• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Jumat, 20 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

OPINI: Jangan Berutang! Bagaimana Kalau Terpaksa? (Seri Manajemen Keuangan Bagian 5)

Muhammad Tohir Editor: Muhammad Tohir
6 Juli 2020
di Ekonomi, Opini
Tamsil

Oleh : Tamsil Hadi, M.M. (salah satu admin Grup FB : Klub Belajar Keuangan dan Akuntansi)

Tamsil
Oleh : Tamsil Hadi, M.M.
(salah satu admin Grup FB : Klub Belajar Keuangan dan Akuntansi)

Jauhi prinsip gali lubang tutup lubang
Ungkapan ini begitu populer, terutama dalam dunia utang piutang. Oleh sebagian kalangan ungkapan ini benar-benar diterapkan dalam kehidupan mereka. Mengambil utang bukan untuk belanja konsumtif ataupun belanja produktif yang sebelumnya sudah disinggung. Ini adalah bentuk yang berbeda, mengambil utang baru dalam rangka menyelesaikan utang lama. Jika berdasarkan sebuah perhitungan, maka pola seperti ini bisa saja menemukan logika rasionalnya. Misalkan sebuah keluarga punya utang lama Rp. 10.000.000, maka dengan adanya suntikan utang baru sebesar Rp. 15.000.000, sebagian bisa digunakan untuk menyelesaikan utang lama. Selebihnya bagaimana? Ya…biasanya tanpa disadari digunakan habis untuk belanja konsumsi. Disinilah resikonya, terkesan bahwa langkah yang dilakukan menjadi solusi padahal sebenarnya sangat rapuh. Membayar utang dengan mengandalkan utang juga hakikatnya tidaklah menyelesaikan pinjaman, tetapi justru menambah beban keuangan. Apalagi pada kasus pinjaman jangka pendek dan berbunga, maka resiko dan dampaknya akan lebih besar lagi. Ibarat jika melakukan ini sama dengan menanam bom waktu, keliahatan aman tapi ada saatnya akan menghasilkan ledakan besar.

Bangun relasi, komunikasi, dan negosiasi
Baik untuk kasus yang terpaksa maupun sudah terlanjur berutang, maka perlu memiliki kemampuan ini. Membangun relasi dengan banyak kalangan bisa menghadirkan lebih banyak alternatif dan pilihan. Ditengah situasi kita butuh dana segar, maka sangat mungkin solusi hadir melalui hubungan relasi yang dibangun dengan banyak pihak. Sebenarnya yang paling aman adalah pinjaman dari keluarga dekat. Selain bisa mendapat pinjaman tanpa bunga, juga temponya bisa diatur lebih fleksibel.

Adapun dengan pihak luar, asal sudah terbangun kedekatan dan kepercayaan, maka teman, kerabat, atau kenalan baru pun bisa hadir memberi solusi. Bahkan opsi yang diambil tidak harus selalu dalam bentuk pinjaman dana. Misalkan untuk kasus kebutuhan dana untuk modal usaha. Sebagian besar porsi modal usaha mungkin akan dipakai untuk belanja aset peralatan, tanah, mesin, atau gedung. Sering kejadian, keperluan dana ternyata bisa ditekan atau bahkan bisa dihapus jika bertemu relasi yang baik. Diharapkan ada tawaran lain yang muncul, bukan dengan pemberian pinjaman tetapi dengan skema kerja sama. Dana diterima bukan lagi dengan aqad utang tapi dengan aqad investasi. Bisa juga keterlibatan relasi bukan dalam bentuk memberi suntikan dana, tetapi dalam bentuk modal aset untuk mendukung usaha yang ingin kita bangun. Dengan begini rencana kita untuk berutang bisa diredam atau minimal besaranya bisa dikurangi. Disinilah kemampuan untuk mengkomunikasikan masalah kita sangat diperlukan.

Selain relasi dan komunikasi, kemampuan atau keberanian untuk membuka negosiasi juga penting. Negosiasi bisa menjadi senjata ampuh untuk membantu masalah keuangan kita. Selama ini banyak orang yang ketika butuh utang tidak lagi peduli dengan perjanjian yang disodorkan oleh pihak pemberi utang. Ruang pembicaraan dan negosiasi tidak dibuka. Akhirnya pihak pengutang harus rela menerima beban yang sangat berat, misalkan dalam hal pembebanan bunga utang yang tinggi, kesempitan dalam termin/tempo pembayaran, dan resiko-resiko penyitaan jika terjadi gagal bayar (default). Maka jika punya konsep sendiri makanya jadikan sebagai bahan negosiasi. Harapan kita dengan negosiasi kita bisa mendapatkan pinjaman utang dengan segala kemudahan. Tentu menarik ketika dijodohkan bertemu dengan pihak peminjam yang sebatas mau menolong. Siap memberi pinjaman tanpa bunga, kelonggaran waktu pembayaran, dan tanpa embel-embel ancaman sita dan denda.

Bertekad untuk lepas dari jeratan utang
Bagaimanapun utang dianggap punya sisi positif dan manfaat tapi tetap tidak sebanding dengan mafsadat atau mudaratnya. Maka setiap keluarga harus tetap memegang prinsip, bahwa manajemen keuangan keluarga yang harus dijalankan adalah yang bebas dari utang. Utang bukan jalan yang tepat untuk ditempuh dan sebisa mungkin dihindari. Kalaupun terpaksa, maka itu harus disesali sehingga kedepannya tidak lagi diulangi. Jangan menjadikan berutang sebagai gaya hidup dan kebiasaan. Utang juga tidak bisa diandalkan sebagai pondasi pengokoh keuangan, karena hakikatnya utang sifatnya rapuh, melemahkan, bahkan bisa menghinakan. Sehingga semua keluarga harus punya tekad yang besar dan kuat untuk tidak berutang dan lepas dari jeritan utang. Terlebih lagi utang yang mengandung riba yang banyak ditawarkan diera sekarang. Selain bisa membuat hidup sempoyongan dan tidak tenang layaknya orang kemasukan syaitan, juga merupakan sebuah dosa besar yang selayaknya ditinggalkan.

Berita Terkait

Suami Lebih Perhatikan Ibunya tetapi Tidak Memuliakan Istri, Ini Kata Buya Yahya

Pemkot Parepare Komitmen Selesaikan Kewajiban Rp22,8 M

Sosialisasi Pembinaan Karakter Keluarga, Staf Ahli PKK Sulsel Harap Kader PKK Selalu Cermati Isu

OPINI: “Prestasi” Utang Luar Negeri Indonesia: Jebakan Kapitalisme Global

Demikian pembahasan untuk topik kali ini. Semoga bermanfaat dan bisa menjadi pertimbangan sebelum mengambil keputusan berutang. Itu bagi yang belum mengambil keputusan mengambil pinjaman (cicilan). Adapun bagi yang berada dalam situasi terpaksa dan terlanjur sudah berutang maka semoga bisa menjadi panduan atau bahan dalam mengelola utangnya dengan baik. Sehingga utang yang kita harapkan hadir menjadi solusi tidak sampai berubah menjadi malapetaka yang menghancurkan kita. Seyogyanya memang yang lebih tepat itu, utang itu bukan untuk dikelola tapi untuk dilunasi dan ditinggalkan.

(bersambung)

Laman 5 dari 5
sebelumnya1...45
Terkait: HutangKeluargaManajemen Keuangan

TerkaitBerita

Remaja Jauh dari Islam, Krisis Moral dan Identitas Menerkam

Remaja Jauh dari Islam, Krisis Moral dan Identitas Menerkam

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Maret 2026

...

Membungkam Kritik dengan Air Keras

Membungkam Kritik dengan Air Keras

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Maret 2026

...

Pemimpin Islam : Antara Marwah dan Riayah

Pemimpin Islam : Antara Marwah dan Riayah

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
12 Maret 2026

...

Legitimasi Agama dan Bahaya Provokasi Umat Islam

Editor: Muhammad Tohir
8 Maret 2026

...

Ramadan 1447H

Curhat Pedagang Pasar Sentral Pinrang: Harga Tomat-Cabai Melejit Jelang Lebaran 2026

Curhat Pedagang Pasar Sentral Pinrang: Harga Tomat-Cabai Melejit Jelang Lebaran 2026

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Maret 2026

Momen Ramadan, PSI Parepare Tebar Ratusan Takjil

Editor: Muhammad Tohir
17 Maret 2026

HUT ke-53 dan Ramadan Berkah di Barru: Bosowa Salurkan 9,3 Ton Paket Pangan dan Gelar Buka Puasa Bersama

HUT ke-53 dan Ramadan Berkah di Barru: Bosowa Salurkan 9,3 Ton Paket Pangan dan Gelar Buka Puasa Bersama

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
14 Maret 2026

Bingkai Berbagi Ramadan 2026, Kolaborasi Fotografer Se-Ajatappareng Santuni Panti Asuhan Sitti Khadijah

Bingkai Berbagi Ramadan 2026, Kolaborasi Fotografer Se-Ajatappareng Santuni Panti Asuhan Sitti Khadijah

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 Maret 2026

Pengusaha Parsel di Pinrang Kebanjiran Orderan Sejak Sebelum Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
7 Maret 2026

BeritaTerkini

Perkuat Sinergi, Bosowa Peduli dan Pemkot Makassar Salurkan 1.000 Paket Sembako bagi Petugas Layanan Publik di Karebosi

Perkuat Sinergi, Bosowa Peduli dan Pemkot Makassar Salurkan 1.000 Paket Sembako bagi Petugas Layanan Publik di Karebosi

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
19 Maret 2026

NasDem Sulsel Perkuat Konsolidasi di Dapil 2, Syaharuddin Alrif: Jaga Kepercayaan Rakyat

NasDem Sulsel Perkuat Konsolidasi di Dapil 2, Syaharuddin Alrif: Jaga Kepercayaan Rakyat

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
19 Maret 2026

Aliran Sungai Pekkabata–Lampa Tersumbat Sampah

Editor: Muhammad Tohir
18 Maret 2026

KAHMI Parepare Bukber, Berbagi hingga Diskusi

Editor: Muhammad Tohir
18 Maret 2026

Safari Ramadan Hari ke-27, Tasming Hamid Salurkan Bantuan Pembangunan Masjid

Editor: Muhammad Tohir
18 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan