• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Sabtu, 21 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Jusuf Kalla Nilai Perang di Gaza Makin Memperumit Normalisasi Hubungan Negara di Timur Tengah dengan Israel

Dian Muhtadiah Hamna Editor: Dian Muhtadiah Hamna
11 Oktober 2023
di Internasional
Tentara Israel memindai suatu area sementara sirene berbunyi saat roket dari Gaza diluncurkan ke arah Israel, dekat Sderot, Israel selatan, 9 Oktober 2023. (Foto: REUTERS)

Tentara Israel memindai suatu area sementara sirene berbunyi saat roket dari Gaza diluncurkan ke arah Israel, dekat Sderot, Israel selatan, 9 Oktober 2023. (Foto: REUTERS)

JAKARTA, PIJARNEWS.COM--Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai serangan Hamas ke Israel beralasan dan dapat dijustifikasi. Sementara Majelis Ulama Indonesia dan Pengurus Besar Nadhlatul Ulama mendorong penyelesaian yang mengedepankan keadilan dan kemanusiaan.

Israel mulai Senin (9/10/2023) melakukan “pengepungan total” terhadap Gaza dengan mematikan saluran listrik dan air, menyetop pengiriman makanan dan bahan bakar.

“Kami berperang melawan manusia yang tidak berperikemanusiaan, dan kami bertindak sesuai dengan hal itu,” tegas Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant seiring terus meningkatnya serangan udara ke wilayah kantong berpenduduk 2,3 juta jiwa itu dikutip dari voaindonesia.com.

Serangan balasan Israel ini merupakan tanggapan terhadap serangan Hamas ke wilayah Israel Sabtu lalu (7/10/2023) lalu yang paling masif dalam puluhan tahun. Sejauh ini korban tewas sudah lebih dari 1.200 orang, baik yang berada di wilayah Israel maupun di Gaza. Sementara dua ribuan lainnya luka-luka.

Diwawancara dari VOA , mantan Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla menyerukan semua pihak melihat masalah ini dengan jernih karena menilai serangan Hamas itu beralasan.

Berita Terkait

OPINI: Gencatan Senjata atau Perundingan Damai, Kenapa Tidak Coba Jihad?

Aksi Damai Palestina Lintas Agama, Jusuf Kalla: Kita Berseru AS Hentikan Dukung Israel

Empat Hadis tentang Palestina, Jadi Tempat Terbaik hingga Akhir Zaman

Konflik Tak Kunjung Usai, Gelombang Aksi Bela Palestina di Indonesia Mulai Marak

“Negara atau bangsa yang diduduki tentu ingin merdeka, ingin bebas. Semua negara begitu. Seperti Indonesia, kita berperang melawan Belanda dulu karena ingin merdeka. Tentu itu alasannya,” komentarnya.

(Jadi alasan Hamas untuk menyerang Israel bisa diterima?).

“Tentu! Tapi terbelah juga, mereka yang mendukung Palestina tentu menilai serangan Hamas baik. Tetapi mereka yang mendukung Israel, seperti Amerika, pasti menilai serangan Hamas itu tidak benar,” imbuhnya.

MUI: Serangan Hamas Tidak Akan Terjadi, Jika Israel Menaati Solusi Dua Negara

Hal senada disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Dr. Sudarnoto Abdul Hakim. “Serangan ini tidak akan dilakukan Hamas jika Israel menaati solusi dua negara yang ditetapkan PBB,” ujarnya.

Lebih jauh ia menambahkan “penyelesaian two-state-solution itu sudah sangat moderat tapi tidak bisa dilaksanakan karena terjadi pelanggaran-pelanggaran yang sangat fundamental. Beberapa kali, bahkan sering kali dilanggar, terutama yang terakhir di Masjid Al Aqsa, di mana kenyamanan orang untuk beribadah terganggu, adzan tidak diperbolehkan, sementara orang-orang Yahudi meniup terompet, yang mengganggu sekali.”

Sudarnoto menilai “kesalahan-kesalahan yang dilakukan Israel sudah bertumpuk luar biasa dan masyarakat di Palestina, terutama faksi-faksi yang ada, seperti Hamas, gerah juga. Jadi yang dilakukan Hamas ini adalah upaya yang kesekian kalinya untuk memerdekan Palestina. Walaupun memang berisiko tinggi karena akhirnya warga sipil yang menjadi korban, baik di Palestina maupun Israel.”

Meskipun demikian Sudarnoto menyerukan digunakannya pendekatan kemanusiaan dan keadilan untuk mencari solusi, dan menghentikan kekerasan di wilayah itu.

PBNU Minta Anggota Tetap DK PBB Tak Gunakan Hak Veto Demi Bela Salah Satu Pihak Saja

Melihat semakin besarnya jumlah korban jiwa dan luka-luka akibat pertempuran di antara Israel dan Hamas ini, apapun alasannya, Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf menyerukan dihentikannya segera kekerasan yang berujung perang ini. “Hentikan kekerasan di wilayah keduanya,” ujar Gus Yahya, Senin sore (9/10).

Gus Yahya yang selama ini aktif dalam kampanye perdamaian global dan kerap mendorong agama sebagai solusi konflik dunia menyerukan agar anggota-anggota tetap Dewan Keamanan PBB “tidak menggunakan hak veto hanya demi membela salah satu pihak.”

“Masyarakat internasional harus bertindak dengan langkah-langkah yang lebih tegas (decisive) menuju penyelesaian yang adil atas masalah Israel dan Palestina sesuai hukum dan kesepakatan-kesepakatan internasional yang ada,” tegasnya.

Gus Yahya: “Jadikan Identitas dan Seruan Agama untuk Resolusi Konflik”

Lebih jauh pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Rembang itu, mengajak semua pihak untuk tidak menggunakan identitas dan seruan agama untuk memupuk permusuhan, tetapi justru “untuk menggulirkan upaya resolusi konflik di semua tingkatan, baik di tingkat struktur politik maupun komunitas.”

 

Di bagian akhir wawancara khusus VOA dengan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, ia mengingatkan dampak luas yang akan dirasakan banyak negara jika pertempuran Israel dan Hamas ini berkelanjutan; terlebih jika Israel melancarkan serangan darat, sebagaimana isu yang berhembus.

 

Selain jatuhnya korban jiwa, Jusuf Kalla menilai perang di Gaza ini akan semakin memperumit upaya normalisasi hubungan yang sedang diupayakan beberapa negara di Timur Tengah dengan Israel, khususnya dengan Arab Saudi.

“…Negara-negara seperti Saudi, UEA, Qatar kini berada dalam posisi sulit. Jika memberikan dukungan pada Palestina, sulit nanti (hubungannya dengan Israel). Jika tidak memberikan dukungan pada Palestina, sulit juga nanti di dalam negerinya sendiri. Jadi Saudi atau negara-negara lain kini dalam posisi sulit untuk ke depan,” ujarnya. (*)

 

Sumber: voaindonesia.com

Terkait: Konflik Israel-Palestina

TerkaitBerita

Setelah Juarai Jinan Open, Janice Tjen Tembus 80 Dunia, Ranking WTA Tertinggi dalam Kariernya

Editor: Tim Redaksi
21 Oktober 2025

...

AUD 35 Juta Dukungan Australia, Muhammadiyah Australia College Jadi Aset Bangsa di Negeri Kanguru

AUD 35 Juta Dukungan Australia, Muhammadiyah Australia College Jadi Aset Bangsa di Negeri Kanguru

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
23 Agustus 2025

...

Sydney akan Jadi Lokasi Muhammadiyah Australia College Kedua

Sydney akan Jadi Lokasi Muhammadiyah Australia College Kedua

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
4 Mei 2025

...

korea utara

Piala Asia U-17: Korea Utara Akan Hadapi Indonesia di Perempat Final

Editor: Tim Redaksi
12 April 2025

...

Ramadan 1447H

Curhat Pedagang Pasar Sentral Pinrang: Harga Tomat-Cabai Melejit Jelang Lebaran 2026

Curhat Pedagang Pasar Sentral Pinrang: Harga Tomat-Cabai Melejit Jelang Lebaran 2026

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Maret 2026

Momen Ramadan, PSI Parepare Tebar Ratusan Takjil

Editor: Muhammad Tohir
17 Maret 2026

HUT ke-53 dan Ramadan Berkah di Barru: Bosowa Salurkan 9,3 Ton Paket Pangan dan Gelar Buka Puasa Bersama

HUT ke-53 dan Ramadan Berkah di Barru: Bosowa Salurkan 9,3 Ton Paket Pangan dan Gelar Buka Puasa Bersama

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
14 Maret 2026

Bingkai Berbagi Ramadan 2026, Kolaborasi Fotografer Se-Ajatappareng Santuni Panti Asuhan Sitti Khadijah

Bingkai Berbagi Ramadan 2026, Kolaborasi Fotografer Se-Ajatappareng Santuni Panti Asuhan Sitti Khadijah

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 Maret 2026

Pengusaha Parsel di Pinrang Kebanjiran Orderan Sejak Sebelum Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
7 Maret 2026

BeritaTerkini

Setelah Puluhan Tahun, Takbir Kembali Menggema di Stadion Ganggawa

Editor: Muhammad Tohir
21 Maret 2026

Perkuat Sinergi, Bosowa Peduli dan Pemkot Makassar Salurkan 1.000 Paket Sembako bagi Petugas Layanan Publik di Karebosi

Perkuat Sinergi, Bosowa Peduli dan Pemkot Makassar Salurkan 1.000 Paket Sembako bagi Petugas Layanan Publik di Karebosi

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
19 Maret 2026

NasDem Sulsel Perkuat Konsolidasi di Dapil 2, Syaharuddin Alrif: Jaga Kepercayaan Rakyat

NasDem Sulsel Perkuat Konsolidasi di Dapil 2, Syaharuddin Alrif: Jaga Kepercayaan Rakyat

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
19 Maret 2026

Aliran Sungai Pekkabata–Lampa Tersumbat Sampah

Editor: Muhammad Tohir
18 Maret 2026

KAHMI Parepare Bukber, Berbagi hingga Diskusi

Editor: Muhammad Tohir
18 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan