• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Sabtu, 7 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Pendidikan

Mendikbudristek Nadiem Tak Wajibkan Skripsi Syarat Lulus S1, Dosen: Sebaiknya Optional

Muhammad Tohir Editor: Muhammad Tohir
30 Agustus 2023
di Pendidikan
Rumah dan Buku-buku Perkuliahan Sempat Terbakar, Husnul Buktikan Bisa Lulus dengan IPK 4,00 di IAIN Parepare

Muhammad Husnul Syam jadi Lulusan Terbaik di Fakultas Syariah dan Hukum Islam (Fakshi) IAIN Parepare dengan IPK 4.00

JAKARTA, PIJARNEWS.COM – Menteri Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mengeluarkan kebijakan baru syarat lulus kuliah mahasiswa sarjana (S1) diploma 4 (D4) di perguruan tinggi.

Pendiri Gojek itu menyebut syarat kelulusan mahasiswa S1 dan D4 tidak wajib membuat skripsi. Ketentuan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Permendikbudristek) No 53 Tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi.

Hal itu diungkapkan alumni Harvard University itu dalam diskusi Merdeka Belajar Episode 26: Transformasi Standar Nasional dan Akreditasi Pendidikan Tinggi, Selasa (29/8/2023) kemarin.

“Tugas akhir bisa berbentuk macam-macam, bisa berbentuk prototipe, proyek, bisa berbentuk lainnya, bukan hanya skripsi tesis dan disertasi. Keputusan ini ada di perguruan tinggi,” ucap Nadiem seperti dikutip dari kanal YouTube Mendikbud RI.

Berita Terkait

Yudisium Tahap Dua, 40 Mahasiswa Fakshi IAIN Parepare Dikukuhkan Jadi Sarjana

Koordinasi dengan PTN, Mendikbudristek Batalkan Kenaikan UKT

Asal Sidrap, Bilgis Abdullah Jadi Lulusan Terbaik FUAD IAIN Parepare

OPINI : Sarjana Mental Kolonial

Nadiem mengatakan, ketentuan itu bagian dari program merdeka belajar yang digagasnya. Menurut Nadiem, untuk mengukur kompetensi seseorang tidak hanya lewat satu cara.

Terutama, menurutnya untuk mahasiswa vokasi. Dia menilai kompetensi justru bisa diukur dari proyek dan implementasi yang dilakukan oleh mahasiswa.

Menanggapi kebijakan baru itu, Dosen IAIN Parepare Rusdianto Sudirman mengatakan, skripsi tidak wajib itu sebaiknya bersifat optional. “Tidak semua mahasiswa bisa diberikan kebijakan bebas skripsi. Jangan sampai ini hanya menjadi karpet merah mahasiswa yang malas untuk cepat sarjana,” ujarnya.

Apalagi, kata dia, dengan maraknya artifical intelegence (kecerdasan buatan) bisa dijadikan alat bagi mahasiswa untuk mudah bebas dari yang namanya ujian skripsi.

Oleh karena itu, penerapan bebas skripsi ini harus di tindaklanjuti oleh pihak perguruan tinggi dengan membuat pedoman penerapan kebijakan bebas skripsi tersebut.

Rusdianto menjelaskan, selain bebas skripsi, kebijakan yang perlu di evaluasi itu adalah Merdeka Belajar, sampai saat ini saya belum bisa terima secara nalar 20 SKS bisa dilulusi oleh mahasiswa hanya dengan magang di instansi selama 4 bulan.

“Misalnya magang di kantor desa 4 bulan, disana kan hanya dibimbing oleh tamatan S1 atau bahkan tamatan SMA, lalu 20 SKS langsung lulus. Bagi saya ini penting di evaluasi oleh setiap perguruan tinggi. Jika tidak, perguruan tinggi hanya akan menjadi pencetak sarjana, bukan melahirkan ilmuan,” tandasnya.

Sementara, Dosen lainnya, Suhartina mengungkapkan, tidak wajib skripsi, bukan berarti skripsi dihapus tanpa persyaratan apa pun.

“Biasanya diganti dengan artikel yang diterbitkan di jurnal bereputasi minimal sinta-2 (ini berlaku di kampusta) atau proyek (yang nanti akan dibuat pedomannya),” ujarnya.

Reporter : Wahyuddin

Terkait: MendikbudristekNadiem Anwar MakarimSarjanaSkripsi

TerkaitBerita

Magang ke Taiwan, Mahasiswa UMS Rappang Bisa Kantongi Uang Saku Rp.7 Juta Perbulan

Editor: Muhammad Tohir
27 Februari 2026

...

Kegemilangan Sektor Pendidikan Islam yang Terpendam

Kegemilangan Sektor Pendidikan Islam yang Terpendam

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
27 Februari 2026

...

UMPAR Peroleh Dana Hibah, Dukung Dua Skema Riset Strategis

Editor: Muhammad Tohir
20 Februari 2026

...

Siswi SMA Muhammadiyah Rappang Raih Emas di Olimpiade Ahmad Dahlan Nasional ke-8

Editor: Muhammad Tohir
15 Februari 2026

...

BeritaTerkini

Wali Kota Parepare dan Kapolres Jajal Lapangan Padel Royal Metro Sky

Editor: Muhammad Tohir
7 Maret 2026

Pengusaha Parsel di Pinrang Kebanjiran Orderan Sejak Sebelum Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
7 Maret 2026

Resmikan Masjid Anas Bin Malik dan SIT An Naas, Tasming Hamid Ajak Masyarakat Makmurkan Masjid

Editor: Muhammad Tohir
7 Maret 2026

Lelaki Berbadik di Pinrang Nyaris Bentrok, Aksi Heroik Danpos Watang Sawitto Tuai Pujian

Lelaki Berbadik di Pinrang Nyaris Bentrok, Aksi Heroik Danpos Watang Sawitto Tuai Pujian

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
7 Maret 2026

Antara Akidah dan Akses Pasar: Polemik Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS

Antara Akidah dan Akses Pasar: Polemik Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan