• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Sabtu, 7 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Opini

OPINI; Aktualisasi Pesan Idul Fitri

Tim Redaksi Editor: Tim Redaksi
26 Mei 2021
di Opini
Bahtiar

Oleh : Bahtiar Praktisi Pendidikan IAIN Parepare

OPINI — Idul Fitri sebagai hari raya umat Islam adalah sebuah instrumen edukasi umat untuk membangun perubahan mental spiritual dalam kehidupan secara individu dan sosial menjadi lebih baik. Perayaan Idul Fitri tahun 1442 Hijriyah di tahun 2021 Masehi adalah perayaan pertama sejak pandemi Covid-19 yang dibolehkan digelar mendekati suasana normal.

Meskipun dalam pagelaran hari raya tersebut belum sepenuhnya sesuai harapan masyarakat.

Pembatasan-pembatasan masih ada. Larangan penggunaan lapangan sebagai tempat penyelenggaraan Shalat Idul fitri di daerah tertentu, penegakan protokol kesehatan secara ketat di dalam masjid, tidak diperbolehkannya berkerumun dalam jumlah besar di luar pelaksanaan shalat, larangan mudik dan sebagainya masih mewarnai perayaan Idul Fitri tahun ini.

Semua dilakukan oleh pemerintah demi kemaslahatan bersama. Namun demikian syukur atas segala karunia nikmat Allah tetap merupakan sebuah keniscayaan. Bukankah ending dari seluruh rangkaian ramadan dengan segala amaliahnya adalah Bersyukur. (Q.S. Al-Baqarah :185) dan sempurnakanlah puasa dan hendaknya bertakbir semoga kalian bersyukur.

Berita Terkait

PBI BPJS Tukang Es Dicabut, Dimana Keberpihakan Negara?

Pesan Warek III IAIN Parepare ke Pengurus DEMA Baru: Jangan Cuma Seremoni, Fokus Kualitas!

Satu-satunya Ahli Fikih Munakahat, Prof Rahmawati Ukir Sejarah Jadi Guru Besar IAIN Parepare

Kisah Inspiratif Prof Darma: 28 Tahun Mengabdi, Empat Malam “Mati Lampu” Demi Gelar Guru Besar

Pandemi Covid-19 sebagai musibah bisa dikatakan sebagai salah satu musibah kemanusiaan terbesar abad ini. Betapa tidak, kehadirannya menghebohkan seluruh jagad, berpengaruh pada seluruh aspek kehidupan manusia di muka bumi ini. Pandemi Covid-19 memapar dan menerjang seluruh penjuru dunia nyaris tanpa sisa. Ia mengubah secara fundamental mulai dari tatanan sosial budaya, politik, ekonomi, hukum, agama dan sebagainya. Tidak salah jika akibat yang ditimbulkan pandemi ini diklaim membawa efek domino dalam segala lini dan tatatan kehidupan. Pandemi Covid mengguncang seluruh sendi-sendi kehidupan manusia dengan sangat dahsyat.

Kehadirannya timbul tenggelam tanpa diduga. Ia bisa menghilang sejenak kemudian muncul kembali secara tiba-tiba dengan intensitas serta ‘kreativitas’ tinggi.

Negara-negara di benua Eropa dan Amerika serta India akhir-akhir ini menjadi contoh dan bukti sahih kasus ini yang sangat mengerikan. Semoga itu tidak terjadi lagi di tempat lain terutama Indonesia.
Di tengah terjangan pandemi Covid-19 yang menginjak tahun ke 2 ini, menyangkut keberadaannya manusia dapat diklasifikasi dari segi responnya setidaknya 3 kelompok yaitu kelompok yang percaya sepenuhnya bahwa virus corona yang mematikan ini benar-benar nyata adanya. Kelompok ini masih bisa di klasifikasi lagi ke dalam dua kelompok kecil yaitu kelompok yang percaya bahwa virus corona adalah sesuatu yang alamiah. Sementara kelompok kedua meskipun percaya bahwa virus itu nyata adanya tetapi keberadaannya tidak alamiah. Ada rekayasa kelompok tertentu sehingga virus ini ada dan menyebar. Adapula kelompok yang setengah percaya. Kelompok ketiga adalah kelompok yang belum percaya sama sekali bahwa sesungguhya Pandemi Covid-19 ini hanya diada-adakan untuk maksud tertentu.

Berikut ulasan berikutnya….

Laman 1 dari 3
123Selanjutnya
Terkait: Covid-19IAIN ParepareIdul Fitri

TerkaitBerita

Antara Akidah dan Akses Pasar: Polemik Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS

Antara Akidah dan Akses Pasar: Polemik Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

...

Islam Penyelemat Generasi dari Kasus ABH yang Meningkat

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
2 Maret 2026

...

Kegemilangan Sektor Pendidikan Islam yang Terpendam

Kegemilangan Sektor Pendidikan Islam yang Terpendam

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
27 Februari 2026

...

Menakar Kesejahteraan Guru di Tapal Batas

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Februari 2026

...

BeritaTerkini

Lelaki Berbadik di Pinrang Nyaris Bentrok, Aksi Heroik Danpos Watang Sawitto Tuai Pujian

Lelaki Berbadik di Pinrang Nyaris Bentrok, Aksi Heroik Danpos Watang Sawitto Tuai Pujian

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
7 Maret 2026

Antara Akidah dan Akses Pasar: Polemik Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS

Antara Akidah dan Akses Pasar: Polemik Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Casemix RSUD Andi Makkasau Gelar Buka Puasa Unik

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Casemix RSUD Andi Makkasau Gelar Buka Puasa Unik

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

Ramadan Berbagi, Apersi Sulsel Salurkan Bantuan Rp3,4 Miliar

Ramadan Berbagi, Apersi Sulsel Salurkan Bantuan Rp3,4 Miliar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

Pemkot Parepare Lepas 1.000 Paket Sembako Pasar Murah Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
3 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan