• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Jumat, 27 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Aktivis Literasi Gerakan Kupang Sebut Kebijakan Pemprov Soal Jam Masuk Sekolah 05.30 Tidak Tepat

Dian Muhtadiah Hamna Editor: Dian Muhtadiah Hamna
2 Maret 2023
di Nasional, Pendidikan
Foto: Ikhwan

Foto: Ikhwan

KUPANG, PIJARNEWS.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Gubernur Viktor Laiskodat ngotot, memberlakukan kebijakan masuk sekolah pukul 5.30 di sejumlah sekolah menengah atas di Kota Kupang, NTT. Dia beralasan aturan tersebut sebagai desain sebuah sekolah unggul.

Arahan kebijakan itu disampaikan Viktor, di Aula Biru Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT seperti yang dilansir dari detik.com, Kamis (23/2/2023).

Adapun dasar pertimbangan Pemprov NTT mengambil kebijakan itu adalah :

Pertama, sekolah-sekolah berasrama seperti sekolah Katolik berasrama atau pesantren yang memulai aktivitas masuk sekolah pada pukul 05.00 Wita diawali dengan ibadah bersama, senam bersama, baru mulai aktivitas kegiatan belajar mengajar.

Kedua, aktivitas jual beli di pasar-pasar tradisional di Kota Kupang biasa dilakukan sejak pukul 03.00 Wita. Sehingga kebijakan masuk sekolah pukul 05.00 Wita ini dipandang sebagai masalah sederhana yang lama kelamaan menjadi kebiasaan yang dapat diterima masyarakat.

Berita Terkait

Pendidikan dalam Bayang-bayang Krisis Energi, Siapa yang Menjadi Korban

Wali Kota Parepare Salurkan BSM dan Beasiswa Berprestasi, Komitmen Bangun SDM Unggul

Terima Aksi, Wakil Ketua DPRD Pinrang Janji Kawal Perbaikan Pendidikan

Pengurus Lapekom Raker, Siap Dorong Inovasi Pendidikan Parepare

Ketiga, kajian geografis menyebut bahwa perputaran bumi saat ini begitu cepat dan matahari sudah terbit pada pukul 05.00 Wita.

Informasi yang dihimpun detikBali dari sejumlah grup WhatsApp menyebutkan kebijakan tersebut diberlakukan untuk 10 sekolah di Kota Kupang. Di antaranya SMA Negeri 1, SMA Negeri 2, SMA Negeri 3, SMA Negeri 5, SMA Negeri 6, SMK Negeri 1, SMK Negeri 2, SMK Negeri 3 dan SMK Negeri 4.

Kebijakan itupun mendapat tanggapan dari berbagai pihak. Salah satunya, dari aktivis literasi gerakan asal Kupang, Ikhwan Syahar ia mengatakan, kebijakan Pemprov NTT terkait siswa NTT masuk sekolah sekitar pukul 05.30 mendapat respons dari berbagai kalangan masyarakat.

“Saya sendiri melihat kebijakan ini tidak tepat, jika alasannya hanya sebatas meningkatkan SDM peserta didik, dikarenakan ada hal lain sifatnya lebih urgensi dari kebijakan ini. Seharusnya Pemprov NTT lebih fokus pada penyediaan sarana dan prasarana kebutuhan yang lebih diprioritaskan  untuk para peserta didik dalam meningkatkan kualitas peserta didik,” ujar Ikhwan kepada Pijarnews.com, Kamis (2/3/2023).

Dia mengungkapkan, misalnya dengan penyediaan buku-buku yang menjadi kebutuhan peserta didik dan para tenaga pendidik sebagai modul pembelajaran, selanjutnya memperbaiki sekolah-sekolah yang notabene jauh dari kenyamanan di saat proses belajar mengajar berlangsung dan lebih menekan para tenaga pendidik lebih serius dan disiplin dalam memberikan edukasi kepada peserta didik, sebab masih banyak guru-guru di NTT yang asal-asalan di saat mengajar.

“Selanjutnya, menjadi poin tekanan saya apakah Pemprov NTT sudah melakukan kajian secara akademis, sehingga kebijakan ini harus diberlakukan? Kalaupun sudah dilakukan kajian secara akademik apa sebelumnya sudah disosialisasikan kepada masyarakat NTT pada umumnya lebih khususnya para orang tua wali murid?, sehingga kebijakan ini diberlakukan tidak menimbah respon publik yang miring,” jelasnya.

Dirinya mengungkapkan, tidak menyetujui Kebijakan ini sebab ada beberapa pertimbangan yang mesti diperhatikan oleh para pemangku kebijakan.

“Semisal soal transportasi, apakah semua peserta didik memiliki kendaraan pribadi?, sedangkan setahu kita jam 05.30 belum ada satupun bemo yang beroperasi, kalaupun, kebijakan ini betul-betul terealisasikan, apa Pemprov mampu menyediakan kendaraan umum sebagai alat transportasi peserta didik?, selanjutnya soal keamanan serta keselamatan peserta didik dapat dijamin dengan waktu yang ditetapkan,” ungkapnya.

“Saya pikir kebijakan ini juga belum memiliki kajian serta dasar hukum. Sebaiknya Pemprov lebih fokus pada kebijakan-kebijakan bersifat, sehat secara akal dan teruji dampak negatifnya,” ujar dia. (why)

Terkait: Pendidikan

TerkaitBerita

SD Unggulan Segera Hadir di Majene, Padukan Sains dan Tahfidz

SD Unggulan Segera Hadir di Majene, Padukan Sains dan Tahfidz

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
12 Maret 2026

...

BPJS Kesehatan Buka Layanan Tatap Muka di Kantor Cabang Selama Libur Lebaran 2026

BPJS Kesehatan Buka Layanan Tatap Muka di Kantor Cabang Selama Libur Lebaran 2026

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
10 Maret 2026

...

Kesehatan Menurun, Try Sutrisno Tutup Usia

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
2 Maret 2026

...

Malam ke-12, Safari Ramadan Muhammadiyah Parepare Bahas Konstruksi Pendidikan Generasi Qurani

Editor: Muhammad Tohir
1 Maret 2026

...

BeritaTerkini

Wabup Sidrap dan Wabup Bone Ziarah Makam Raja Bone ke-10 di Tellu Limpoe

Editor: Muhammad Tohir
26 Maret 2026

86 Peserta Bersaing Masuk Paskibraka Sidrap 2026

Editor: Muhammad Tohir
26 Maret 2026

Disrupsi Generasi dalam Lembaga Kemahasiswaan: Membaca Ketegangan Gen Z dan Gen Alpha terhadap Warisan Organisasi Lama

Disrupsi Generasi dalam Lembaga Kemahasiswaan: Membaca Ketegangan Gen Z dan Gen Alpha terhadap Warisan Organisasi Lama

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Maret 2026

Perang Iran–AS–Israel: Eskalasi Konflik Global dan Dampaknya

Perang Iran–AS–Israel: Eskalasi Konflik Global dan Dampaknya

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Maret 2026

Puncak Arus Balik di Pelabuhan Parepare Diprediksi Sabtu Ini, Penumpang Tembus 7.000 Orang

Puncak Arus Balik di Pelabuhan Parepare Diprediksi Sabtu Ini, Penumpang Tembus 7.000 Orang

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan