• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Senin, 30 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Dituding Kuasai Lahan Milik Negara, Bupati Enrekang Angkat Bicara

Muhammad Tohir Editor: Muhammad Tohir
12 November 2020
di Ajatappareng

ENREKANG, PIJARNEWS.COM — Ketua Komda Lembaga Missi Reclasseering Republik Indonesia (LMR-RI) Kabupaten Enrekang, Rahmat Lamada mengatakan ada indikasi Bupati Enrekang Muslimin Bando saat ini menguasai puluhan hektar lahan asset negara.

Rahmat juga menyampaikan dugaan pembentukan kelompok tani Fiktif untuk mendapatkan bantuan peralatan dan bibit dari Instansi terkait. Menurutnya, issue tersebut sudah menjadi sorotan publik jika Bupati menggarap lahan tersebut dan mengambil keuntungan pribadi dari kegiatan tersebut.

“Kadis Pertanian sendiri yang sudah mengakui bahwa alat-alat pertanian yang digunakan di Maiwa itu adalah milik kelompok tani. Sedangkan kelompok tani yang dimaksud Pak Kadis perlu dipertanyakan kelompok tani yang mana. Karena yang sementara bekerja disana adalah buruh tani sebagai pekerja harian yang menerima upah,” kata Rahmat.

Dia mengatakan kalau Kelompok tani itu harus memiliki lahan sendiri, sementara itu mereka yang bekerja disana menggarap lahan milik Negara. Terkait itu, Ketua LMR-RI, Rahmat Lamada meminta Kepolisian dan Kejaksaan segera turun ke lokasi melakukan penyelidikan dan investigasi, karena masalah itu sudah menjadi perbincangan publik dan sudah masuk dalam pemberitaan Media.

Sementara itu Bupati Enrekang, Muslimin Bando saat ditemui pijarnews.com (11/11/2020) menepis tudingan yang menyebutkan telah menguasai puluhan hektar lahan milik Negara atau lahan milik PTPN yang terletak di Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang, seperti tuduhan Media dan beberapa LSM.

Berita Terkait

Pemprov Sulsel dan PTPN Kolaborasi Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi Melalui PSN

Pj Gubernur Sulsel Harap 10 Ribu Hektar Lahan PTPN Bisa Digunakan Ditanami Pisang Cavendish

Hadiri Reuni SMEA-SMK 2 Sidrap, Bupati Enrekang Ungkap Niat Maju di DPR RI

Hadiri Silatda HIKMA se-Sultra, Bupati Enrekang Sebut HIKMA Punya Infrastruktur Organisasi yang Kuat

MB meluruskan keberadaannya di lokasi PTPN atas sepengetahuan PTPN dan bukan bermaksud menguasai lahan tersebut.

“Kalau ada yang berpendapat bahwa saya menguasai lahan milik Negara, ini perlu diluruskan. Semua orang tahu sejak tahun 2007 saya sudah masuk dilokasi kawasan ex somel, nah ketika saya tinggalkan, tempat itu menjadi sarang babi. Saat pandemi Covid-19 ini saya masuk lagi mengolah dan menggarap lahan itu,” ujar Muslimin Bando.

“Tapi buka berarti saya mau menguasai. Banyak keuntungannya kalau kita yang garap lahan ini, selain kita membuka lahan tidur sehingga gulma yang ada didalam bisa mati sambil menunggu pohon kepala sawit tumbuh. Jadi pihak PTPN tidak perlu lagi melakukan penyemprotan untuk membunuh gulma dan rumput lain yang tumbuh disitu,” tambahnya.

MB juga mempersilahkan bagi siapapun yang ingin bertani jangka pendek untuk ke PTPN. “Kita bantu PTPN untuk membuka lahan dengan menanam tanaman jangka pendek. Keuntungannya adalah pupuk yang kita tebar juga akan merembes ke kelapa sawit,” katanya.

Disamping lanjutnya, untuk membantu membunuh rumput yang tumbuh liar, juga membantu petani untuk berpenghasilan.
“Jika dikatakan saya memanfaatkan masyarakat untuk menggarap lahan pertanian itu tidak benar. Justru saya membantu masyarakat untuk berpenghasilan ganda, di lain sisi dia bertani, panen sendiri, hasilnya dijual dan diambil sendiri dan juga kita pekerjakan mereka untuk pengelolaan lahan. Dan mereka mendapat upah dari situ,” lanjut mantan loper koran itu.

Bupati mengatakan yang mengelola lahan PTPN tersebut adalah atas nama pribadi masing-masing, bukan atas nama pejabat apalagi atas nama OPD, sehingga hasilnya tentu masuk ke kantong masing-masing dan tidak masuk ke kas daerah.

“Yang masuk menggarap lahan itu bukan OPD, tapi pribadi masing-masing, mereka ongkosi sendiri dan garap sendiri. Jadi kalau ada anggapan yang mengatakan ini hanya akal-akalan saya saja yang menuding akan saya rubah nantinya menjadi milik pribadi itu namanya memfitnah. Saya ini sudah tua dan saya sangat tau aturan. Tidak mungkin saya mengambil lahan milik Negara menjadi lahan pribadi,” tandas MB.

Untuk itu Muslimin Bando meminta kepada semua pihak untuk melakukan kroscek terlebih dahulu sebelum melemparkan tudingan, karena MB takut jika tuduhan itu nantinya akan menjadi fitnah dan mengundang kebencian pada Pribadi Bupati dan Pemkab Enrekang. (*)

Reportee : Armin

Terkait: Bupati EnrekangKelapa SawitLahan Milik NegaraPTPN

TerkaitBerita

Tabrakan Maut Isuzu Box J&T vs Honda BR-V di Pinrang, Satu Penumpang Tewas

Tabrakan Maut Isuzu Box J&T vs Honda BR-V di Pinrang, Satu Penumpang Tewas

Editor: Muhammad Tohir
29 Maret 2026

...

Puncak Arus Balik di Pelabuhan Parepare Diprediksi Sabtu Ini, Penumpang Tembus 7.000 Orang

Puncak Arus Balik di Pelabuhan Parepare Diprediksi Sabtu Ini, Penumpang Tembus 7.000 Orang

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Maret 2026

...

Pantau Arus Balik di Pelabuhan Parepare, Wakil Wali Kota Sebut Kapasitas Kapal Masih Normal

Pantau Arus Balik di Pelabuhan Parepare, Wakil Wali Kota Sebut Kapasitas Kapal Masih Normal

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Maret 2026

...

Setelah Puluhan Tahun, Takbir Kembali Menggema di Stadion Ganggawa

Setelah Puluhan Tahun, Takbir Kembali Menggema di Stadion Ganggawa

Editor: Muhammad Tohir
21 Maret 2026

...

BeritaTerkini

Tabrakan Maut Isuzu Box J&T vs Honda BR-V di Pinrang, Satu Penumpang Tewas

Tabrakan Maut Isuzu Box J&T vs Honda BR-V di Pinrang, Satu Penumpang Tewas

Editor: Muhammad Tohir
29 Maret 2026

Sidrap Open Pickleball 2026 Digelar Mei, Bupati Ajak Atlet ke Sidrap

Editor: Muhammad Tohir
28 Maret 2026

Momen PSBM 2026, Bupati Ungkap Rahasia Pertumbuhan Ekonomi Sidrap

Editor: Muhammad Tohir
27 Maret 2026

Wabup Sidrap dan Wabup Bone Ziarah Makam Raja Bone ke-10 di Tellu Limpoe

Editor: Muhammad Tohir
26 Maret 2026

86 Peserta Bersaing Masuk Paskibraka Sidrap 2026

Editor: Muhammad Tohir
26 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan