• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Selasa, 7 April, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Opini; Krisis dan Kritis Bangsaku

Alfiansyah Anwar Editor: Alfiansyah Anwar
25 Desember 2017
di Opini

Penulis: Andi Dahliani (Mahasiswa PGSD Kampus V UNM Parepare)

PIJAR OPINI – Menyimak realita dan dinamika kehidupan bangsa dan negara saat ini, ada banyak hal yang menjadi sorotan di penghujung tahun 2017. Akhir-akhir ini muncul hal-hal yang menjadi viral di kalangan masyarakat. Mulai dari hadirnya istilah generasi micin, kids jaman now, hingga drama politik Setnov dalam pemerintahan. Belum terhitung pelbagai situasi jelang tahun politik, baik di pusat hingga daerah.

Penulis mengamati, dalam setiap fenomena itu sebagian kita semakin kritis. Sejatinya sikap kritis adalah hal yang sangat baik. Namun perlu diatur agar tak brutal nan anarkis, dalam menyampaikan kritikannya.

Andi Dahliani

Sebagian dari kita mamang hebat dalam berkoar-koar. Entah tua atau muda, berpendapat bahwa pemerintah harus mendengar suara kita. Kita menuntut hak, dengan dalih secara umum memperbaiki bangsa ini.

Ah, bagaimana jika dibalik. Kita yang menjadi pemimpin, dan yang memimpin menjadi masyarakat yang mengkritik ?

Berita Terkait

Disrupsi Generasi dalam Lembaga Kemahasiswaan: Membaca Ketegangan Gen Z dan Gen Alpha terhadap Warisan Organisasi Lama

Perang Iran–AS–Israel: Eskalasi Konflik Global dan Dampaknya

Remaja Jauh dari Islam, Krisis Moral dan Identitas Menerkam

Membungkam Kritik dengan Air Keras

Kita memang kerap mengutamakan keinginan dan egoisme sendiri. Padahal belum tentu punya sumbangsih terhadap pemerintah. Penulis sempat berfikir, bangsa Indonesia bukan krisis kepemimpinan, kita ini krisis kerakyatan.

Bagaimanapun pemerintah bekerja, memang akan selalu ada alasan untuk mengkritik. Dalihnya, ‘itu sudah menjadi tanggung jawab pemerintah’.

Idealnya, bagaimana kita bisa turut berpartispasi, bukan sekadar mengkritik? Indonesia butuh tindakan, bukan protes berbalut omong kosong.

Lebih khusus kepada kalangan disekitar penulis. Mahasiswa yang turun kejalan mengatas-namakan rakyat. Katanya menyuarakan perubahan, namun IP-nya jauh dari kata menawan. Bahkan skripsi tak mereka kerjakan karena terlalu sibuk hanya demi sebuah yang katanya gerakan. Jika ingin membuat perubahan, berprestasilah! (*)

Terkait: KritikOpiniPGSD Parepare

TerkaitBerita

Disrupsi Generasi dalam Lembaga Kemahasiswaan: Membaca Ketegangan Gen Z dan Gen Alpha terhadap Warisan Organisasi Lama

Disrupsi Generasi dalam Lembaga Kemahasiswaan: Membaca Ketegangan Gen Z dan Gen Alpha terhadap Warisan Organisasi Lama

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Maret 2026

...

Perang Iran–AS–Israel: Eskalasi Konflik Global dan Dampaknya

Perang Iran–AS–Israel: Eskalasi Konflik Global dan Dampaknya

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Maret 2026

...

Pendidikan dalam Bayang-bayang Krisis Energi, Siapa yang Menjadi Korban

Editor: Muhammad Tohir
25 Maret 2026

...

Remaja Jauh dari Islam, Krisis Moral dan Identitas Menerkam

Remaja Jauh dari Islam, Krisis Moral dan Identitas Menerkam

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Maret 2026

...

BeritaTerkini

Penguatan Kolaborasi Antar Daerah, Tasming Hamid Hadiri Peringatan Hari Jadi Bone ke-696

Editor: Muhammad Tohir
6 April 2026

Syawalan Muhammadiyah Parepare, Momentum Perkuat Silaturahim dan Harmoni Sosial

Editor: Muhammad Tohir
6 April 2026

Hadiri Ramah Tamah IKA FKG Unhas, Wali Kota Parepare Dorong Kolaborasi

Editor: Muhammad Tohir
5 April 2026

Dua  Rumah di Pinrang Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp 450 Juta

Dua Rumah di Pinrang Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp 450 Juta

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
5 April 2026

Donut Boat di Pantai Ammani Terbalik, 5 Penumpang Terhempas ke Pasir

Donut Boat di Pantai Ammani Terbalik, 5 Penumpang Terhempas ke Pasir

Editor: Muhammad Tohir
4 April 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan