• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Jumat, 6 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Opini

Esai: Renungan Isra’ Mi’raj

Alfiansyah Anwar Editor: Alfiansyah Anwar
24 April 2017
di Opini
Esai: Renungan Isra’ Mi’raj

Penulis: Saiful Jihad


“Sholat adalah proses sekaligus media mi’raj seorang mu’min” (al-hadits).

Dari sekian makna dan pemaknaan atas peristiwa Isra’ mi’raj Nabi Muhammad Saw., yang diperingati dengan berbagai bentuk setiap tahunnya, maka sholat merupakan hikmah terbesar yang diperoleh dan disampaikan Nabi kepada umatnya.

Berita Terkait

Dari Langit ke Bumi: Pesan Ekoteologi Dalam Peristiwa Isra Mi‘Raj

Integrasi Budaya dan Agama, Warga Desa Buttu Sawe Rawat Tradisi Ma’baca dalam Peringatan Isra’ Mi’raj 1446 Hijriah

Momentum Isra’ Mi’raj, RSUD Andi Makkasau Parepare Ajak Tingkatkan Iman dan Pelayanan

Ini Penjelasan UAH Soal Duka Keluarga Rasulullah Sebelum Peristiwa Isra Mi’raj

Ribuan buku dan tulisan yang dibuat untuk menjelaskan hakekat dan makna sholat itu sendiri, sebagai hikmah terbesar dari peristiwa isra’ mi’raj Nabi, dan dari sekian banyak makna, saya memahami bahwa sholat, adalah media bagi seorang yang beriman untuk memproses diri agar bisa mencapai derajat kemakhlukan yang tinggi (melakukan mi’raj), dan menembus sekat-sekat yang menghalangi dirinya untuk berdialog dengan Tuhan-nya.

Sholat adalah ibadah fisik, ibadah lisan dan ibadah hati (bathin), dalam sholat ada gerak, ada ucapan dan ada pengakuan yang sifatnya bathin (pekerjaan hati), “aqim al-sholat lidzikry” (dirikan sholat untuk bisa selalu terhubung/mengingat Aku) kata Tuhan. Itulah maknanya, mengapa seorang dituntut khusyu’ dalam sholatnya, dan kekhusyu’an itu, dapat diraih, jika tiga aspek dalam diri kita (tubuh, lisan dan hati) menyatu dalam setiap rukun sholat kita….

Takbiratul ihram, biasa disebut dalam defenisi fiqhi, sebagai awal dari ritual sholat, dan setelah seseorang mengangkat tangan dan mengucapkan takbir, maka dia tidak lagi diperbokehkan membangun komunikasi lain, selain hanya pada Allah (واقم الصــلوة لذكري). Tetapi sholat seorang hamba sah jika diakhir dengan “salam”.

Salam adalah salah satu rukun sholat (rukun ke-12), yang mesti dilakukan agar sholat secara syar’iy sah, sebab jika ada rukun yang tidak dilaksanakan, maka sholat menjadi tidak sah.

Dalam praktiknya, salam itu adalah menoleh ke kanan dan ke kiri, dengan mengucapkan “assalamu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh”, semoga keselamatan, kasih-sayang Allah dan keberkahan Allah, untuk kalian semua.

Ini mestinya memberi isyarat tegas, bahwa seorang yang telah membangun hubungan baik, berkomunikasi baik, berdialog dan bermesraan” dengan Tuhan-nya, maka dia juga mesti dapat merefleksikan harmoni dengan Tuhan kepada manusia, makhluk dan alam semesta yang ada di sekitarnya. Dia mesti bergerak (menoleh) untuk menebarkan salam (keselamatan) rahmah (kasih-sayang) barokah (keberkahan dan kebermanfaatan) kepada semua makhluk tanpa terkecuali. Salam yang ia ucapkan, tidak ditujukan hanya pada etnis, kelompok agama atau komunitas tertentu, tetapi untuk semua manusia, bahkan untuk semua makhluk Tuhan di sekitar dia.

Dengan demikian, jika ada yang melakukan tindakan diluar dari makna salam tersebut, seperti melakukan pengrusakan alam (eksploitasi alam) untuk memuaskan nafsu dan keserakahannya, membabat hutan tanpa memikirkan dampaknya, merusak biota laut dengan membom ikan, membuat tetangga tidak nyaman, menyakiti, mencaci, menghina makhluk lain, dan perbuatan yang tidak menggambarkan semangat dalam kalimat salam, meski dibungkus dengan simbol agama atau simbol kebenaran lainnya, maka hakikatnya dia lalai atau meninggalkan rukun sholatnya yang ke-12 itu (salam), dan dalam hukum fiqh, sholatnya bisa menjadi tidak sah. Jika hal itu dilakukan karena dia lupa, maka dia mesti sujud sahwi dan mencukupkan yang kurang tersebut…., ini juga berarti, bahwa dia mesti mengakui kekhilafannya dan mau memperbaiki kesalahan yang dilakukan…..

Dengan pemaknaan ini, maka sholat akan fungsional, tidak sekedar ritual formal. Sholat tidak hanya menjadikan seseorang shaleh secara individual, tetapi juga shaleh secara sosial….
(تنهى عن الفخشــاء و المنكر)

Itu juga sebabnya, mengapa Nabi mesti kembali ke bumi untuk menebar salam, kasih-sayang dan keberkahan, meski secara spiritual dalam mi’raj dia memperoleh sebuah derajat, penghargaan dan kenikmatan tertinggi dari Tuhannya, karena missi kesempurnaan itu diraih dengan membangun relasi harmoni secara vertikal dan horizontal.
(ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ أَيْنَ مَا ثُقِفُوا إِلَّا بِحَبْلٍ مِنَ اللَّهِ وَحَبْلٍ مِنَ النَّاس)ِ

Dengan demikian, sholat memandu dan mendidik seorang yang beriman untuk mampu membangun harmoni dengan Tuhannya, dan harmoni dengan sesama makhluk…..

Selamat memperingati Isra’ Mi’raj Rasulullah Saw…..

Terkait: EsaiIsra Mi'raj

TerkaitBerita

Antara Akidah dan Akses Pasar: Polemik Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS

Antara Akidah dan Akses Pasar: Polemik Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

...

Islam Penyelemat Generasi dari Kasus ABH yang Meningkat

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
2 Maret 2026

...

Kegemilangan Sektor Pendidikan Islam yang Terpendam

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
27 Februari 2026

...

Menakar Kesejahteraan Guru di Tapal Batas

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Februari 2026

...

BeritaTerkini

Antara Akidah dan Akses Pasar: Polemik Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS

Antara Akidah dan Akses Pasar: Polemik Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Casemix RSUD Andi Makkasau Gelar Buka Puasa Unik

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Casemix RSUD Andi Makkasau Gelar Buka Puasa Unik

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

Ramadan Berbagi, Apersi Sulsel Salurkan Bantuan Rp3,4 Miliar

Ramadan Berbagi, Apersi Sulsel Salurkan Bantuan Rp3,4 Miliar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

Pemkot Parepare Lepas 1.000 Paket Sembako Pasar Murah Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
3 Maret 2026

Kesehatan Menurun, Try Sutrisno Tutup Usia

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
2 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan