• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Minggu, 5 April, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

OPINI : GDM Organik Dorong Anak Muda Maksimalkan Peluang Ekspor Porang

Tim Redaksi Editor: Tim Redaksi
23 Oktober 2020
di Opini
Diah Sulung

Penulis Diah Sulung Syafitri dari GDM Organik bersama Pak Paidi, petani pelopor budidaya tanaman Porang.

Berita Terkait

Porang Sidrap, Bupati: Dari Desa Kita Kirim ke Dunia

Syaharuddin Alrief Hadirkan Professor UNHAS, Diskusikan Pengembangan Desa Inovatif Porang

Presiden Instruksikan Mentan Seriusi Porang Sebagai Komoditas Ekspor Andalan Baru

Lewat Petani Milenial, Mentan SYL Terus Garap Porang Jadi Komoditas Andalan

Diah Sulung
Oleh : Diah Sulung Syafitri, GDM Organik

Dari obrolan ini, saya banyak mendapatkan informasi bahwa potensi ekspor tanaman Porang ini begitu lebar karena negara-negara maju banyak membutuhkan komoditas ini untuk industri kesehatan, kecantikan, pesawat terbang, dan lain-lain. Bocorannya, lanjut Pak Paidi, sejauh ini kita baru mampu memenuhi 1% dari total kebutuhan negara-negara maju tadi. Artinya, 90%-nya masih belum ada pemainnya! Gila sih, potensi pertanian yang teramat besar untuk dibiarkan nganggur begitu saja.

Tanaman Porang (Amorphophallus Onchophyllus) bukan tanaman baru. Sejak jaman penjajahan Jepang, buyut-buyut saya dulu sudah mengenal tanaman ini beserta varietasnya, yaitu iles-iles dan suweg. Waktu kemunculan tanaman Porang adalah diantara awal musim hujan hingga awal musim kemarau. Saat musim kemarau, umbinya tertahan di dalam tanah. Setelah tumbuh berulang selama 3 tahun, nah, baru lah umbinya cukup besar untuk dipanen. Biasanya, kakek dan nenek menjualnya ke pasar bersama dengan aneka bangsa umbi-umbian lain seperti uwi, gembili, gadung, ganyong, singkong, ketela, mbote, talas, dan lain sebagainya, dengan harga porang mentah basah hanya Rp 800-Rp 1000 perak. Hari ini harga porang mentah basah dihargai Rp 3.000,-. Kalau dikeringkan, normalnya di pasaran Indonesia dihargai Rp 19.000 per kilogram. Tapi jika diekspor, misalnya ke China, harga porang kering bisa menembus Rp 24.000 per kilogram. Itu masih mentahan, belum olahan.

Pertanyaan yang tentu saja berkecamuk di dalam otak saya sedari menunggu ujung cerita Pak Paidi adalah “Lalu bagaimana caranya kita bisa meningkatkan nilai ekonomi dari tanaman Porang ini di panggung internasional?”. Sesuai dugaan saya, satu-satunya jalan adalah dengan mengolahnya terlebih dahulu menjadi barang setengah jadi. Hasil olahan tanaman Porang; diiris-diiris, dijemur, lalu dijadikan kripik, harganya bisa meningkat menjadi Rp 60.000 per kilogram! Terlebih, kalau diolah menjadi tepung dan diekspor ke Jepang, harganya menembus Rp 150.000 per kilogram! Ingin menangis rasanya membayangkan pundi-pundi uangnya.

Laman 2 dari 3
sebelumnya123Selanjutnya
Terkait: Porang

TerkaitBerita

Disrupsi Generasi dalam Lembaga Kemahasiswaan: Membaca Ketegangan Gen Z dan Gen Alpha terhadap Warisan Organisasi Lama

Disrupsi Generasi dalam Lembaga Kemahasiswaan: Membaca Ketegangan Gen Z dan Gen Alpha terhadap Warisan Organisasi Lama

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Maret 2026

...

Perang Iran–AS–Israel: Eskalasi Konflik Global dan Dampaknya

Perang Iran–AS–Israel: Eskalasi Konflik Global dan Dampaknya

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Maret 2026

...

Pendidikan dalam Bayang-bayang Krisis Energi, Siapa yang Menjadi Korban

Editor: Muhammad Tohir
25 Maret 2026

...

Remaja Jauh dari Islam, Krisis Moral dan Identitas Menerkam

Remaja Jauh dari Islam, Krisis Moral dan Identitas Menerkam

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Maret 2026

...

BeritaTerkini

Hadiri Ramah Tamah IKA FKG Unhas, Wali Kota Parepare Dorong Kolaborasi

Editor: Muhammad Tohir
5 April 2026

Dua  Rumah di Pinrang Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp 450 Juta

Dua Rumah di Pinrang Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp 450 Juta

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
5 April 2026

Donut Boat di Pantai Ammani Terbalik, 5 Penumpang Terhempas ke Pasir

Donut Boat di Pantai Ammani Terbalik, 5 Penumpang Terhempas ke Pasir

Editor: Muhammad Tohir
4 April 2026

Festival Nene Mallomo III Dibuka, Bupati Sidrap: Ini Membentuk Mental Juara

Festival Nene Mallomo III Dibuka, Bupati Sidrap: Ini Membentuk Mental Juara

Editor: Muhammad Tohir
4 April 2026

Perkuat Pertahanan Kampus, BAKTI Komdigi Bekali Civitas UIN Alauddin Strategi Keamanan Siber

Perkuat Pertahanan Kampus, BAKTI Komdigi Bekali Civitas UIN Alauddin Strategi Keamanan Siber

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
4 April 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan