• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Senin, 23 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

OPINI: Antara Ekonomi dan Perkembangan Pariwisata

Muhammad Tohir Editor: Muhammad Tohir
29 November 2022
di Opini
Oleh: Winda sari (Mahasiswi dan Pengajar)

Oleh: Winda sari (Mahasiswi dan Pengajar)

OPINI–Di tengah riuh dan padatnya jadwal kegiatan atau runititas masyarakat Indonesia, pariwisata Berau atau yang dikenal dengan sebutan Bumi Batiwakkal menjadi salah satu penyumbang pariwisata negeri.

Untuk memperkenalkan dan mendatangkan pengunjung ke Maratua, Berau. Pemerintah mendukung penuh diadakannya festival musik yang digelar di pulau Maratua. Event ini merupakan bagian dari komitmen terhadap kemajuan pariwisata di Bumi Batiwakkal, dan diharapkan konsistensinya sehingga mampu menjadi daya tarik wisatawan.

Pengembangan wisata ini dalam rangka menggerakkan ekonomi Indonesia serta turut menjadikannya sumber pendapatan negara. Kabid Pemasaran dan Kerjasama Disbudpar Berau Hotlan Silalahi menyatakan “Komitmen Pemkab dalam hal ini sudah berkolaborasi dengan instansi lain agar festival maupun acara lainnya bisa dikemas sedemikian bagus, agar di sekitarnya pun bisa merasakan dampaknya. Seperti UMKM dan pelaku usaha resor hingga transportasinya,”

Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki potensi pariwisata yang sangat besar, baik melalui kebudayaan, makanan, produk kerajinan khas daerah hingga kekayaan alam yang beraneka ragam. Dalam sistem kapitalisme pariwisata dipandang sebagai obyek sumber pendapatan negara. Sehingga program yang dibuat berfokus pada penambahan pendapatan bagi berlangsungnya pengembangan ekonomi sebuah daerah, serta program pemulihan ekonomi pasca pandemi.

Jika melihat program yang ada, maka dapat difahami bahwa program tersebut tidak melakukan pertimbangan selain pada sektor ekonomi. Cara pandang yang sekuler kapitalistik telah menjadikan sektor pariwisata hanya bertumbuh atas nama kepentingan ekonomi.

Berita Terkait

Remaja Jauh dari Islam, Krisis Moral dan Identitas Menerkam

Membungkam Kritik dengan Air Keras

Imigrasi Parepare Raih penghargaan Sangat Baik Opini Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik 2025.

Pemimpin Islam : Antara Marwah dan Riayah

Padahal, mengundang wisatawan ke Pulau Maratua justru sekaligus dapat mentrasfer kebudayaan mereka ke dalam negeri, dan merugikan rakyat, disebabkan kemaksiatan dan liberalisasi yang terjadi di sekmen sosial budaya. Pertimbangan akan masuknya pemikiran liberal dan gaya hidup yang sangat membahayakan kehidupan sosial masyarakat bukan menjadi pertimbangan dan program urgen bagi negara dan pemerintah daerah. Cara pandang ini tentu mengancam hilangnya budaya asli negeri.

Berdalih pada semua ini untuk lapangan kerja dan ekonomi rakyat acap kali sekedar menjadi pemanis. Sebab, aktor yang paling diuntungkan dengan pengembangan kawasan wisata adalah mereka yang memiliki modal besar atau para kapitalis.

Fakta yang pernah ada, bagi masyarakat sekitar yang tidak berharta dan hanya bermodalkan lahan kecil, nyatanya banyak yang mengalami penggusuran dengan alasan wajib ikut menyukseskan pembangunan. UMKM pun tergusur oleh pembisnis-pembisnis besar pariwisata yang ada baik lokal maupun luar daerah.

Dalam islam pariwisata merupakan bagian obyek dakwah untuk menguatkan keimanan. Keindahan alam yang ada mejadikannya tempat mengindra ciptaan dan keagungan Sang Khaliq. Serta sarana dakwah Islam, dan bukan menjadi sumber utama pemasukan negara.

Pariwisata pun menjadi tempat untuk memperkenalkan budaya Islam yang cantik dan menawan sehingga para turis akan semakin memahami Islam. Sungguh disayangkan, jika pemerintah memilih memperkenalkan pariwisata sekedar dalam rangka pertumbuhan ekonomi semata.

Negara harus mampu mengokohkan ekonomi masyarakat serta mengontrol masuknya budaya luar yang memberikan dampak negatif. Dan tidak menjadikan pariwisata hanya sebatas sektor ekonomi penambah pendapatan daerah atau negara. Sangat diperlukan membenahi landasan tata kelola sektor pariwisata agar kembali memiliki fungsi utamanya.

Terkait: BerauOpini

TerkaitBerita

Remaja Jauh dari Islam, Krisis Moral dan Identitas Menerkam

Remaja Jauh dari Islam, Krisis Moral dan Identitas Menerkam

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Maret 2026

...

Membungkam Kritik dengan Air Keras

Membungkam Kritik dengan Air Keras

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Maret 2026

...

Pemimpin Islam : Antara Marwah dan Riayah

Pemimpin Islam : Antara Marwah dan Riayah

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
12 Maret 2026

...

Legitimasi Agama dan Bahaya Provokasi Umat Islam

Editor: Muhammad Tohir
8 Maret 2026

...

Ramadan 1447H

Curhat Pedagang Pasar Sentral Pinrang: Harga Tomat-Cabai Melejit Jelang Lebaran 2026

Curhat Pedagang Pasar Sentral Pinrang: Harga Tomat-Cabai Melejit Jelang Lebaran 2026

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Maret 2026

Momen Ramadan, PSI Parepare Tebar Ratusan Takjil

Editor: Muhammad Tohir
17 Maret 2026

HUT ke-53 dan Ramadan Berkah di Barru: Bosowa Salurkan 9,3 Ton Paket Pangan dan Gelar Buka Puasa Bersama

HUT ke-53 dan Ramadan Berkah di Barru: Bosowa Salurkan 9,3 Ton Paket Pangan dan Gelar Buka Puasa Bersama

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
14 Maret 2026

Bingkai Berbagi Ramadan 2026, Kolaborasi Fotografer Se-Ajatappareng Santuni Panti Asuhan Sitti Khadijah

Bingkai Berbagi Ramadan 2026, Kolaborasi Fotografer Se-Ajatappareng Santuni Panti Asuhan Sitti Khadijah

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 Maret 2026

Pengusaha Parsel di Pinrang Kebanjiran Orderan Sejak Sebelum Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
7 Maret 2026

BeritaTerkini

Lebaran di Negeri Sakura, Haru Perantau Sidrap Jadi Imam Salat Id di Jepang

Lebaran di Negeri Sakura, Haru Perantau Sidrap Jadi Imam Salat Id di Jepang

Editor: Muhammad Tohir
22 Maret 2026

Rayakan Idul Fitri di Lapangan Andi Makkasau, Wali Kota Parepare Paparkan Capaian

Editor: Muhammad Tohir
21 Maret 2026

Setelah Puluhan Tahun, Takbir Kembali Menggema di Stadion Ganggawa

Editor: Muhammad Tohir
21 Maret 2026

Perkuat Sinergi, Bosowa Peduli dan Pemkot Makassar Salurkan 1.000 Paket Sembako bagi Petugas Layanan Publik di Karebosi

Perkuat Sinergi, Bosowa Peduli dan Pemkot Makassar Salurkan 1.000 Paket Sembako bagi Petugas Layanan Publik di Karebosi

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
19 Maret 2026

NasDem Sulsel Perkuat Konsolidasi di Dapil 2, Syaharuddin Alrif: Jaga Kepercayaan Rakyat

NasDem Sulsel Perkuat Konsolidasi di Dapil 2, Syaharuddin Alrif: Jaga Kepercayaan Rakyat

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
19 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan