• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Jumat, 10 April, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Mari Belajar Liputan Bencana dari Media Jepang!

Alfiansyah Anwar Editor: Alfiansyah Anwar
9 Agustus 2018
di Opini
Abdillah MS

Oleh : Abdillah MS, Koordinator Perhimpunan Jurnalis Ajatappareng (PIJAR)

OPINI, PIJARNEWS.COM — Kehadiran media massa tentu selama ini kita rasakan memiliki banyak peran dan fungsi, dan yang paling kita rasakan adalah, bagaimana masyarakat mengetahui apa yang terjadi di pelosok negeri hingga di kota-kota besar dari pemberitaan media massa.

Dalam beberapa hari terakhir ini, publik terfokus pada pemberitaan media massa terkait peristiwa gempa bumi di Lombok yang menelan korban harta dan ratusan nyawa. Lantas apa yang bisa kita petik dari pemberitaan media massa itu.

Sering kali kita lihat reporter yang mewawancarai korban serta keluarga korban saat meliput bencana di negeri ini, yang mengawali dengan pertanyaan soal firasat, atau soal perasaan yang dialami keluarga korban. Itulah biasanya langkah mujarab sang reporter yang dapat membuat narasumber berlinang air mata atau malah terbakar emosinya.

Bencana Alam
Liputan bencana alam. –foto wordpress–

Lalu kesedihan mereka dijadikan headline berita yang sanggup meraup banyak penonton. Sorotan kamera ke wajah-wajah keluarga korban yang menangis histeris seakan jadi santapan empuk. Sebab tangisan itu dianggap ‘drama’ favorit bagi penonton. Media massa seakan mengejar nilai bombastis seperti gambar korban yang bedarah-darah serta kesedihan yang mendalam dibanding mengajaknya bagaimana ia bisa bangkit dari keterpurukan akibat bencana.

Dengan mengekspos kesedihan mereka. Bagi orang lain bisa saja mengundang simpati, tapi bagi korban itu sendiri apakah itu namanya bukan bencana kedua?

Berita Terkait

Video: PSSI Perkenalkan Jordi Cruyff Technical Advisor Timnas Indonesia

Yuk Daftar, Pijarnews.com Buka Pendaftaran Kelas Penulisan Opini di Media Massa Bagi Pemula

POPI : Siswa MAN 2 Parepare, Raih Juara 1 Duta Peduli Sejarah se Sulsel

VIDEO : Spiderman Tempuh Ratusan Kilometer Kumpulkan Donasi untuk Palestina dengan Berjalan Kaki

Mungkin kita bisa belajar dari media-media di Jepang, saat ‘negeri sakura’ ini dilanda gempa dan tsunami hebat, Jumat siang, 11 Maret 2010 lalu, sekitar pukul 14.46 waktu setempat. Jika kita mengamatinya dengan teliti tentu sangat jarang kita lihat media-media di Jepang mengeksploitasi korban serta keluarga korban. Justru yang mereka tampilkan sebagai suguhan utama adalah bagaimana mereka bisa bangkit dari keterpurukan dan memberi solusi untuk pemulihan, sehingga tidak menimbulkan trauma yang berkepanjangan.

Semoga seluruh awak media, termasuk saya, kami, dan anda, berefleksi ketika memutuskan meliput bencana. Mana yang lebih penting dan yang esensial untuk mendorong perubahan kebijakan publik atau mendulang untung dari trauma korban?

Dalam konteks bencana yang paling penting justru edukasi publik dan bagaimana kita belajar agar lebih siap dalam setiap bencana. (*)

 

 

Terkait: Liputan BencanaPIJAR

TerkaitBerita

Disrupsi Generasi dalam Lembaga Kemahasiswaan: Membaca Ketegangan Gen Z dan Gen Alpha terhadap Warisan Organisasi Lama

Disrupsi Generasi dalam Lembaga Kemahasiswaan: Membaca Ketegangan Gen Z dan Gen Alpha terhadap Warisan Organisasi Lama

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Maret 2026

...

Perang Iran–AS–Israel: Eskalasi Konflik Global dan Dampaknya

Perang Iran–AS–Israel: Eskalasi Konflik Global dan Dampaknya

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Maret 2026

...

Pendidikan dalam Bayang-bayang Krisis Energi, Siapa yang Menjadi Korban

Editor: Muhammad Tohir
25 Maret 2026

...

Remaja Jauh dari Islam, Krisis Moral dan Identitas Menerkam

Remaja Jauh dari Islam, Krisis Moral dan Identitas Menerkam

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Maret 2026

...

BeritaTerkini

Polres Parepare Sosialisasikan Call Center 110 ke Rumah Warga

Editor: Muhammad Tohir
8 April 2026

162 Siswa SMPN 9 Parepare Ikuti TKA, Sekolah Pastikan Mental dan Teknis Siap

Editor: Muhammad Tohir
8 April 2026

Perkuat Pencegahan TPPO, Imigrasi Parepare Gelar Sosialisasi Desa Binaan di Lemoe

Perkuat Pencegahan TPPO, Imigrasi Parepare Gelar Sosialisasi Desa Binaan di Lemoe

Editor: Muhammad Tohir
8 April 2026

Cegah TPPO, Imigrasi Parepare Bentuk Desa Binaan di Kelurahan Lemoe

Cegah TPPO, Imigrasi Parepare Bentuk Desa Binaan di Kelurahan Lemoe

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
8 April 2026

Sah! Sekda Kota Parepare Amarun Agung Hamka Resmi Nakhodai PPM Parepare

Sah! Sekda Kota Parepare Amarun Agung Hamka Resmi Nakhodai PPM Parepare

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
8 April 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan