• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Jumat, 13 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Topik Utama

Dongeng: Kawin Paksa Untuk Kekuasaan

Ibrah La Iman Editor: Ibrah La Iman
28 Februari 2018
di Topik Utama
Saiful Jihad tentang kawin paksa

Saiful Jihad

Dahulu kala, ada sebuah hutan bakau dipinggir laut dekat Gunung Nepo. Hutan itu dikenal dengan nama Parapara. Pada suatu hari, satwa yang mendiami hutan tersebut lagi ramai membicarakan rencana pemilihan raja baru untuk memerintah 5 tahun kedepan. Nampaknya satwa yang hidup di hutan itu sudah pada tahu. Setiap 5 tahunan mereka akan melakukan pemilihan raja dan pemimpin yang diharapkan dapat memandu mereka mewujudkan kehidupan damai dan sejahtera di wilayah mereka.

Dari informasi yang mulai beredar, ada beberapa calon raja baru yang ingin duduk di singgasana dan memerintah di hutan Parapara, ada Singa, Harimau, Haina, Badak, Rusa, Monyet dan Buaya. Mereka semua sudah pada memasang gambar mereka dengan disertai program yang akan mereka kerjakan jika dipercaya menjadi raja.

Hiruk-pikuk para pendukung calon mempromosikan dukungannya dengan berbagai cara dan metode mulai menghias kehidupan hutan tersebut. Ada yang naik ke atas pohon lalu menggoyang-goyang ranting agar mendapat perhatian, ada yang mengaum untuk menakuti penduduk hutan, ada yang mencakar-cakar pohon memperlihatkan ketajaman kukunya, ada juga yang rajin berbagi buah untuk menggambarkan dia dermawan, ada yang mempertontonkan keindahan tubuhnya, keindahan tanduk-nya, serta kekuatan larinya.

Bahkan ada yang berpuasa makan untuk mencitrakan dia peduli, dan banyak lagi tingkah mereka untuk membuat penduduk hutan bisa mempercayakan kepemimpinan kepadanya.

Berita Terkait

Hamil 5 Bulan, Ibu dan Anak Gepeng di Pinrang Dipulangkan ke Makassar

Bupati Sidrap Lepas Pengiriman Puluhan Ton Telur ke Kalimantan, Sultra, dan Makassar

Wamendagri Apresiasi Inovasi Digitalisasi Pelayanan Publik Pemkot Makassar

Pemkab Sidrap dan Pemkot Makassar Bakal Jalin Kerjasama Terkait Pangan

Nampaknya, hinggar-bingar dan keriuhan di hutan itu membangunkan Raja Agung yang bertahta di puncak gunung Nepo dari istirahatnya. Sang raja mencoba memasang telinganya, dia mendengar suara yang kadang rendah, lalu meninggi di hutan Parapara. Auman, ringkikan bersahut-sahutan, dan saat matanya di buka pelan lalu memandang ke arah Hutan tersebut.

Raja Agung melihat beberapa pohon dan dahan kayu bergoyang keras, air sungai sampai ke muara beriak dahsyat, bahkan beberapa dahan dan ranting jadi patah. Dia sebenarnya faham apa yang terjadi, bahkan dia juga suka dengan atraksi seperti itu, namun dia juga punya kepentingan untuk menjaga stabilitas di wilayah kerajaan Gunung Nepo dan sekitarnya.

Suatu hari, dia mencoba mengundang beberapa calon pemimpin di hutan Parapara yang dianggap bisa patuh dan setia pada kekuasaannya untuk mendengarkan progres usaha mereka dalam memenangkan simpati penduduk hutan, serta mendiskusikan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi kedepan.

Dari hasil pertemuan dan diskusi antara Raja Agung dengan si Harimau dan si Singa dia mendapat gambaran bahwa kalau pemilik hutan ingin berkuasa di hutannya, maka antara si Harimau dan si Singa mesti disatukan, dan kalau perlu “dipaksa kawin” agar mereka bisa bersatu. Karena jika tidak, maka Buaya, penguasa sungai dan muara akan menjadi raja di hutan itu, dan ini dianggap dapat merusak wibawa dan martabat kerajaan hutan.

Setelah pemikiran ini disampaikan kepada Harimau dan Singa, sempat terjadi tarik-menarik dan diskusi yang panas. Karena keduanya merasa layak jadi Raja dan ogah menjadi Perdana Menteri.

Raja Agung: “kamu Harimau dan Singa, mesti menyatu”. Salah satu kalian jadi raja dan yang lain jadi Perdana Menteri.”

Harimau: “Maaf tuangku, sejak awal, bahkan sejak periode-periode sebelumnya cita-cita saya memang untuk menjadi Raja, dan bukan menjadi Perdana Menteri. Saya bersedia bersatu jika saya pada posisi Raja”

“Tidak bisa begitu tuanku, saya juga sama, saya pada periode dahulu juga sudah bercita-cita jadi Raja, bukan dan tidak untuk posisi Perdana Menteri. Bahkan periode kemarin saya sudah jadi Perdana Menteri sekiranya saya mau.” kata Singa tidak kalah tegasnya.

Raja Agung: “Begini…, kalian adalah adik-adik saya, jika kalian berkeras dan tidak ada mau mengalah salah satunya, maka kerajaan di hutan itu akan dikuasai oleh penguasa sungai dan muara, kalian mesti bersatu. Masalah pembagian kekuasaan, itu gampang dibicarakan, kita buat aturannya.”

“Lalu siapa diantara kami yang mesti jadi raja dan menjadi perdana menteri tuanku?” tanya Singa dan Harimau bersamaan.

“Begini…, ini keputusan saya, Harimau jadi Raja dan kamu Singa jadi Perdana Menteri. Tetapi dalam menjalankan pemerintahan nanti, Harimau tidak boleh membuat kebijakan tanpa pembicaraan dan diskusi antar kalian berdua. Kalian mesti jadi dwi-tunggal, tidak boleh jalan sendiri-sendiri.” Kata Raja Agung tegas.

Mendengar keputusan tersebut, keduanya akhirnya menerima. Harimau merasa puas karena keinginannya dapat disetujui Raja Agung. Sedangkan Singa, meski perasaan mendongkol, namun dia berharap itulah keputusan yang terbaik. Semoga pesan Raja Agung tentang mekanisme pengambilan keputusan dan kebijakan dalam pemerintahan nanti dapat berjalan sesuai yang diharapkan.

Pada hari yang sudah ditentukan, pelaksanaan pemilihan raja di hutan Parapara dilaksanakan. Para calon dan pendukungnya optimis akan memenangkan pemilihan itu. si Harimau dan si Singa yang dahulunya menjadi rival kuat, akhirnya menjadi satu. Penguasa sungai dan muara juga hadir dengan kebesarannya, demikian pula penguasa pepohonan dan penghuni hutan lainnya hadir di tempat pemilihan.

Panitia pemilihan lalu menyampaikan, bahwa masing-masing hewan akan menulisakan nama calon yang akan dipilihnya dibilik suara. Pemilihanpun berjalan dengan baik, meski riak-riak saling menggesekkan tubuh, mengibas-ibaskan ekor dan injak kaki menjadi pernak-pernik dalam acara tersebut.

Setelah semua sudah memberikan suara, panitia lalu menghitung hasilnya, dan dinyatakan bahwa pasangan Harimau dan Singa menjadi pemenang. Maka dikukuhkanlah mereka sebagai Raja dan Perdana Menteri hutan Parapara untuk 5 tahun kedepan.

Bagaimana kisah mereka dalam menjalankan pemerintahan di hutan itu? Apakah mereka yang pada dasarnya masing-masing memiliki ego berkuasa yang besar bisa bergandeng tangan dan seiring memberi layanan kepada penduduk hutan dengan baik? kita tunggu episode berikutnya dengan judul “Berebut Kuasa”.

Saiful Jihad.

Makassar, 28 Februari 2018

 

Terkait: DongengKawin PaksaKekuasaanMakassar

TerkaitBerita

SD Unggulan Segera Hadir di Majene, Padukan Sains dan Tahfidz

SD Unggulan Segera Hadir di Majene, Padukan Sains dan Tahfidz

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
12 Maret 2026

...

Komisi IX DPR RI Gandeng ICMI Muda Sulsel Sosialisasi  Program MBG di Makassar

Komisi IX DPR RI Gandeng ICMI Muda Sulsel Sosialisasi Program MBG di Makassar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 Maret 2026

...

Pemkab Pinrang Terima Bantuan 3 Unit Motor Pengangkut Sampah

Editor: Muhammad Tohir
12 November 2025

...

Tujuh Dusun di Sidrap Diterjang Longsor, 1.414 Warga Terjebak Tanpa Akses Jalan

Editor: Muhammad Tohir
27 September 2025

...

Ramadan 1447H

Bingkai Berbagi Ramadan 2026, Kolaborasi Fotografer Se-Ajatappareng Santuni Panti Asuhan Sitti Khadijah

Bingkai Berbagi Ramadan 2026, Kolaborasi Fotografer Se-Ajatappareng Santuni Panti Asuhan Sitti Khadijah

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 Maret 2026

Pengusaha Parsel di Pinrang Kebanjiran Orderan Sejak Sebelum Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
7 Maret 2026

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Casemix RSUD Andi Makkasau Gelar Buka Puasa Unik

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Casemix RSUD Andi Makkasau Gelar Buka Puasa Unik

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

Ramadan Berbagi, Apersi Sulsel Salurkan Bantuan Rp3,4 Miliar

Ramadan Berbagi, Apersi Sulsel Salurkan Bantuan Rp3,4 Miliar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

Pemkot Parepare Lepas 1.000 Paket Sembako Pasar Murah Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
3 Maret 2026

BeritaTerkini

Meriahkan Syiar Islam, Pemkot Parepare Gelar Lomba Takbiran Keliling

Editor: Muhammad Tohir
13 Maret 2026

Pelayanan Publik 2025,Parepare Raih Opini Kualitas Tinggi dari Ombudsman RI

Editor: Muhammad Tohir
12 Maret 2026

Imigrasi Parepare Raih penghargaan Sangat Baik Opini Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik 2025.

Editor: Muhammad Tohir
12 Maret 2026

Pimpin Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026, Kapolres Sidrap: Persiapan Matang Sangat Dibutuhkan

Pimpin Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026, Kapolres Sidrap: Persiapan Matang Sangat Dibutuhkan

Editor: Muhammad Tohir
12 Maret 2026

Panen Bersama Petani di Lasiwala, Bupati Sidrap Mengaku Terharu Karena Ini

Editor: Muhammad Tohir
12 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan