• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Rabu, 25 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

OPINI : Biasakan Mencatat! (Seri Manajemen Keuangan Keluarga, Bagian 3)

Tim Redaksi Editor: Tim Redaksi
21 Juni 2020
di Opini
Tamsil Hadi

Oleh : Tamsil Hadi, MM*

Berita Terkait

OPINI : Latte Factor Vs Flexing (Seri Manajemen Keuangan Keluarga, Bagian 6–Terakhir)

OPINI: Jangan Berutang! Bagaimana Kalau Terpaksa? (Seri Manajemen Keuangan Bagian 5)

OPINI : 8 Prinsip Perencanaan Keuangan Keluarga (Seri Manajemen Keuangan Keluarga Bagian 2)

OPINI : Krisis Ekonomi dan Keuangan Keluarga di Tengah Covid-19

OPINI — Di Awal pembahasan tentang manajemen keuangan keluarga, berfokus pada bangunan perspektif. Pada bagian kedua mengupas seputar prinsip-prinsip dasar dalam perencanaan keuangan keluarga. Selanjutnya pada bagian ketiga kali ini, sifatnya lebih ingin membangun kesadaran pada sebuah kegiatan yang bisa dianggap pondasi dalam manajemen keuangan keluarga. Apa itu? Sesuai dengan judul, kegiatan yang dimaksud adalah mencatat. Kenapa ini penting? Karena kebiasaan mencatat akan sangat membantu untuk menciptakan manajemen keuangan keluarga yang stabil dan terukur. Apalagi nanti jika diperhadapkan pada sebuah keharusan mengambil keputusan keuangan. Dalam berbagai bentuk pengambilan keputusan, akan selalu dihadapkan pada setidaknya 2 (dua) macam pilihan. Sejauh mana keputusan itu efektif dan mampu mengambil pilihan yang terbaik, sangat ditentukan oleh ketepatan dalam mengidentifikasi masalah. Disinilah dibutuhkan sebuah penginderaan yang utuh terhadap realitas objektif, dalam hal ini adalah realitas keuangan yang berbasis pada data. Tentu itu bisa didapatkan jika ada dokumentasi atau kita sebutlah itu catatan yang tersimpan dengan baik. 

Harapan yang diinginkan setelah bahasan ini, keluarga bukan sebatas bisa atau pandai mencatat keuangannya, tapi bisa sampai menjadikan kegiatan mencatat sebagai kebiasaan. Artinya mencatat itu nantinya menjadi rutinitas dan gerakan otomatis yang selalu dilakukan, khususnya bagi manajer keuangan keluarga. Setiap kali ada dana masuk yang siap dikelola, secara spontan langsung bergerak untuk mencatat dan menyusun skema budgeting.

Begitu pula setiap kali belanja, maka ibarat robotic system, tangan langsung terkontrol untuk mencatat transaksi yang dilakukan. Dimulai dari pencatatan yang bentuknya sederhana, bersifat sementara, sampai yang bentuknya lebih kompleks dan bersifat lebih permanen. Apakah menggunakan media secarik kertas ataukah aplikasi-aplikasi note pada gadget yang banyak tersedia. Itu semua bisa berjalan mudah ketika mencatat sudah menjadi kebiasaan. Tentu butuh proses dan langkah-langkah yang sengaja. Jika mengikuti sebuah rumusan dalam membangun sebuah kebiasaan (habits), berarti mencatat itu sudah melalui proses belajar (learn) yang serius, praktik (practice) secara langsung, dan melakukan pengulangan (repetition) berkali-kali. Dengan menjadi kebiasaan, mencatat akhirnya tidak lagi dianggap kegiatan yang membebani dan membosankan.

Laman 1 dari 2
12Selanjutnya
Terkait: Keuangan KeluargaManajemen KeuanganTamsil Hadi

TerkaitBerita

Pendidikan dalam Bayang-bayang Krisis Energi, Siapa yang Menjadi Korban

Editor: Muhammad Tohir
25 Maret 2026

...

Remaja Jauh dari Islam, Krisis Moral dan Identitas Menerkam

Remaja Jauh dari Islam, Krisis Moral dan Identitas Menerkam

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Maret 2026

...

Membungkam Kritik dengan Air Keras

Membungkam Kritik dengan Air Keras

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Maret 2026

...

Pemimpin Islam : Antara Marwah dan Riayah

Pemimpin Islam : Antara Marwah dan Riayah

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
12 Maret 2026

...

BeritaTerkini

Pendidikan dalam Bayang-bayang Krisis Energi, Siapa yang Menjadi Korban

Editor: Muhammad Tohir
25 Maret 2026

Wali Kota Ungkap Munculnya Ide Pertemuan Saudagar di Parepare

Editor: Muhammad Tohir
24 Maret 2026

Lebaran di Negeri Sakura, Haru Perantau Sidrap Jadi Imam Salat Id di Jepang

Lebaran di Negeri Sakura, Haru Perantau Sidrap Jadi Imam Salat Id di Jepang

Editor: Muhammad Tohir
22 Maret 2026

Rayakan Idul Fitri di Lapangan Andi Makkasau, Wali Kota Parepare Paparkan Capaian

Editor: Muhammad Tohir
21 Maret 2026

Setelah Puluhan Tahun, Takbir Kembali Menggema di Stadion Ganggawa

Setelah Puluhan Tahun, Takbir Kembali Menggema di Stadion Ganggawa

Editor: Muhammad Tohir
21 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan