik di Pelabuhan Parepare Diprediksi Sabtu Ini, Penumpang Tembus 7.000 Orang

Puncak Arus Balik di Pelabuhan Parepare Diprediksi Sabtu Ini, Penumpang Tembus 7.000 Orang

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Maret 2026

...

Pantau Arus Balik di Pelabuhan Parepare, Wakil Wali Kota Sebut Kapasitas Kapal Masih Normal

Pantau Arus Balik di Pelabuhan Parepare, Wakil Wali Kota Sebut Kapasitas Kapal Masih Normal

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Maret 2026

...

Setelah Puluhan Tahun, Takbir Kembali Menggema di Stadion Ganggawa

Setelah Puluhan Tahun, Takbir Kembali Menggema di Stadion Ganggawa

Editor: Muhammad Tohir
21 Maret 2026

...

Aliran Sungai Pekkabata–Lampa Tersumbat Sampah

Editor: Muhammad Tohir
18 Maret 2026

...

BeritaTerkini

Wabup Sidrap dan Wabup Bone Ziarah Makam Raja Bone ke-10 di Tellu Limpoe

Editor: Muhammad Tohir
26 Maret 2026

86 Peserta Bersaing Masuk Paskibraka Sidrap 2026

Editor: Muhammad Tohir
26 Maret 2026

Disrupsi Generasi dalam Lembaga Kemahasiswaan: Membaca Ketegangan Gen Z dan Gen Alpha terhadap Warisan Organisasi Lama

Disrupsi Generasi dalam Lembaga Kemahasiswaan: Membaca Ketegangan Gen Z dan Gen Alpha terhadap Warisan Organisasi Lama

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Maret 2026

Perang Iran–AS–Israel: Eskalasi Konflik Global dan Dampaknya

Perang Iran–AS–Israel: Eskalasi Konflik Global dan Dampaknya

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Maret 2026

Puncak Arus Balik di Pelabuhan Parepare Diprediksi Sabtu Ini, Penumpang Tembus 7.000 Orang

Puncak Arus Balik di Pelabuhan Parepare Diprediksi Sabtu Ini, Penumpang Tembus 7.000 Orang

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan