• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Kamis, 26 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Inilah Manfaat Mengonsumsi Buah Selama Ramadan

Alfiansyah Anwar Editor: Alfiansyah Anwar
30 Mei 2017
di Kesehatan, Sulselbar

PIJARNEWS.COM — Puasa penuh energi umumnya terjadi di pekan-pekan pertama Ramadhan. Kondisi tubuh biasanya masih fit saat itu. Memasuki pekan berikutnya gangguan ketahanan tubuh mulai tampak. Bibir kering, tubuh lemas, hingga rasa kantuk yang berkepanjangan.

Pakar gizi Dr Samuel Oetoro SpGK, menyebut perubahan pola makan menjadi penyebabnya. Penurunan frekuensi makan dan minum (dari biasanya tiga kali sehari jadi dua kali, sahur dan buka) menyebabkan metabolisme tubuh berkurang. Akibatnya tubuh kekurangan pasokan untuk menghasilkan energi.

Padahal puasa penuh manfaat bagi tubuh. Puasa membantu organ cerna tubuh beristirahat. Fungsi lainnya adalah membantu proses regenerasi sel, mengendalikan gula darah, lemak darah, mengurangi radikal bebas, serta detoksifikasi. Namun, pemilihan makanan yang tidak tepat justru membuat puasa sia-sia.

Pakar gizi dari Semanggi Specialist Clinic itu mengatakan, bugar selama berpuasa sesungguhnya bukan hal yang sulit. Kendati puasa mengakibatkan perubahan pola makan dan minum, bukan berarti puasa sama dengan mengurangi asupan gizi harian. Idealnya, selama puasa laki-laki tetap membutuhkan 1.800 hingga 2.500 kalori per hari. Sementara perempuan 1.500 sampai 2.000 kalori setiap harinya.

Karena itu, meski berpuasa manusia disarankan tetap melahap sayur dan buah delapan sampai 10 porsi setiap hari. `Serat, terutama di bagian kulit buah, sanggup menunda lebih lama datangnya rasa lapar. Makanan berserat bermanfaat bagi proses penyerapan glukosa yang lebih lambat dan tidak merangsang peningkatan insulin. Maksudnya serat berfungsi membakar energi lebih perlahan namun stabil.

Berita Terkait

Momen Ramadan, PSI Parepare Tebar Ratusan Takjil

Pengusaha Parsel di Pinrang Kebanjiran Orderan Sejak Sebelum Ramadan

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Casemix RSUD Andi Makkasau Gelar Buka Puasa Unik

Ramadan Berbagi, Apersi Sulsel Salurkan Bantuan Rp3,4 Miliar

”Berhubung tubuh membutuhkan serat tinggi, buah segar paling baik dimakan ketika sahur,” ujar Samue.

Konsumsi buah segar 15 hingga 30 menit setelah makan besar. Apel, pir, jeruk, jambu, hanya sebagian dari contoh buah kaya serat. Samuel memastikan Anda tidak akan jatuh mulas gara-gara menyantap buah di pagi hari sebelum Subuh. ”Pilih buah yang tidak asam, saya jamin nggak bakal sakit perut,” tuturnya.

Konsumsi buah kemudian berlanjut pada saat buka puasa. Bedanya, Samuel menyarankan, buah yang sudah dibuat jus sebagai hidangan untuk saat berbuka. Buah seperti apel, jambu, semangka, serta jeruk cocok dijadikan jus. Kandungan airnya yang tinggi membuat glukosa buah lebih mudah diserap tubuh yang baru terisi makanan.

Namun, ingatlah. Jangan terlalu banyak menambahkan gula saat memblender buah. Samuel mengatakan, buah sudah cukup baik dinikmati tanpa gula. Seandainya masih butuh pemanis tambahkan gula sedikit saja. Perhatikan pula variasi konsumsi buah dan sayur. Keragaman sangat penting karena tidak ada satu buah dan sayur yang memiliki komposisi nutrisi lengkap.

Anak-anak, kata Samuel, punya aturan yang lebih longgar. ”Anak-anak nggak harus 10 macam buah dan sayur, yang penting anak harus terbiasa dengan itu supaya terbawa hingga dewasa,” paparnya.

Penyebab kelonggaran itu adalah metabolisme anak-anak yang tergolong optimal. Berbeda, misalnya, dengan dewasa terutama mereka yang sudah di atas 30 tahun.

Orang dewasa, menurut Samuel, bisa saja ‘menikmati’ kelonggaran menyantap makanan yang tergolong tidak baik bagi tubuh. Toleransi itu sebagai berikut: Jalani lima hari dalam sepekan dengan aturan makan yang baik bagi tubuh. ”Sisanya bolehlah agak dilonggarkan,” katanya.

Sedang untuk anak-anak dan remaja aturan itu bisa dibalik. Beri asupan makanan baik bagi tubuh lima hingga tiga hari yang ketat dan empat hari yang longgar.

Selain itu, perbanyak makanan yang tidak mengandung lemak jenuh, kolesterol, dan lemak terhidrogenasi (contohnya margarin). Hindari diet tinggi daging. Ganti konsumsi daging dengan ikan. Hindari kopi. Dan, jangan lupa meminum delapan gelas air putih setiap hari. (*)

Terkait: BuahHae JuRamadan

TerkaitBerita

Perkuat Sinergi, Bosowa Peduli dan Pemkot Makassar Salurkan 1.000 Paket Sembako bagi Petugas Layanan Publik di Karebosi

Perkuat Sinergi, Bosowa Peduli dan Pemkot Makassar Salurkan 1.000 Paket Sembako bagi Petugas Layanan Publik di Karebosi

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
19 Maret 2026

...

Lurah dan Ketua PKK Antang Pantau Pasar Murah Pemkot

Editor: Muhammad Tohir
15 Maret 2026

...

HUT ke-53 dan Ramadan Berkah di Barru: Bosowa Salurkan 9,3 Ton Paket Pangan dan Gelar Buka Puasa Bersama

HUT ke-53 dan Ramadan Berkah di Barru: Bosowa Salurkan 9,3 Ton Paket Pangan dan Gelar Buka Puasa Bersama

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
14 Maret 2026

...

Penataan Wilayah dan Penanggulangan Banjir Manggala Jadi Prioritas Pemkot Makassar

Penataan Wilayah dan Penanggulangan Banjir Manggala Jadi Prioritas Pemkot Makassar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
14 Maret 2026

...

BeritaTerkini

Disrupsi Generasi dalam Lembaga Kemahasiswaan: Membaca Ketegangan Gen Z dan Gen Alpha terhadap Warisan Organisasi Lama

Disrupsi Generasi dalam Lembaga Kemahasiswaan: Membaca Ketegangan Gen Z dan Gen Alpha terhadap Warisan Organisasi Lama

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Maret 2026

Perang Iran–AS–Israel: Eskalasi Konflik Global dan Dampaknya

Perang Iran–AS–Israel: Eskalasi Konflik Global dan Dampaknya

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Maret 2026

Puncak Arus Balik di Pelabuhan Parepare Diprediksi Sabtu Ini, Penumpang Tembus 7.000 Orang

Puncak Arus Balik di Pelabuhan Parepare Diprediksi Sabtu Ini, Penumpang Tembus 7.000 Orang

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Maret 2026

Pantau Arus Balik di Pelabuhan Parepare, Wakil Wali Kota Sebut Kapasitas Kapal Masih Normal

Pantau Arus Balik di Pelabuhan Parepare, Wakil Wali Kota Sebut Kapasitas Kapal Masih Normal

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Maret 2026

Pendidikan dalam Bayang-bayang Krisis Energi, Siapa yang Menjadi Korban

Editor: Muhammad Tohir
25 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan