• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Rabu, 25 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Memaknai Hari Santri, Begini Penjelasan Kiai Budiman

Ibrah La Iman Editor: Ibrah La Iman
22 Oktober 2018
di Khazanah
Budiman

Oleh: Budiman Sulaeman

PAREPARE, PIJARNEWS.COM — Hari Santri Nasional (HSN) diperingati setiap tahunnya di Indonesia pada 22 Oktober. Untuk tahun ini sudah memasuki tahun ketiga diperingati. Memaknai hari santri,  merupakan penghargaan pemerintah atas keterlibatan kaum sarungan dalam memperjuangkan kemerdekaan seperti dalam peristiwa deklarasi Resolusi Jihad yang dilakukan pendiri Nahdhlatul Ulama (NU) KH. Hasyim Asy’ari di Surabaya 22 Oktober 1945.

Namun Berbeda dengan Kiai Budiman melalui akun facebooknya menuliskan makna hari santri. Ia mengatakan, konon kata Santri berasal dari dua kata “San” yaitu Sanubari, yang berarti hati, batin/nurani dan perasaan batin. Dan “Tri” yang berarti tiga.

“Kata santri dapat bermakna kesadaran yang berurat berakar dalam diri seseorang dengan tiga relasi sekaligus diantaranya, Tuhan, Manusia dan Alam. Untuk membangun kesadaran tersebut harus mulai dari pola pembinaan yang intensif, berkelanjutan dan penuh ketulusan. Disinilah lahir lahir komitmen yang kuat dari para Masiyayikh, Asatidz, Kiai (anre) gurutta dari para Mahasantri untuk membuka lembaga pendidikan yang bernama Pesantren,” tulis Budiman di laman facebooknya Ahad, 21 Oktober 2018.

Ia menjelaskan, bahkan jika dikaitkan dengan kata Santri dan Pesantren maka keduanya ibarat sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Santri adalah sosok manusia yang memiliki kesadaran yang kuat yang sudah membatin dalam hubungannya dengan Allah, sesama manusia maupun lingkungan sekitarnya.

Budiman mengatakan, Pesantren merupakan kawah candradimuka santri menimba ilmu dalam rangka upaya pengukuhan kesadaran itu. Pesantren/ma’had terambil dari bangunan huruf ‘Ain, Ha dan Dal yang berarti janji atau komitmen, karena ini menunjuk pada kata tempat. Dan Ma’had adalah kata tempat merajut komitmen.

Berita Terkait

Parepare dan Jejak “Kota Santri”: Warisan Religius dari Kepemimpinan Taufan Pawe

Semarak HSN Ponpes DDI Ujung Lare Parepare Gelar Berbagai Lomba 

Buka Expo Kemandirian Pesantren dan Festival Santri, Rektor IAIN Parepare Ungkap Ini

Santri PP Al Urwatul Wutsqaa Sidrap Nobar Film Syarat Pendidikan Politik

“Hari santri setiap tanggal 22 Oktober sejak 2015, menjadi penting sebagai wadah refleksi bagi santri dan bangsa untuk mengenang sejarah perjuangan kaum santri,” ungkap Ketua Jurusan Syariah dan Ekonomi islam IAIN Parepare itu.

Mengapa penting? tambah Budiman, Lintasan sejarah akan memberikan bekal bagi para santri saat ini untuk berbenah, meningkatkan kualitas diri demi kemajuan bangsa. Apalagi zaman dengan segala konsekuensinya menuntut anak bangsa terutama santri dalam mengelolah pondok pesantren untuk membangun komitmen dalam rangka menangkal arus informasi dan tsunami pemikiran yang bertentangan dengan nilai luhur kultur dan karakter bangsa kita. Bahkan secara morfologis termasuk moderen, lebih dekat pelafalannya dengan kata Muddirun yang dapat dimaknai sesuatu yang membahatakan.

“Ini berarti Zaman moderen harus di sikapi secara cerdas, nan arif agar kita khususnya generasi muda kita tidak tergilas oleh pengaruh negatifnya,”

Walhasil lanjut Budiman, Hari santri dapat dimaknai sebagai upaya penyatuan komitmen jihad (kesungguhan) dan kesadaran bertanah air. Dalam bahasa lain santri merupakan penanda berurat berakarnya spritualitas dan patriotisme masyarakat Indonesia yang komitmenya dirajut melalui pesantren secara subtansial, bukan hanya helatan kegiatan yang terkesan seremonial Setiap 22 Oktober.

Kiai Budiman menutup tulisanya dengan kata, penulis, insya Allah santri sampai mati.

Sementara salah seoarang netizen melalui Facebooknya Quraisy Mathar ikut berkomentar dalam status FB Kiai Budiman tersebut, Keren San dan Tri Tritunggal tiga dalam satu,

“Santri, Ustad dan Pondoknya. menyatu dalam pesantren. Tentang aku, kamu dan kita, tentang Kehidupan, Kemanusiaan dan Ketuhanan selalu tiga dalam satu,” katanya.

Editor: Hamdan

Terkait: HARI SANTRI NASIONALKiai Budiman

TerkaitBerita

Lebaran di Negeri Sakura, Haru Perantau Sidrap Jadi Imam Salat Id di Jepang

Lebaran di Negeri Sakura, Haru Perantau Sidrap Jadi Imam Salat Id di Jepang

Editor: Muhammad Tohir
22 Maret 2026

...

Malam ke-12, Safari Ramadan Muhammadiyah Parepare Bahas Konstruksi Pendidikan Generasi Qurani

Editor: Muhammad Tohir
1 Maret 2026

...

Parepare dan Jejak “Kota Santri”: Warisan Religius dari Kepemimpinan Taufan Pawe

Editor: Tim Redaksi
22 Oktober 2025

...

Ketum DPP BKPRMI Nanang Mubarok Gaungkan Gerbang Emas di Parepare

Ketum DPP BKPRMI Nanang Mubarok Gaungkan Gerbang Emas di Parepare

Editor: Tim Redaksi
29 Juni 2025

...

BeritaTerkini

Wali Kota Ungkap Munculnya Ide Pertemuan Saudagar di Parepare

Editor: Muhammad Tohir
24 Maret 2026

Lebaran di Negeri Sakura, Haru Perantau Sidrap Jadi Imam Salat Id di Jepang

Lebaran di Negeri Sakura, Haru Perantau Sidrap Jadi Imam Salat Id di Jepang

Editor: Muhammad Tohir
22 Maret 2026

Rayakan Idul Fitri di Lapangan Andi Makkasau, Wali Kota Parepare Paparkan Capaian

Editor: Muhammad Tohir
21 Maret 2026

Setelah Puluhan Tahun, Takbir Kembali Menggema di Stadion Ganggawa

Setelah Puluhan Tahun, Takbir Kembali Menggema di Stadion Ganggawa

Editor: Muhammad Tohir
21 Maret 2026

Perkuat Sinergi, Bosowa Peduli dan Pemkot Makassar Salurkan 1.000 Paket Sembako bagi Petugas Layanan Publik di Karebosi

Perkuat Sinergi, Bosowa Peduli dan Pemkot Makassar Salurkan 1.000 Paket Sembako bagi Petugas Layanan Publik di Karebosi

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
19 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan