• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Jumat, 27 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Esai : Mendekatkan diri dengan Kelurahan Watang Bacukiki Kota Parepare, Awas Jatuh Cinta!! (1)

Dian Muhtadiah Hamna Editor: Dian Muhtadiah Hamna
14 November 2022
di Budaya dan Sastra

 

Oleh : Rizal (Mahasiswa KPM IAIN Parepare)

Kelurahan Watang Bacukiki, yang merupakan bagian dari wilayah kecamatan Bacukiki dengan wilayah terluas menyimpan banyak kekayaan dan sejarah, berbatasan langsung dengan Kabupaten Sidrap dan Kabupaten Barru. Kota Parepare yang menyimpan banyak sejarah yang unik dan sangat menarik untuk diketahui, baik dari segi tempat bersejarah maupun cerita turun temurun masyarakat yang masih terjaga dan patut untuk di ulik dan di lestarikan.

Tapi penulis kali ini  belum membahas terkait budaya dan  sejarah Kota parepare di Bacukiki, tetapi akan membahas salah satu wilayah di Kelurahan Watang Bacukiki yang juga memiliki peluang dan potensi jika diupayakan dan dimaksimalkan. “ RW IV Mangimpuru”, nama yang mungkin masih awam bagi masyarakat yang berada di luar wilayah kelurahan Watang Bacukiki dan penulis akan memberikan informasi dan data lebih lanjut, ikuti setiap tulisan yang update setiap saat.

Sebelum kami mengenal RW Mangimpuru, pemuda dengan jumlah 11 orang ini mendapat tugas mengabdi kepada masyarakat yang merupakan persyaratan wajib untuk mereka tempuh dalam menyelesaikan studi pendidikan dan mereka memutuskan untuk melakukan pengabdian di salah satu kelurahan yang terletak di Kecamatan Bacukiki yaitu Kelurahan Watang Bacukiki. Alasan kami tertarik dengan Kecamatan Bacukiki dan Kelurahan Watang Bacukiki bukan karna hanya sejarah dan budayanya saja, tetapi banyak juga potensi-potensi kekayaan alam yang bisa masyarakat olah dan manfaatkan dengan baik.

Berita Terkait

498 Mahasiswa PPG IAIN Parepare Lulus UP, Tingkat Kelulusan Capai 99,60%

Membungkam Kritik dengan Air Keras

Jurnal Banco IAIN Parepare Resmi Terindeks Scopus

Kepala Pusat Publikasi dan Penerbitan LPPM IAIN Parepare Lulus 2 Tahun 7 Bulan dengan IPK 4.00 di UNM

Tidak hanya itu, dengan potensi alam tersebut, Bacukiki juga mampu dijadikan sebagai destinasi kota wisata yang ada di kota parepare. Sinergitas antara pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk bisa memperkenalkan sekaligus mengeksplorasi kekayaan tersebut.

Bagi orang awam ketika mendengar Kecamatan Bacukiki adalah bagian dari Kota Parepare pasti berimajinasi bahwa daerah tersebut besar dan maju baik dari segi infrastruktur, pembangunan, pendidikan, teknologi dan lain-lain. Hal itu disampaikan masyarakat atas pandangan mahasiswa dari luar daerah yang melakukan kegiatan KKN dan mengatakan hal tersebut ketika hendak pertama kali ingin memasuki wilayah dari Kecamatan Bacukiki. Namun hal dan imajinasi  itu hanya berlaku di bagian perkotaan saja, tidak mencakup ke seluruh bagian wilayah Kota Parepare, salah satunya adalah wilayah Kecamatan Bacukiki yang masih tetap terjaga keasliannya baik dari segi lingkungan, adat dan budaya masyarakat begitupun kesuburan alam dan tanah. Pembaca dapat mengimajinasikan daerah Kecamatan Bacukiki, Khususnya pada daerah Kelurahan Watang Bacukiki seperti pedesaan-pedesaan pada umumnya, hijau dan subur.

Jika pertama kali memasuki wilayah Kecamatan Bacukiki, kalian akan menjumpai gapura besar bertuliskan selamat datang, di suguhkan dengan pemandangan dan tumbuhan hijauan, perbukitan, dan gunung-gunung. Beberapa batu yang besarnya menghampiri rumah juga akan kalian temui, ada juga batu besar sebagai simbolis dan ciri khas daerah letaknya berada di tengah jalan yang akan kalian jumpai ketika masuk kedalam. Informasi yang kami dengar disana, Bacukiki yang menyimpan sejarah juga merupakan bekas pelabuhan dan kerajaan, dengan data peninggalan dan informasi yang kami dapat sepenuhnya bersifat informatif berdasarkan apa yang kami dapat dari hasil observasi, pendataan, dan wawancara di masyarakat setempat.

Kami rasakan perlakuan masyarakat sangat ramah dan rutinitas kegiatan masyarakat disana setiap hari dalam hal kegiatan bersosial adalah setiap hari jumatnya yaitu melakukan kerja bakti, membersihkan pekarangan rumah, dan area sekitar jalan masuk Kantor Kelurahan Watang Bacukiki agar terbebas dari sampah-sampah plastik yang bisa membuat lingkungan tercemar.

Salah satu alasan mengapa pemerintah Kota Parepare memilih Kecamatan Bacukiki menjadi perwakilan ketika ada lomba kebersihan tingkat provinsi karena wilayah Bacukiki selain wilayah yang hijau, juga merupakan wilayah yang dijaga kebersihannya sebagai wilayah yang terbebas dari kumuh. Ketika mewakili Kota Parepare dalam lomba kebersihan selalu mendapatkan penghargaan dan juara. Bahkan , hal itu dibuktikan dengan sinergitas pemerintah kelurahan, RW/RT, dan masyarakat sekitar bergotong royong melakukan jumat bersih sekali dalam seminggu.

Jika kita meninjau dalam perspektif ekonomi, keberhasilan suatu daerah dapat dilihat dan diukur dari prestasi yang diraih dan tantangannya adalah pengembangan potensinya, tentunya kualitas SDM masyarakat sangat diperlukan. Begitupun sebaliknya, kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat dapat dilihat dari seberapa besar usaha pemerintahan untuk memberi dukungan dalam mata pencaharian sebagai kebutuhan hidup dan pemberdayaan masyarakat sebagai senjata agar memiliki kualitas untuk mampu bersaing. Sumber daya alam yang melimpah merupakan peluang yang sangat besar jika masyarakat ataupun pemerintah mampu melihat dan memanfaatkannya. Sumber daya alam yang melimpah sebagai modal awal yang dijadikan sebagai bahan baku untuk memproduksi

Kelurahan Watang Bacukiki dianugerahi sumber daya alam yang subur dan melimpah. Dengan lahan yang luas dan subur inilah masyarakat mampu memanfaatkannya sebagai mata pencaharian untuk memenuhi kebutuhan hidup, dijadikan sebagai lahan untuk membajak sawah yang nantinya akan di jadikan tempat menanamsuatu barang yang bisa di perkenalkan bahkan ditingkatkan nilai jualnya.

Mayoritas penduduk Kelurahan Watang Bacukiki adalah bermata pencaharian sebagai petani. Ada juga petani tambak, peternak, berkebun dan masih banyak lagi. Namun penghasilan yang paling besar di Kelurahan Watang Bacukiki adalah hasil dari sawahnya.

Penulis saat ini hanya memberikan gambaran dan hal apa saja yang ada di Kecamatan Bacukiki, membutuhkan waktu dan mengenal lebih dalam  agar bisa jatuh cinta di Kelurahan Watang Bacukiki. Adapun penjelasan, pembahasan, dan penelusurah lebih mendalam terkait dengan adat budaya dan kehidupan masyarakatnya akan kami bahas di tulisan selanjutnya dan begitupun faktor-faktor keberhasilan ataupun kendala dari masyarakat yang berada di Kelurahan Watang Bacukiki. (*)

Terkait: EsaiIAIN Parepare

TerkaitBerita

Lestarikan Budaya, Tim dosen UMS Rappang Latih Tari Tradisi dan Kreasi Sanggar Seni Aiyra di Soppeng

Editor: Tim Redaksi
28 Oktober 2025

...

Kerabat Arung Batulappa Bentuk Dewan Adat, Bakal Godok Nama untuk Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Kerabat Arung Batulappa Bentuk Dewan Adat, Bakal Godok Nama untuk Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Editor: Muhammad Tohir
7 Agustus 2025

...

“Art The Seen Exhibition”: Jejak Akademik, Estetik, dan Etik dalam Ruang Pamer Seni Rupa Unismuh Makassar

“Art The Seen Exhibition”: Jejak Akademik, Estetik, dan Etik dalam Ruang Pamer Seni Rupa Unismuh Makassar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
2 Juli 2025

...

Juli, SSB BSF IAIN Bone-Dinas Kebudayaan Gelar SEBAYA FEST 2025 Antar Pelajar

Juli, SSB BSF IAIN Bone-Dinas Kebudayaan Gelar SEBAYA FEST 2025 Antar Pelajar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
21 Juni 2025

...

BeritaTerkini

Momen PSBM 2026, Bupati Ungkap Rahasia Pertumbuhan Ekonomi Sidrap

Editor: Muhammad Tohir
27 Maret 2026

Wabup Sidrap dan Wabup Bone Ziarah Makam Raja Bone ke-10 di Tellu Limpoe

Editor: Muhammad Tohir
26 Maret 2026

86 Peserta Bersaing Masuk Paskibraka Sidrap 2026

Editor: Muhammad Tohir
26 Maret 2026

Disrupsi Generasi dalam Lembaga Kemahasiswaan: Membaca Ketegangan Gen Z dan Gen Alpha terhadap Warisan Organisasi Lama

Disrupsi Generasi dalam Lembaga Kemahasiswaan: Membaca Ketegangan Gen Z dan Gen Alpha terhadap Warisan Organisasi Lama

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Maret 2026

Perang Iran–AS–Israel: Eskalasi Konflik Global dan Dampaknya

Perang Iran–AS–Israel: Eskalasi Konflik Global dan Dampaknya

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan