• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Minggu, 12 April, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

BPBD Sulsel: 26 Orang Meninggal dan Lebih 3000 Warga Mengungsi Akibat Bencana Alam di 10 Wilayah

Abdillah MS Editor: Abdillah MS
24 Januari 2019
di Peristiwa, Sulselbar

MAKASSAR, PIJARNEWS.COM — Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), mencatat ada 10 wilayah di Sulsel yang terdampak bencana alam banjir, tanah longsor, dan angin kencang.

Data yang dirilis oleh BPBD Sulsel melalui Crisis Media Center Pemprov Sulsel hingga Kamis, 24 Januari 2019, pukul 09:22 Wita. Total korban, Kepala Keluarga terdampak 3.914 (KK) atau 5.825 jiwa, 26 orang meninggal dunia, jumlah hilang 24 jiwa, sakit 46 jiwa dan mengungsi 3.321.

Kerusakan yang ditimbulkan rumah rusak ringan 25 unit, rusak sedang 2 unit dan rusak berat 12 unit. Rumah terendam 2.024, hanyut 32 rumah, tertimbun 5 rumah, kerusakan tempat ibadah 6 unit, fasilitas pemerintah 3, pasar 2 unit, jembatan 9, jalan 10.700 meter, sawah 30.930 Hektare dan kerusakan sekolah 13 unit.

Sementara ketinggian muka air Bendungan Bili-bili di Kabupaten Gowa 99,45 meter dan sudah dibawah batas ketinggian normal yakni 99,50.

Untuk penanggulangan dampak bencana alam ini sendiri, Pemprov Sulsel terus bergerak bersama unsur lainnya.

Berita Terkait

Angin Kencang Terjang Sidrap, Sejumlah Kecamatan Terdampak, Kecamatan Ini Terbanyak

Dampak Fenomena Tanah Bergerak di Banjarnegara

Pemkab Sidrap Terima Rp. 539 Juta dari BNPB untuk Penanganan Darurat Bencana

Sebagian Wilayah Barru Terdampak Banjir Berangsur Surut, Penanganan Darurat Berlanjut

Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah (NA) menyampaikan upaya pemerintah dan pihak terkait yang dilakukan terkait dampak yang ditimbulkan oleh bencana alam berupa banjir, longsor dan anging kencang yang terjadi di 10 kabupaten/kota di Sulsel.

NA menyampaikan sejak hari pertama pemerintah Provinsi Sulsel telah siaga dan mengantisipasi dampak yang dapat ditimbulkan.

“Dari dua hari yang lalu kita sudah siaga, karena kita sudah memantau bahwa akan ada cuaca ekstrem di Sulsel. Oleh kami minta kepada Balai Sungai Pompengan supaya menjaga cek dam kita, terutama kita lihat level yang normal apakah sudah melewati batas normal, karena ada syarat tindakan,” kata Nurdin Abdullah, seperti dikutip humas.sulselprov.go.id.

NA juga telah meminta Basarnas turun ke lapangan mengantisipasi hal yang kita tidak inginkan. Termasuk upaya mengevakuasi masyarakat.

NA juga melakukan koordinasi dengan daerah terdampak termasuk Kabupaten Gowa dan Kabupaten Jeneponto yang mengalami dampak terbesar.

“Saya apresiasi Pak Bupati ini responnya luar biasa, Pak Bupati Gowa, minta supaya pintu cek dam ini dibuka, kalau tidak bisa lebih fatal lagi, dan Alhamdulillah dilakukan,” sebut NA, Kamis pagi (24/1).

Lanjutnya, namun, pembukaan tersebut memang memiliki resiko lainnya, karena akan tergenang beberapa pemukiman warga baik di Gowa dan di Makassar. Hal tersebut harus dilakukan sebagai upaya agar tidak menimbulkan dampak yang lebih besar.

Dinas Sosial Sulsel pun dimintanya untuk turun memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama makanan siap saji.

Upaya yang dilakukan juga dengan meminta masyarakat mengungsi, meninggalkan daerah rawan terutama di daerah bantaran sungai. Dan kewaspadaan lebih tinggi di daerah tergenang.

Sementara itu terkait tanah longsor yang menutupi pemukiman penduduk secara tiba-tiba. Kendala yang dihadapi saat dilakukan pertolongan adalah akses ke lokasi yang terputus. Namun, saat ini akses jalan Makassar-Sungguminasa dan Malino sudah bisa diakses.

Untuk menjangkau daerah terdampak terutama yang sulit diakses juga memiliki kendala. Beberapa daerah untuk memberikan bantuan akan mudah diakses dengan menggunakan helikopter. Sementara Pemprov Sulsel tidak memiliki alat tersebut.

“Oleh karena itu baru hari ini kita pinjam ke Kodam, mungkin Bupati Gowa akan menyebar logistik ke daerah yang belum tersentuh, kami juga pinjam Lanud untuk kita gunakan bersama para Forkopimda, kita akan melihat daerah hulu dan daerah yang kena dampak banjir ini,” jelasnya.

Selanjutnya, setelah itu akan mengumpulkan bupati/wali kota yang terkena dampak ini. Evaluasi akan dilakukan, termasuk apa yang menjadi langkah ke depan. Termasuk rumah yang hanyut, masyarakat yang kehilangan tempat tinggal dan masyarakat yang rumahnya rusak. (*)

Editor: Abdillah.Ms

Terkait: BencanaBPBD SulselNurdin Abdullah

TerkaitBerita

Muhammadiyah Terima Wakaf Tanah di Majene Senilai Rp 2 Miliar

Muhammadiyah Terima Wakaf Tanah di Majene Senilai Rp 2 Miliar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
7 April 2026

...

Pakar Hadis Tarbawi Hadir, Halalbihalal  Muhammadiyah Sulbar  Ungkap Sejarah Awal Persyarikatan di Mandar

Pakar Hadis Tarbawi Hadir, Halalbihalal Muhammadiyah Sulbar Ungkap Sejarah Awal Persyarikatan di Mandar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
7 April 2026

...

Donut Boat di Pantai Ammani Terbalik, 5 Penumpang Terhempas ke Pasir

Donut Boat di Pantai Ammani Terbalik, 5 Penumpang Terhempas ke Pasir

Editor: Muhammad Tohir
4 April 2026

...

Perkuat Pertahanan Kampus, BAKTI Komdigi Bekali Civitas UIN Alauddin Strategi Keamanan Siber

Perkuat Pertahanan Kampus, BAKTI Komdigi Bekali Civitas UIN Alauddin Strategi Keamanan Siber

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
4 April 2026

...

BeritaTerkini

Harga Plastik Melonjak 50 Persen, Keuntungan Pedagang Minuman di Pinrang Menipis

Editor: Muhammad Tohir
10 April 2026

Punya Bakat Dangdut? Catat Syarat dan Jadwal Audisi Dangdut Academy Indosiar di Sidrap

Editor: Muhammad Tohir
10 April 2026

Perketat Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Pemkab Sidrap Bakal Bentuk Tim

Editor: Muhammad Tohir
10 April 2026

Polres Parepare Sosialisasikan Call Center 110 ke Rumah Warga

Editor: Muhammad Tohir
8 April 2026

162 Siswa SMPN 9 Parepare Ikuti TKA, Sekolah Pastikan Mental dan Teknis Siap

Editor: Muhammad Tohir
8 April 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan