• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Minggu, 29 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Dua Warga Sulsel Diisolasi, Diduga Cacar Monyet

Muhammad Tohir Editor: Muhammad Tohir
24 Agustus 2022
di Kesehatan
Kepala Bidang Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel, Erwan Tri Sulistiyo saat ditemui di Ruangannya, Rabu (24/8/2022).

Kepala Bidang Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel, Erwan Tri Sulistiyo saat ditemui di Ruangannya, Rabu (24/8/2022).

MAKASSAR, PIJARNEWS.COM–Cacar Monyet diduga telah masuk di Sulawesi Selatan, hal itu berdasarkan keterangan Kepala Bidang Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel, Erwan Tri Sulistiyo saat ditemui di Ruangannya, Rabu (24/8/2022).

Erwan menyebutkan sebanyak dua orang diduga telah mengalami gejala Cacar Monyet dan telah dirawat di Rumah Sakit Perguruan Tinggi (RSPT) Universitas Hasanuddin (Unhas), sementara yang lainya di rawat di RS Labuan Baji.

Pasien yang dirawat di RS Labuan Baji, merupakan laki-laki berusia 22 tahun yang tinggal di Jalan Pendidikan Kompleks Griya Mas Rappocini.

Direktur RS Labuan Baji, Haris Nawawi, menerangkan pasien tersebut sementara dirawat di ruang Isolasi yang masuk sejak dua hari lalu.

“Ini sebenarnya baru suspek jadi dicurigai monkey poks (cacar monyet) yang masuk ke dua hari terakhir di RS Labuang Baji,” ungkap Haris.

Berita Terkait

Hamil 5 Bulan, Ibu dan Anak Gepeng di Pinrang Dipulangkan ke Makassar

Bupati Sidrap Lepas Pengiriman Puluhan Ton Telur ke Kalimantan, Sultra, dan Makassar

Kasus ISPA di Parepare Meningkat, Dinkes Imbau Warga Waspada di Musim Pancaroba

Wamendagri Apresiasi Inovasi Digitalisasi Pelayanan Publik Pemkot Makassar

Haris menerangkan, pasien tersebut mengalami gejala mirip dengan gejala Cacar Monyet, yakni demam tinggi selama satu setengah hari, kemudian muncul ruam-ruam di wajah lalu merembes ke seluruh tubuhnya.

“Ciri-cirinya hampir sama (cacar monyet) dia demam tinggi 1/2 hari terus muncul ruam-ruam di muka terus sekarang sampai satu badan,” terang Haris saat ditemui di Kampus Unhas.

Ia menerangkan, dugaan kuat terhadap pasien itu mengidam cacar monyet, karena pasien mengalami pembengkakan pada kelenjar sebelah kiri lehernya.

Selain itu ia juga menjelaskan bahwa pasien tersebut tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar daerah, pulau maupun negeri.

“Tapi ini orang tidak pernah ada riwayat perjalanan, luar maupun dalam,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Humas RS Unhas, Andi Alfian Zainuddin juga menerangkan hal yang serupa, pasien yang dirawat di RS Unhas juga mengidam gejala yang sama dengan gejala cacar monyet.

Alfian mengatakan pasien laki-laki yang berusia 30 tahun itu, datang dengan keluhan demam, batuk, sesak dan ada ruam seperti cacar.

“Datang dengan keluhan demam, batuk, sesak dan ada ruam seperti cacar,” ungkap Alfian saat ditemui di RS Unhas, Rabu (24/8/2022).

Ia juga menerangkan pasien yang diduga mengidam cacar monyet itu juga mengalami pembengkakan pada kelenjarnya.

“Seperti sakit biasa, yah, ada ruam seperti cacar yah, cacar air dan ada ruam di beberapa bagian tubuhnya, juga ada beberapa kelenjar,” terangnya.

Selain itu, pasien dideteksi memiliki perjalanan di luar Sulsel yakni Jakarta.

Pihaknya telah melaporkan hal tersebut kepada Dinkes Sulsel, melalui Dinkes, sampel kedua pasien telah di kirim ke Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) di Jakarta.

Berdasarkan Informasi yang dihimpun hasil pemeriksaan sampel yang menentukan pasien mengidam cacar monyet akan diketahui Sabtu, (27/8/2022) mendatang.

Reporter: Sucipto Al-Muhaimin

Terkait: Cacar MonyetDinkesMakassar

TerkaitBerita

Wali Kota Parepare Tegaskan Faskes Dilarang Tolak Pasien JKN Nonaktif Sementara

Editor: Muhammad Tohir
18 Februari 2026

...

Satu Tahun Program Makan Bergizi Gratis: Antara Cita-cita Mulia dan “Bom Waktu” Penyakit

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
10 Januari 2026

...

Pelantikan Pengurus IDI, Bupati Pinrang Minta Layanan Jadi Prioritas

Pelantikan Pengurus IDI, Bupati Pinrang Minta Layanan Jadi Prioritas

Editor: Muhammad Tohir
12 Oktober 2025

...

Cegah DBD, Anggota DPRD Sidrap Turun Langsung Lakukan Fogging di Massepe

Editor: Muhammad Tohir
25 Juni 2025

...

BeritaTerkini

Tabrakan Maut Isuzu Box J&T vs Honda BR-V di Pinrang, Satu Penumpang Tewas

Tabrakan Maut Isuzu Box J&T vs Honda BR-V di Pinrang, Satu Penumpang Tewas

Editor: Muhammad Tohir
29 Maret 2026

Sidrap Open Pickleball 2026 Digelar Mei, Bupati Ajak Atlet ke Sidrap

Editor: Muhammad Tohir
28 Maret 2026

Momen PSBM 2026, Bupati Ungkap Rahasia Pertumbuhan Ekonomi Sidrap

Editor: Muhammad Tohir
27 Maret 2026

Wabup Sidrap dan Wabup Bone Ziarah Makam Raja Bone ke-10 di Tellu Limpoe

Editor: Muhammad Tohir
26 Maret 2026

86 Peserta Bersaing Masuk Paskibraka Sidrap 2026

Editor: Muhammad Tohir
26 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan