• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Senin, 23 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Nelayan Pinrang Terbantukan Hadirnya “Lambalu”

Dian Muhtadiah Hamna Editor: Dian Muhtadiah Hamna
29 Oktober 2019
di Teknologi

Muhammad Nadir (kiri), dosen Politeknik Pertanian Pangkep, bersama nelayan merakit alat bantu penangkapan ikan bawah laut bernama “lambalu”di atas bagan. Kegiatan itu dalam rangka Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Wiring Tasi, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan,  Juli-September 2019.

PINRANG, PIJARNEWS.COM—Nelayan yang biasa menggunakan bagan di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, antusias menyambut penerapan rekayasa lampu LED bawah laut. Alat bantu penangkapan bawah laut bernama “lambalu” itu dinilai lebih praktis dan lebih ekonomis ketimbang lampu celup biasa yang lazim digunakan selama ini.

Penerapan peranti tersebut diinisiasi Muhammad Nadir dan Muhammad Aras. Keduanya Dosen Politeknik Pertanian Negeri Pangkep. Nelayan digandeng sebagai mitra dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Wiring Tasi, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Juli-September 2019.

Kini, nelayan setempat telah merasakan manfaat  “lambalu”.  Abbas (60), salah seorang nelayan setempat mengungkapkan, pemakaian “lambalu” dalam tiga bulan terakhir di bagannya, terbukti  efisien. Dia merasa terbantu karena perangkat ini lebih mudah digunakan dan awet.

“Kami tidak perlu lagi repot mengganti bohlam yang kerap rusak atau pecah karena goncangan dan benturan di laut,” ujar Abbas, Selasa (29/10/2019).

Berita Terkait

Pemuda Kumakubur Gelar Pekan Pengabdian, Sasar Generasi Penerus

Dosen Unhas Perkenalkan Alat Pengukuran Emisi Gas Buang di SMAN 2 Bone

Tim Pengabdian Masyarakat Unhas Membuat Rumpon Elektronik bagi Nelayan

Dosen Unibos Lakukan Pengabdian Masyarakat di Rappang

Pengalaman Abbas menggunakan “lambalu” bersama putranya, Mustakim (37) diharapkan menginspirasi komunitas nelayan lainnya untuk beralih dari lampu “lacuba” biasa  ke “lambalu”.

“Lacuba”  adalah nama yang lazim disematkan oleh nelayan untuk lampu celup bawah air yang selama ini telanjur hadir menggantikan lampu petromaks. Pancaran cahaya dari lampu bawah laut berfungsi merangsang ikan-ikan untuk berkumpul di sekitar bagan sehingga nelayan dengan mudah menangkap ikan.

Muhammad Nadir,  berharap lampu hasil rancangannya itu dapat mengatasi permasalahan nelayan, terutama dari segi harga yang lebih murah. Lambalu didesain praktis dan mudah dilakukan penggantian bola lampu sesuai keinginan dan kebutuhan.

Harga “Lacuba” sekitar Rp1,8 juta per unit,  relatif mahal bagi ukuran nelayan tradisional yang bergantung pada cuaca.

Sedangkan harga “lambalu” hanya setengah dari harga “lacuba”. Kelebihan lain dari lambalu mudah diperbaiki atau dibongkar pasang kembali jika terjadi kerusakan.

“Lambalu” dirancang menggunakan bola lampu tipe LED, agar hemat energi dengan tingkat intensitas cahaya yang lebih terang. “Lambalu” dapat dirakit secara sederhana oleh nelayan dengan menggunanakan bahan  yang mudah didapatkan di toko bangunan sekitar domisil mereka, seperti potongan pipa pralon, kabel, kawat, dan sebagainya.

“Kiranya , mitra  yang sudah menerapkan lambalu, dapat dicontoh oleh nelayan lain,” kata Nadir.

Harapan itu didasarkan pada amatan bahwa  lampu celup pabrikan masih langka dijual di pasaran, khususnya di Kabupaten Pinrang.

Sambutan positif pun diungkapkan Sekretaris Desa Wiring Tasi,  Ahmadi.  Saat sosialisasi penggunaan  “lambalu” beberapa waktu lalu, dia meminta nelayan di wilayahnya menyimak dengan baik materi yang disampaikan tim PKM dari Politani Pangkep.

“Jarang ada kegiatan seperti ini di tempat kita. Tentunya perangkat yang dikenalkan pun sudah melalui kajian matang dan pasti berguna bagi nelayan,” ucap  Ahmadi.

Hasil tangkapan nelayan bagan tancap di Kecamatan Suppa umumnya berupa ikan teri (Stolephorus commersonii), tembang (Sardinella sp), dan pepetek (Leiognathus sp). Hasil tangkapan mereka dipasarkan di Kota Parepare di samping untuk konsumsi keluarga. (*)

Editor: Dian Muhtadiah Hamna

Terkait: Pengabdian Masyarakat

TerkaitBerita

Direktur Pijarnews.com Hadiri AI Tools Training for Journalists Suara.com–LMC Didukung GNI di Makassar

Editor: Muhammad Tohir
3 Februari 2026

...

KabarMakassar-BBC Media Action Gelar Training Advanced Tracking AI, Lawan Mis/Disinformasi

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
12 November 2025

...

Guru Madrasah di Gowa Antusias Ikuti Batch 3 Kelas AI Mafindo Makassar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
10 November 2025

...

Berbasis AI, Robot Manarah Siap Menerima Pertanyaan Keagamaan dan Hukum Islam Bagi Pengunjung Masjidil Haram

Berbasis AI, Robot Manarah Siap Menerima Pertanyaan Keagamaan dan Hukum Islam Bagi Pengunjung Masjidil Haram

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
11 Maret 2025

...

Ramadan 1447H

Curhat Pedagang Pasar Sentral Pinrang: Harga Tomat-Cabai Melejit Jelang Lebaran 2026

Curhat Pedagang Pasar Sentral Pinrang: Harga Tomat-Cabai Melejit Jelang Lebaran 2026

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Maret 2026

Momen Ramadan, PSI Parepare Tebar Ratusan Takjil

Editor: Muhammad Tohir
17 Maret 2026

HUT ke-53 dan Ramadan Berkah di Barru: Bosowa Salurkan 9,3 Ton Paket Pangan dan Gelar Buka Puasa Bersama

HUT ke-53 dan Ramadan Berkah di Barru: Bosowa Salurkan 9,3 Ton Paket Pangan dan Gelar Buka Puasa Bersama

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
14 Maret 2026

Bingkai Berbagi Ramadan 2026, Kolaborasi Fotografer Se-Ajatappareng Santuni Panti Asuhan Sitti Khadijah

Bingkai Berbagi Ramadan 2026, Kolaborasi Fotografer Se-Ajatappareng Santuni Panti Asuhan Sitti Khadijah

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 Maret 2026

Pengusaha Parsel di Pinrang Kebanjiran Orderan Sejak Sebelum Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
7 Maret 2026

BeritaTerkini

Lebaran di Negeri Sakura, Haru Perantau Sidrap Jadi Imam Salat Id di Jepang

Lebaran di Negeri Sakura, Haru Perantau Sidrap Jadi Imam Salat Id di Jepang

Editor: Muhammad Tohir
22 Maret 2026

Rayakan Idul Fitri di Lapangan Andi Makkasau, Wali Kota Parepare Paparkan Capaian

Editor: Muhammad Tohir
21 Maret 2026

Setelah Puluhan Tahun, Takbir Kembali Menggema di Stadion Ganggawa

Editor: Muhammad Tohir
21 Maret 2026

Perkuat Sinergi, Bosowa Peduli dan Pemkot Makassar Salurkan 1.000 Paket Sembako bagi Petugas Layanan Publik di Karebosi

Perkuat Sinergi, Bosowa Peduli dan Pemkot Makassar Salurkan 1.000 Paket Sembako bagi Petugas Layanan Publik di Karebosi

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
19 Maret 2026

NasDem Sulsel Perkuat Konsolidasi di Dapil 2, Syaharuddin Alrif: Jaga Kepercayaan Rakyat

NasDem Sulsel Perkuat Konsolidasi di Dapil 2, Syaharuddin Alrif: Jaga Kepercayaan Rakyat

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
19 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan