• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Jumat, 27 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Opini: Dilema Pendidikan Zaman Now

Tim Redaksi Editor: Tim Redaksi
24 Januari 2019
di Opini
Dosen Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Parepare, Muhammad Qadaruddin.

Dosen Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Parepare, Muhammad Qadaruddin.

Gambar: Internet

Banyaknya mahasiswa yang mengeluhkan proses pembelajaran yang membosankan dalam ruang kelas tertutup. Pembelajaran dalam kelas sangat lama sekitar 40/45 menit/SKS X 2 SKS berarti sekitar 90 menit setiap mata kuliah. Dalam satu hari ada sekitar 4 mata kuliah jadi pembelajaran dalam kelas sekitar 360 menit pembelajaran berbasis knowledge.

Proses pembelajaran tidak bersifat kooperatif, dimana mahasiswa tidak aktif dalam kegiatan pembelajaran sehingga aspek afektif tidak berkembang.

Sesuai keputusan menteri pendidikan nasional nomor 232/U/2000 pasal 5 tentang beban studi program sarjana sekurang-kurangnya 144 SKS. Jika rata-rata mata kuliah memiliki 2 SKS maka jumlah mata kuliah pada satu program studi adalah sekitar 70 mata kuliah yang harus diampu oleh mahasiswa.

Selebihnya adalah mata kuliah yang memiliki bobot 3 SKS. Oleh karena itu sarjana tidak ada bedanya dengan robot yang memiliki kecerdasan buatan (artifisial intelegensi) mereka bekerja tanpa rasa, emosi, spiritual.

Faktor kurangnya keterlibatan mahasiswa dalam penelitian dan pengabdian dosen, sebagaimana dalam borang akreditasi tentang penelitian dosen dan mahasiswa, jumlah mahasiswa yang terlibat dalam penelitian dan pengabdian dosen.Keterlibatan mahasiswa dalam penelitian dan pengabdian masyarakat merupakan bentuk kaderisasi dalam riset dan sinergitas antara mahasiswa dan dosen dalam pengembangan riset.

Berita Terkait

Pemprov Sulsel dan Privy Sosialisasikan Ijazah Digital untuk Perguruan Tinggi

Bakal Studi Tour di Kampus Ternama, Upaya SMAN 5 Parepare Dorong Alumni Diterima di PT Favorit

Andi Dian Permana Profesor Farmasi Termuda di Indonesia, Punya 86 Artikel Ilmiah Terindeks Scopus

Reformasi Akademik atau Pelanggaran Standar? Perspektif Hukum atas Pembebasan Skripsi di Perguruan Tinggi

Pemerintah telah berusaha melakukan perbaikan kualitas pendidikan, setiap lembaga perguruan tinggi pada substansinya memiliki standar kompetensi yang sama, yang membedakan antara satu perguruan tinggi dengan perguruan tinggi lainnya adalah inovasi dan kreatifitas dalam mengemas kurikulum.

Kurikulum merupakan manifestasi dari visi-misi perguruan tinggi. Menurut  taksonomi Bloom tujuan pendidikan dibagi menjadi tiga domain, yaitu: cognitive domain, affective domain, psychomotor domain. Pada kognitif domain menekankan pada keterampilan berpikir, pada afektif domain menekankan pada sikap, pada psikomotorik domain menekankan pada kemampuan motorik.

Berdasarkan domain tersebut mahasiswa tidak hanya mampu mengingat, memahami, menerapkan, akan tetapi mahasiswa mampu menganalisis dan menciptakan suatu karya dan berperilaku mulia.

Langkah-langkah efektif dalam mengembangkan kualitas sarjana di perguruan tinggi adalah pertama, penyusunan mata kuliah secara fleksibilitas, kontekstual, sehingga sarjana dapat mengikuti perkembangan, perubahan zaman dan teknologi. Kedua, metode pembelajaran secara kontekstual, kreatif dan inovatif misalnya metode pembelajaran student central learning,problem solving.

Ketiga, peningkatan program akademik di luar kelas misalnya kegiatan seminar, training. Keempat, evaluasi soal ujian berbasis praktik dan praktikum. Kelima, peningkatan fungsi penasehat akademik. Keenam, melibatkan mahasiswa dalam kegiatan penelitian dan pengabdian dosen. Ketujuh, perbanyak mata kuliah berbasis praktik dan praktikum.Kedelapan, isu pendidikan seharusnya menjadi perhatian utama dalam debat capres dan wapres.

 

Penulis : Muhammad Qadaruddin
Dosen Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Parepare

Laman 2 dari 2
sebelumnya12
Terkait: IntelektualPendidikan Zaman NowPerguruan Tinggi

TerkaitBerita

Disrupsi Generasi dalam Lembaga Kemahasiswaan: Membaca Ketegangan Gen Z dan Gen Alpha terhadap Warisan Organisasi Lama

Disrupsi Generasi dalam Lembaga Kemahasiswaan: Membaca Ketegangan Gen Z dan Gen Alpha terhadap Warisan Organisasi Lama

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Maret 2026

...

Perang Iran–AS–Israel: Eskalasi Konflik Global dan Dampaknya

Perang Iran–AS–Israel: Eskalasi Konflik Global dan Dampaknya

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Maret 2026

...

Pendidikan dalam Bayang-bayang Krisis Energi, Siapa yang Menjadi Korban

Editor: Muhammad Tohir
25 Maret 2026

...

Remaja Jauh dari Islam, Krisis Moral dan Identitas Menerkam

Remaja Jauh dari Islam, Krisis Moral dan Identitas Menerkam

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Maret 2026

...

BeritaTerkini

Momen PSBM 2026, Bupati Ungkap Rahasia Pertumbuhan Ekonomi Sidrap

Editor: Muhammad Tohir
27 Maret 2026

Wabup Sidrap dan Wabup Bone Ziarah Makam Raja Bone ke-10 di Tellu Limpoe

Editor: Muhammad Tohir
26 Maret 2026

86 Peserta Bersaing Masuk Paskibraka Sidrap 2026

Editor: Muhammad Tohir
26 Maret 2026

Disrupsi Generasi dalam Lembaga Kemahasiswaan: Membaca Ketegangan Gen Z dan Gen Alpha terhadap Warisan Organisasi Lama

Disrupsi Generasi dalam Lembaga Kemahasiswaan: Membaca Ketegangan Gen Z dan Gen Alpha terhadap Warisan Organisasi Lama

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Maret 2026

Perang Iran–AS–Israel: Eskalasi Konflik Global dan Dampaknya

Perang Iran–AS–Israel: Eskalasi Konflik Global dan Dampaknya

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan