• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Rabu, 18 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

OPINI : Impor Jagung, Kebijakan Buntung

Alfiansyah Anwar Editor: Alfiansyah Anwar
12 Februari 2019
di Opini
Ruhuh

Oleh : Ruruh Hapsari, ST (Anggota Komunitas Penulis Revowriter)

 

Peran Neoliberal Dalam Kedaulatan Pangan

Hari ini kehadiran pemerintah hanya sebatas regulator dan fasilitator untuk membuat aturan dan regulasi. Sementara hajat rakyat diserahkan ke pasar (korporasi). Hal ini merupakan paradigma neoliberal, yang mengakibatkan korporasi menguasai seluruh rantai makanan mulai dari produksi hingga konsumsi. Sejatinya hal ini terjadi karena pemerintah abai dalam mengurus pangan.

Terdapat beberapa fakta neo-liberalisasi (baca korporatisasi) dalam tata kelola pangan. Pertama, penguasaan lahan oleh korporasi dan pembiaran alih fungsinya. Kedua, mahalnya sarana untuk produksi pangan seperti benih, pupuk, pestisida dan lain sebagainya. Yang akan berakibat pada tingginya biaya produksi dan harga jual tidak bersaing.

Berita Terkait

Tak Ada Konten Tersedia

Ketiga, terlepasnya pemerintah dalam aspek distribusi pangan. Keempat, terjadi liberalisasi fungsi Bulog. Saat ini Bulog bukan lagi lembaga negara yang berfungsi sebagai pelayan rakyat. Namun telah beralih menjadi korporasi yang berorientasi pada untung rugi.

Dari pemaparan di atas terlihat bahwa yang menggagalkan ketahanan pangan dapat tercapai adalah dengan adanya paradigma neoliberal. Hal ini jelas mengakibatkan rakyat sengsara juga menderita. Oleh karena itu diperlukan perubahan total pada konsep yang digunakan dan bukan hanya dalam taraf pergantian pemimpin saja.

Keterwujudan Ketahanan Pangan Dalam Islam

Sesungguhnya sebuah negara harus membangun ketahanan pangan dan ini merupakan bentuk dari seriusnya pemerintah dalam mengayomi rakyat.  Kedaulatan pangan dapat diartikan kemampuan negara dalam memenuhi pangan rakyatnya secara mandiri. Di samping itu negara harus mampu menentukan kebijakan pangannya secara mandiri tanpa intervensi dari pihak lain.

Dengan demikian, kedaulatan dan kemandirian pangan mutlak harus diwujudkan dalam Islam.

Karena menggantungkan pemenuhan pangan melalui impor menjadi jalan untuk menguasai kaum muslimin dan ini diharamkan. Untuk merealisasikannya maka penguasa negeri Islam dalam hal ini khalifah akan menjalankan politik ekonomi Islam dalam pengelolaan pangan dan pertanian.

Hal ini dilakukan karena penguasa merupakan pelayan dan pelindung bagi rakyatnya. Seperti yang telah dikatakan oleh Rasulullah Muhammad SAW dalam sebuah hadits, “Sesungguhnya penguasa adalah pengurus (urusan rakyatnya) dan ia bertanggung jawab terhadap rakyat yang diurusnya.” (HR. Muslim dan Ahmad).

Maka negara harus hadir dalam pengelolaan pangan dari hulu hingga hilir. Pertama, pemerintah harus mendukung penuh usaha pertanian yang dilakukan rakyatnya. Kedua, pemerintah harus mengusahakan terjaminnya aspek distribusi dan pengendalian harga. Ketiga, pada kondisi harga tidak normal pemerintah harus mengambil dua kebijakan, yaitu menghilangkan penyebab distorsi pasar seperti penimbunan, kartel dan sebagainya dan menjaga keseimbangan supply and demand. Keempat, negara harus menjamin pemenuhan pangan rakyat hingga merata, mencukupi dan harga yang terjangkau.

Bila kedaulatan pangan dicapai, maka negeri ini tidak butuh impor bahan pangan karena Indonesia diciptakan oleh yang Maha Kuasa dengan kekayaan alamnya yang sangat melimpah. Seperti lagu Koes Plus di atas. Karena saat ini yang dibutuhkan adalah keseriusan pemerintah dalam mengayomi masyarakatnya. Wallahu’alam bissawab.

 

Penulis : Ruruh Hapsari, HP/WA : 085 781 767 249, Akun Facebook : Ruruh Hapsari

  _______________________________________________________________________________

Tulisan opini yang dipublikasikan di media online ini menjadi tanggung jawab penulis secara pribadi. PIJARNEWS.COM tidak bertanggung jawab atas persoalan hukum yang muncul atas tulisan yang dipublikasikan.

 

Laman 2 dari 2
sebelumnya12
Terkait: Impor JagungKemtan RI

TerkaitBerita

Remaja Jauh dari Islam, Krisis Moral dan Identitas Menerkam

Remaja Jauh dari Islam, Krisis Moral dan Identitas Menerkam

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Maret 2026

...

Membungkam Kritik dengan Air Keras

Membungkam Kritik dengan Air Keras

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Maret 2026

...

Pemimpin Islam : Antara Marwah dan Riayah

Pemimpin Islam : Antara Marwah dan Riayah

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
12 Maret 2026

...

Legitimasi Agama dan Bahaya Provokasi Umat Islam

Editor: Muhammad Tohir
8 Maret 2026

...

Ramadan 1447H

Curhat Pedagang Pasar Sentral Pinrang: Harga Tomat-Cabai Melejit Jelang Lebaran 2026

Curhat Pedagang Pasar Sentral Pinrang: Harga Tomat-Cabai Melejit Jelang Lebaran 2026

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Maret 2026

Momen Ramadan, PSI Parepare Tebar Ratusan Takjil

Editor: Muhammad Tohir
17 Maret 2026

HUT ke-53 dan Ramadan Berkah di Barru: Bosowa Salurkan 9,3 Ton Paket Pangan dan Gelar Buka Puasa Bersama

HUT ke-53 dan Ramadan Berkah di Barru: Bosowa Salurkan 9,3 Ton Paket Pangan dan Gelar Buka Puasa Bersama

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
14 Maret 2026

Bingkai Berbagi Ramadan 2026, Kolaborasi Fotografer Se-Ajatappareng Santuni Panti Asuhan Sitti Khadijah

Bingkai Berbagi Ramadan 2026, Kolaborasi Fotografer Se-Ajatappareng Santuni Panti Asuhan Sitti Khadijah

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 Maret 2026

Pengusaha Parsel di Pinrang Kebanjiran Orderan Sejak Sebelum Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
7 Maret 2026

BeritaTerkini

Dugaan Pungli-Sajam di Pasar Pekkabata Pinrang, Pengelola Buka Suara

Dugaan Pungli-Sajam di Pasar Pekkabata Pinrang, Pengelola Buka Suara

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Maret 2026

Remaja Jauh dari Islam, Krisis Moral dan Identitas Menerkam

Remaja Jauh dari Islam, Krisis Moral dan Identitas Menerkam

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Maret 2026

Membungkam Kritik dengan Air Keras

Membungkam Kritik dengan Air Keras

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Maret 2026

Curhat Pedagang Pasar Sentral Pinrang: Harga Tomat-Cabai Melejit Jelang Lebaran 2026

Curhat Pedagang Pasar Sentral Pinrang: Harga Tomat-Cabai Melejit Jelang Lebaran 2026

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Maret 2026

Momen Ramadan, PSI Parepare Tebar Ratusan Takjil

Editor: Muhammad Tohir
17 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan