• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan AI
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Sulselbar

Gen Indonesia: Nasib Perempuan dan Anak Pasca Bencana di Tengah Pandemi

Editor: Alfiansyah Anwar
7 Februari 2021
di Sulselbar
Gen

Diskusi soal penanganan pasca bencana di Masa Pandemi.

Gen
Diskusi soal penanganan bencana di Masa Pandemi.

“Kami sering didatangi ibu-ibu menggendong bayi. Mereka menempuh puluhan kilometer akses jalan yang rusak dengan sepeda motor untuk mengambil bantuan yang belum mereka dapatkan. Kami sebagai relawan berharap, ketika ada bantuan dari pemerintah tolong perhatikan kebutuhan untuk ibu dan anak. Paling tidak orang tua ngga pusing mencari minyak telon, ngga kebingungan mencari selimut untuk bayinya,” ujar Ridwan Alimuddin

Karmila Bakrie, relawan Sahabat Bencana di Majene, Sulawesi Barat, yang melaporkan langsung dari dusun Tamerimbi, desa Kabiraan, kecamatan Ulumanda, Majene, Sulawesi Barat menyebut, masih ada 3 dusun yang terisolasi. Di dalamnya, ada 31 bayi dan balita, 20 orang lanjut usia, 2 penyandang disabilitas dan 6 ibu hamil tanpa didampingi tenaga medis.

Karmila juga mengkritisi ketidak sesuaian data pemerintah soal korban bencana, padahal data menjadi acuan utama untuk menyalurkan bantuan.

Menanggapi laporan relawan yang melihat langsung kondisi pengungsi korban gempa utamanya perempuan dan anak, Kepala Pelaksana BPBD Sulawesi Barat, Darno Majid, meminta relawan berkomunikasi dengan pemerintah daerah untuk mempercepat pergerakan distribusi bantuan di masa transisi menuju fase rehabilitasi.

BeritaTerkait

Gelar Musyda Tarjih, Muhammadiyah Makassar Tegaskan Ustaz AI Tak Bisa Gantikan Ulama

Gelar Musyda Tarjih, Muhammadiyah Makassar Tegaskan Ustaz AI Tak Bisa Gantikan Ulama

19 Oktober 2026
Wali Kota Parepare: Lulusan ITH Harus Berdampak bagi Masyarakat

Wali Kota Parepare: Lulusan ITH Harus Berdampak bagi Masyarakat

17 Oktober 2026
Lima Mahasiswa KPI STAIN Majene Jalani PPL di Pijarnews.com Parepare

Lima Mahasiswa KPI STAIN Majene Jalani PPL di Pijarnews.com Parepare

14 Oktober 2026
PWM SulSel Lantik Pimpinan Baru Pesantren Hizbul Wathan Muhammadiyah Periode 2026–2030

PWM SulSel Lantik Pimpinan Baru Pesantren Hizbul Wathan Muhammadiyah Periode 2026–2030

13 Oktober 2026

Usman Suhuriah, wakil ketua DPRD Sulawesi Barat menyoroti data makro dan data spasial dalam bencana alam yang belum dimaksimalkan oleh pemerintah daerah. Padahal data menjadi upaya awal pemenuhan hak dasar untuk korban bencana dan fundamental untuk masuk ke tahap rehabilitasi, terlebih bencana alam masih mengintai masyarakat Indonesia yang hidup di wilayah Ring of Fire.

Penanganan korban bencana di Sulawesi Barat penting untuk jadi refleksi.

Rita Pranawati, wakil ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia menyebut kebutuhan perempuan dan anak, serta pemenuhan kebutuhan sandang, pangan, papan dan kesehatan jadi hal fundamental yang harus dipenuhi pemerintah agar tak menjadi masalah sosial tambahan saat menangani bencana.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana yang diwakili oleh Kapusdatin Raditya jati menyatakan, perempuan dan anak selalu menjadi prioritas BNPB. Bantuan untuk wilayah terisolasi pun dimaksimalkan melalui jalur udara dengan bantuan TNI. BNPB juga menyadari ada tantangan untuk menggerakkan siaga bencana yang melibatkan perempuan yang harus digarap BNPB. Sejauh ini, BNPB memulainya dengan gerakan Srikandi Siaga Bencana dan Srikandi Sungai.

Geografis Indonesia membuat tak ada satu wilayahpun di tanah air yang tidak rawan bencana.

Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kementerian Sosial, M Syafii Nasution menjadikan bencana alam di Sulawesi Barat sebagai pelajaran bagaimana pemerintah, masyarakat, relawan dan pihak swasta saling membantu dengan menjalin komunikasi yang baik untuk membantu mempercepat proses ditribusi bantuan dan membuka akses wilayah terisolasi.

Laman 2 dari 3
sebelumnya123Selanjutnya
Terkait: Covid-19Gempa BumiPandemi CovidPerempuan dan Anak

Berita Terkait

Gempabumi Guncang Bandung Raya, Beberapa Bangunan Rusak

Editor: Tohir Muhammad
18 September 2024

...

Dampak Gempa M6,2 di Kabupaten Garut

Dampak Gempa M6,2 di Kabupaten Garut

Editor: Tohir Muhammad
28 April 2024

...

Covid-19 Berlalu, Warga Tanete Ini Masih Hidup Dalam Pilu

Covid-19 Berlalu, Warga Tanete Ini Masih Hidup Dalam Pilu

Editor: Tohir Muhammad
26 April 2024

...

Berita Populer

  • Akibat Kabut Asap Sekolah Daring 2 Hari di Parepare, KBM Tatap Muka Dievaluasi

    Akibat Kabut Asap Sekolah Daring 2 Hari di Parepare, KBM Tatap Muka Dievaluasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ITH Parepare Gelar Wisuda Perdana, 79 Mahasiswa Resmi Sandang Gelar Sarjana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Selimuti Parepare, BPBD Catat 71 Hektare Lahan Terbakar Sejak Juli

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lima Mahasiswa KPI STAIN Majene Jalani PPL di Pijarnews.com Parepare

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wali Kota Parepare Lantik 18 Pejabat, Ini Nama-namanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kebijakan AI
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi