• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Kamis, 19 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Demokrasi Kebablasan Jelang Pilkada

Alfiansyah Anwar Editor: Alfiansyah Anwar
13 Januari 2018
di Opini, Sulselbar
Penulis  : Abdillah MS, Koordinator Perhimpunan Jurnalis Ajatappareng (Pijar)

Penulis : Abdillah MS, Koordinator Perhimpunan Jurnalis Ajatappareng (Pijar)

OPINI – Memasuki musim penghujan tentu akan memberikan suasana sejuk bagi kita, namun jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Parepare, suasana seakan terasa menjadi panas oleh hiruk pikuk wacana dan debat tentang pilkada. Tulisan ini terinspirasi dari postingan salah seorang pendukung pasangan calon (paslon) di group media sosial facebook Aku Cinta Pareapare (ACP) yang mengatakan, “jangan marahi anak-anak yang bermain dan bercanda di Masjid. Marahi saja mereka yang ke Masjid hanya menjelang pemilu”.

Dari beberapa kesempatan, saya sering berkelakar tentang sebuah anekdot yang mengatakan, “jika ingin merusak bangsa, maka hancurkan saja budayanya,” dan ini sudah benar-benar terjadi, dimana budaya berdemokrasi kita sudah kebablasan, dan sangat memprihatinkan.

Suasana persaingan demokrasi menjelang pilkada yang seharusnya menggairahkan telah berubah dan cenderung mengkhawatirkan. Seharusnya kampanye rasional yang ditonjolkan, akan tetapi emosi dan sentimen pribadi mengambil alih.

Bila hal ini terus berlanjut dan makin meningkat ketika masa pemilihan makin mendekat dan kita hanya membiarkannya, maka bukan saja kualitas demokrasi kita akan menurun hingga titik nadir, akan tetapi juga berbahaya bagi stabilitas di kota kita tercinta ini.

Para pendukung paslon kelihatannya terlalu bersemangat, tanpa atau dengan sepengetahuan para paslon. Bukannya mengkampanyekan keunggulan dan rekam jejak paslon yang mereka unggulkan, akan tetapi para pendukung itu lebih banyak memilih menonjolkan sisi negatif.

Demokrasi adalah kedaulatan rakyat. Setiap warga negara berhak memilih dan dipilih. Setiap orang juga bebas berbicara dan mengutarakan pandangannya. Berkampanye sepuasnya untuk mendukung calon yang dianggapnya terbaik, tidak dilarang. Tapi demokrasi juga ada aturan mainnya. Ada hukum atau perundang-undangan yang berlaku dan mengatur serta membatasi prilaku kita. Tujuannya tentu tidak lain dan tidak bukan agar demokrasi itu sendiri selamat sampai tujuan.

Berita Terkait

Delapan Akademisi Masuk Bursa Calon Rektor UMPAR 2025-2029

Lapekom Gagas Gerakan Parepare Mengaji, Wali Kota Beri Dukungan Penuh

Kemah Terpadu SMP Negeri 5 Parepare Tumbuhkan Kemandirian dan Kreativitas

Pemkot Parepare dan Selecta Kota Batu Bahas Potensi Pengembangan Wisata Kebun Raya Jompie

Bersitegang dalam bersaing sampai batas tertentu boleh saja. Tetapi ketika sentimen pribadi atau bahkan urusan ibadah seseorang yang seharusnya dipahami bahwa itu adalah urusan mereka dan Tuhannya.

Jika itu tetap dipaksakan, hampir bisa dipastikan warga telah memasuki arena yang sangat peka dan emosional yang dapat menyulut bentrok dan adu fisik. Bukan adu akal tapi adu emosi. Bukan adu argumen tapi saling bully. Bukan adu otak tapi adu otot. Dan tanda-tanda ke arah ini sudah mulai tampak. Saat ini masih terbatas di media sosial. Ketika hal ini terus berlanjut dan meluas sampai ke darat, makin mendekati masa pemilihan makin panas, maka kerukunan akan terancam, persatuan akan terpuruk, dengan konsekuensi kehancuran atas segala yang sudah kita bangun selama ini dengan susah payah.

Bisa saja apa yang disampaikan oleh penulis barangkali dianggap suatu kekhawatiran yang sangat berlebihan. Namun, dari pengalaman sebelumnya, kita tidak boleh lupa dan menganggap kecil potensi bahaya yang disebabkan oleh konflik yang disebabkan oleh isu-isu yang sangat sensitif.

Karenanya, marilah kita sama-sama bersaing dengan cara beradab, menonjolkan figur atau calon pemimpin yang kita dambakan dari sisi karakter, rekam jejak, kemampuan, kejujuran, dan program-programnya yang paling realistis dan menguntungkan warga atau yang berpihak kepada rakyat. Bukan sisi-sisi calon pemimpin yang tidak relevan dan berpotensi menimbulkan perseteruan sesama warga. Selamat berpesta demokrasi. Bukankah pesta harus disambut dengan suka cita, bukan saling sindir dan saling bully. Semoga yang terbaiklah dan yang kita harapkan akan terpilih sebagai pemimpin kita di Kota yang sama kita cintai ini. (*)

 

Terkait: Kota PareparePilkada

TerkaitBerita

Perkuat Sinergi, Bosowa Peduli dan Pemkot Makassar Salurkan 1.000 Paket Sembako bagi Petugas Layanan Publik di Karebosi

Perkuat Sinergi, Bosowa Peduli dan Pemkot Makassar Salurkan 1.000 Paket Sembako bagi Petugas Layanan Publik di Karebosi

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
19 Maret 2026

...

Remaja Jauh dari Islam, Krisis Moral dan Identitas Menerkam

Remaja Jauh dari Islam, Krisis Moral dan Identitas Menerkam

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Maret 2026

...

Membungkam Kritik dengan Air Keras

Membungkam Kritik dengan Air Keras

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Maret 2026

...

Lurah dan Ketua PKK Antang Pantau Pasar Murah Pemkot

Editor: Muhammad Tohir
15 Maret 2026

...

Ramadan 1447H

Curhat Pedagang Pasar Sentral Pinrang: Harga Tomat-Cabai Melejit Jelang Lebaran 2026

Curhat Pedagang Pasar Sentral Pinrang: Harga Tomat-Cabai Melejit Jelang Lebaran 2026

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Maret 2026

Momen Ramadan, PSI Parepare Tebar Ratusan Takjil

Editor: Muhammad Tohir
17 Maret 2026

HUT ke-53 dan Ramadan Berkah di Barru: Bosowa Salurkan 9,3 Ton Paket Pangan dan Gelar Buka Puasa Bersama

HUT ke-53 dan Ramadan Berkah di Barru: Bosowa Salurkan 9,3 Ton Paket Pangan dan Gelar Buka Puasa Bersama

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
14 Maret 2026

Bingkai Berbagi Ramadan 2026, Kolaborasi Fotografer Se-Ajatappareng Santuni Panti Asuhan Sitti Khadijah

Bingkai Berbagi Ramadan 2026, Kolaborasi Fotografer Se-Ajatappareng Santuni Panti Asuhan Sitti Khadijah

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 Maret 2026

Pengusaha Parsel di Pinrang Kebanjiran Orderan Sejak Sebelum Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
7 Maret 2026

BeritaTerkini

Perkuat Sinergi, Bosowa Peduli dan Pemkot Makassar Salurkan 1.000 Paket Sembako bagi Petugas Layanan Publik di Karebosi

Perkuat Sinergi, Bosowa Peduli dan Pemkot Makassar Salurkan 1.000 Paket Sembako bagi Petugas Layanan Publik di Karebosi

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
19 Maret 2026

NasDem Sulsel Perkuat Konsolidasi di Dapil 2, Syaharuddin Alrif: Jaga Kepercayaan Rakyat

NasDem Sulsel Perkuat Konsolidasi di Dapil 2, Syaharuddin Alrif: Jaga Kepercayaan Rakyat

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
19 Maret 2026

Aliran Sungai Pekkabata–Lampa Tersumbat Sampah

Editor: Muhammad Tohir
18 Maret 2026

KAHMI Parepare Bukber, Berbagi hingga Diskusi

Editor: Muhammad Tohir
18 Maret 2026

Safari Ramadan Hari ke-27, Tasming Hamid Salurkan Bantuan Pembangunan Masjid

Editor: Muhammad Tohir
18 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan