• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Jumat, 20 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Kopi Nyasar: Revolusi Mental Pendidikan Indonesia dengan Pendekatan Empiris melalui Dangdut

Ibrah La Iman Editor: Ibrah La Iman
2 Mei 2018
di Topik Utama

Semalam Mama saya menelpon untuk kesekian kalinya, dan untuk ke sekian kali ini pula setelah mengajukan permintaan yang unik ini berulang-ulang. Seumur-umur saya baru saja menerima permintaan dari Mama yang sangat tidak biasanya. Biasanya Mama saya meminta mukenah baru dan atau biasa juga meminta saya pulang kampung, dan setiba di kampung Mama saya meminta dibelikan mukenah baru. Namun akhir-akhir ini sangat berbeda, permintaannya penting dan mendesak lebih dari mukenah baginya, dan harus dilakukan malam itu juga. Mama saya meminta tolong pada anaknya: Ketik Lida spasi Selfi kirim ke 97288, apalah ini bila dibandingkan kasih sayangmu Mama. Siap laksanakan.

Ini studi kasus yang menunjukkan betapa mental pendidikan kita sangat dipengaruhi oleh Dangdut. Mental pendidikan bangsa yang utama dibangun dan digarap dalam keluarga. Lalu pemeran utama dalam keluarga siapa lagi kalau bukan Mama-Mama yang hampir keseluruhannya di Negeri ini terbius dan terbawa arus keras Dangdut.

Keluarga sebagai sebuah sistem yang membentuk mental pendidikan dan Mama-Mama sebagai pemegang saham dominannya bisa menjadi peluang revolusi. Pada belahan dunia manapun dari Bumi hingga ke planet Namec, dengan beragam budaya dan sistem sosial. Keluarga merupakan unit sistem mental paling penting dalam tata bangunan masyarakat. Keluarga tercatat sebagai konsep mental yang multidimensi, multimedia dan multilateral serta multi-multi yang lainnya. Yang sekali lagi pemegang saham dominannya adalah Mama.

Peneliti keluarga kawakan, Ira Reiss (1965) mengungkapkan bahwa keluarga adalah suatu kelompok kecil yang terstruktur dalam pertalian keluarga dan memiliki fungsi utama berupa sosialisasi pemeliharaan terhadap generasi baru.

Pandangan tersebut sangat relevan dengan visi pendidikan yang tertuang jelas pada Pembukaan Undang-Undang 1945 yakni untuk mencerdaskan kehidupan bangsa yang diawali dengan memajukan kesejahteraan umum. Sebelum cerdas harus sejahtera dahulu, batiniah dan lahiriah financial freedom begitu.

Berita Terkait

Momentum Hardiknas, Wali Kota Munafri Tekankan Pentingnya Kualitas Pendidikan Berbasis AI

OPINI : Akselerasi Transformasi Peran Guru di Masa Pandemi Covid-19

Video : Sekda Barru Buka Acara Pemilihan Duta Anak

Video : Peringatan Hardiknas di Barru

Secara tersirat Pembukaan UU 1945 itu juga mengamini bahwa Dangdut bisa menjadi jalur paling empiris untuk revolusi mental pendidikan Indonesia. Pada lingkungan dangdut itu orang cerdas dan sejahtera sama sekali sudah tidak bisa dibedakan lagi, apalagi yang cerdas sekaligus sejahtera. Hal tersebut sangat urgent untuk generasi baru yang akan menjadi pemegang dan penentu nasib NKRI harga mati ini di masa depan. Bisa dibayangkan bagaimana revolusi mental pendidikan itu bergerak dengan pendekatan empiris melalui Dangdut. Tentu dengan bantuan tangan dingin Mama-Mama.

Namun sebelum saya meneruskan pandangan fiktif ini lebih jauh. Saya ingin menaruh kata maaf tepat di gendang telinga seseorang yang semoga bisa terpantul menyentuh lubuk dalam hatinya. Orang itu adalah pecinta dangdut koplo yang sedikit peduli sama pendidikan. Yah, dia seorang Pangeran di mojok.co, Agus Mulyadi belum lama ini mengirimkan surat terbuka untuk Pak Mendikbud yang berencana menggelar nonton bareng ‘Dilan’ di peringatan Hardiknas seperti ini.

Walau surat terbuka itu tidak dikirimkan ke Pak Mendikbud langsung, namun karena Mojok memuatnya, surat itu kini lebih dari sekedar terbuka. https://mojok.co/ gitu deh, ^_^. Secara personal, di luar aktivitas keseharian saya sebagai penikmat dangdut garis receh. Dengan terang-terangan menyatakan sikap penolakan dan sangat tidak setuju dengan beberapa tawaran solusi dari Agus Mulyadi yang secara diam-diam pada beberapa tulisannya menyiratkan Dilan sesungguhnya adalah doi, di tengah-tengah Pidibaiq yang menolak dianggap sebagai Dilan. Pidibaiq hanya mengakui dirinya adalah imigran dari surga, yang diselundupkan ke Bumi oleh Ayah dan Mamanya di kamar pengantin yang tegang.

Eits, lo kenapa kita bahas Kang Pidibaiq. Fokus.. Fokus, karena ini bukan fiktif sembarangan. Revolusi…. Kita kembali ke pembahasan. Dengan memperhatikan gestur dan bonus demografi serta kecendrungan masyarakat Indonesia di beberapa abad terakhir ini. Nonton bareng Dilan di peringatan Hardiknas sudah tepat sebagai bukan langkah yang cerdas.

Oleh karena itu solusi yang paling mungkin canggih untuk Pak Mendikbud. Peringatan Hardiknas sebaiknya menghadirkan hal yang lebih fenomenal dari kebijakan full day school yakni nonton bareng Liga Dangdut Indonesia, sebagai manifesto gerakan mempertahankan nilai-nilai luhur pendidikan rakyat melalui lagu-lagu Dangdut. Kalau perlu dimasukkan dalam kurikulum.

Dangdut tidak bisa dianggap remah-remah di Negeri ini, menurut data perantara yang bersumber dari Pantura. Selain sedikit banyak mempengaruhi cara belajar yang akhirnya berdampak signifikan pada sistem pendidikan bangsa. Dangdut juga menjadi penyerap tenaga kerja paling tidak bisa disabotase oleh aseng maupun asing apalagi unta.

Atas dasar pendekatan empiris itu sudah sepantasnyalah di Indonesia ini, para biduan, musisi dan industri yang melatarbelakanginya serta Mama-Mama dan Cak Agus Mulyadi selaku penikmat dangdut koplo yang sedikit peduli sama pendidikan itu memprakarsai adanya hari dangdut sedunia yang dimulai dari Indonesia. Hari Dangdut yang lahir itu bisa menjadi trampoline, sebagai instrument loncatan menuju Revolusi Mental Pendidikan Indonesia.

Sekedar menjadi catatan, sejak 2012 Foke telah mengusulkan Hari Dangdut Nasional namun hal tersebut tengkurap, terlupakan dan tidak mendapatkan tanggapan apa-apa. Mungkin salah satu sebabnya adalah karena Foke bukan seorang Mama-Mama, padahal mestinya gerakan extrim kanan dan kiri seperti ini harus diolah, digoreng dan dimasak oleh Mama-Mama.

Dangdut is the music of my country sudah sangat cukup menjadi tagline dan tagar besar untuk merealisasikan gerakan tersebut. Sebagai tawaran awal ke Pak Mendikbud, bagaimana kalau hari Dangdut dijama’ dengan Hari Pendidikan Nasional.

Dan bila hal itu tidak dipenuhi, kami akan turunkan massa di laman-laman sosial media, youtube, dan juga di sanubari Danduters untuk terus menanamkan dan meyebarluaskan idealisme Dangdut ke seantero dunia akhirat. Ingat! Sepakbola menjadi senjata Revolusi Che Guevara di Kuba dan Dangdut sangat bisa menjadi senjata Revolusi di Indonesia.

Terima kasih dan salam dangdut/dang·dut/ n jenis dan irama musik yang ditandai oleh pukulan tetap bunyi gendang rangkap yang memberikan bunyi dang pada hitungan ke-4 dan dut pada hitungan ke-1 dari birama berikut (KBBI).

Selamat Hari Pendidikan Nasional dan juga Selamat Hari Dangdut Dunia Akhirat

Parepare, 2 Mei 2018

Muhammad Ibrahim Leman
@ibrahlaiman

Terkait: Hardiknas 2018Hari Dangdut Dunia AkhiratHari Pendidikan NasionalRevolusi Mental Pendidikan

TerkaitBerita

Komisi IX DPR RI Gandeng ICMI Muda Sulsel Sosialisasi  Program MBG di Makassar

Komisi IX DPR RI Gandeng ICMI Muda Sulsel Sosialisasi Program MBG di Makassar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 Maret 2026

...

Memoles Permata Tersembunyi: Menakar Strategi BUMDes dalam Mempopulerkan Pantai Punagaan Selayar

Memoles Permata Tersembunyi: Menakar Strategi BUMDes dalam Mempopulerkan Pantai Punagaan Selayar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
15 Januari 2026

...

Kekuatan Gawai di Tangan Warga:  @enrekanginfo Mengubah Warga Buntu Batu Menjadi Melek Informasi

Kekuatan Gawai di Tangan Warga: @enrekanginfo Mengubah Warga Buntu Batu Menjadi Melek Informasi

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
26 Desember 2025

...

Pemkab Pinrang Terima Bantuan 3 Unit Motor Pengangkut Sampah

Editor: Muhammad Tohir
12 November 2025

...

Ramadan 1447H

Curhat Pedagang Pasar Sentral Pinrang: Harga Tomat-Cabai Melejit Jelang Lebaran 2026

Curhat Pedagang Pasar Sentral Pinrang: Harga Tomat-Cabai Melejit Jelang Lebaran 2026

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Maret 2026

Momen Ramadan, PSI Parepare Tebar Ratusan Takjil

Editor: Muhammad Tohir
17 Maret 2026

HUT ke-53 dan Ramadan Berkah di Barru: Bosowa Salurkan 9,3 Ton Paket Pangan dan Gelar Buka Puasa Bersama

HUT ke-53 dan Ramadan Berkah di Barru: Bosowa Salurkan 9,3 Ton Paket Pangan dan Gelar Buka Puasa Bersama

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
14 Maret 2026

Bingkai Berbagi Ramadan 2026, Kolaborasi Fotografer Se-Ajatappareng Santuni Panti Asuhan Sitti Khadijah

Bingkai Berbagi Ramadan 2026, Kolaborasi Fotografer Se-Ajatappareng Santuni Panti Asuhan Sitti Khadijah

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 Maret 2026

Pengusaha Parsel di Pinrang Kebanjiran Orderan Sejak Sebelum Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
7 Maret 2026

BeritaTerkini

Perkuat Sinergi, Bosowa Peduli dan Pemkot Makassar Salurkan 1.000 Paket Sembako bagi Petugas Layanan Publik di Karebosi

Perkuat Sinergi, Bosowa Peduli dan Pemkot Makassar Salurkan 1.000 Paket Sembako bagi Petugas Layanan Publik di Karebosi

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
19 Maret 2026

NasDem Sulsel Perkuat Konsolidasi di Dapil 2, Syaharuddin Alrif: Jaga Kepercayaan Rakyat

NasDem Sulsel Perkuat Konsolidasi di Dapil 2, Syaharuddin Alrif: Jaga Kepercayaan Rakyat

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
19 Maret 2026

Aliran Sungai Pekkabata–Lampa Tersumbat Sampah

Editor: Muhammad Tohir
18 Maret 2026

KAHMI Parepare Bukber, Berbagi hingga Diskusi

Editor: Muhammad Tohir
18 Maret 2026

Safari Ramadan Hari ke-27, Tasming Hamid Salurkan Bantuan Pembangunan Masjid

Editor: Muhammad Tohir
18 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan