• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Sabtu, 11 April, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

OPINI : Latte Factor Vs Flexing (Seri Manajemen Keuangan Keluarga, Bagian 6–Terakhir)

Tim Redaksi Editor: Tim Redaksi
13 Juli 2020
di Opini
Tamsil Hadi

Penulis : Tamsil Hadi, M.M (Salah satu admin Grup FB : Klub Belajar Keuangan dan Akuntansi)

Tamsil Hadi
Penulis : Tamsil Hadi, M.M (Salah satu admin Grup FB : Klub Belajar Keuangan dan Akuntansi)

Jadi latte factor bisa diartikan sebagai pengeluaran untuk sesuatu yang pada dasarnya tidak terlalu dibutuhkan tapi dilakukan secara rutin dan terus menerus. Pada awalnya dari sisi pengeluaran terlihat kecil (ringan) tapi pada akhirnya menjadi beban pengeluaran yang mengambil porsi cukup besar. Dipilihnya istilah Latte Factor bukan berarti bahwa kebiasaan yang dimaksud hanya terjadi untuk kebiasaan meminum kopi di kafe saja seperti pada kasus DB, tetapi juga bisa terjadi untuk kebiasaan dan pengeluaran yang lain. Setiap orang mungkin berbeda-beda Latte Factor-nya. Tetapi kita bisa merangkum beberapa macam diantaranya yang sifatnya umum dan kerap dilakukan banyak orang. Apa saja itu?

 

  1. Air minum kemasan

Dibanding membawa air minum dari rumah, banyak diantara kita lebih suka membeli air minum kemasan. Alasannya karena dianggap lebih higienis, atau juga tidak ingin repot. Bagi seorang istri, bisa jadi menyiapkan tumbler untuk bekal air minum suami, punya resiko besar kehilangan barang koleksi. Ini bisa jadi. Harga air minum kemasan memang masih relatif terjangkau, namun kalau diakumulasi ternyata bisa besar juga. Anggaplah rata-rata harga 1 botolnya Rp. 3500-an. Dalam sehari seseorang bisa membeli sampai 3 botol, baik untuk keperluan minum disela-sela pekerjaan, habis makan, atau dalam perjalanan. Berarti dalam sehari uang yang habis untuk (hanya) membeli air sebesar Rp. 10.500 dan jika dihitung sebulan (30 hari) totalnya bisa mencapai Rp. 315.000. Angka yang tidak bisa lagi dibilang kecil, apalagi jika sebatas untuk keperluan melepas dahaga dengan air putih.

 

  1. Rokok

Ada yang mengeluh beban hidup semakin sulit, uang semakin tidak punya nilai terhadap harga barang, dan bingung mencari peluang untuk tambahan penghasilan. Tapi yang sedikit lucu, hal-hal tersebut diluapkan sambil mengisap rokok hingga habis berbatang-batang. Kebiasaan merokok memang masih sulit ditinggalkan sebagian orang. Jika dengan pertimbangan kesehatan belum bisa diterima sebagai alasan untuk berhenti merokok, maka mungkin dengan pertimbangan keuangan berikut lebih bisa diterima. Coba dihitung-hitung. Harga sebungkus rokok (non-electric) kita estimasi saja sebesar Rp. 25.000. Seorang perokok aktif lazimnya bisa menghabiskan minimal sebungkus rokok dalam sehari. Dalam hitungan 1 bulan (30 hari), berarti anggaran pengeluaran untuk keperluan merokok mencapai Rp. 750.000. Angka yang sangat besar mengambil porsi beban jika sampai menjadi pengeluaran rutin bulanan. Padahal jika dana sebesar ini dialihkan menjadi tabungan maka begitu banyak kebutuhan lain yang bisa ter-cover. Ini untuk simulasi sebungkus dalam sehari. Bagaimana yang selama ini merokok bisa sampai 2-3 bungkus sehari. Maka tentu akan lebih besar lagi tabungan yang bisa dihasilkan.

Berita Terkait

OPINI: Jangan Berutang! Bagaimana Kalau Terpaksa? (Seri Manajemen Keuangan Bagian 5)

OPINI : Biasakan Mencatat! (Seri Manajemen Keuangan Keluarga, Bagian 3)

Laman 2 dari 5
sebelumnya123...5Selanjutnya
Terkait: Latte FactorManajemen Keuangan

TerkaitBerita

Disrupsi Generasi dalam Lembaga Kemahasiswaan: Membaca Ketegangan Gen Z dan Gen Alpha terhadap Warisan Organisasi Lama

Disrupsi Generasi dalam Lembaga Kemahasiswaan: Membaca Ketegangan Gen Z dan Gen Alpha terhadap Warisan Organisasi Lama

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Maret 2026

...

Perang Iran–AS–Israel: Eskalasi Konflik Global dan Dampaknya

Perang Iran–AS–Israel: Eskalasi Konflik Global dan Dampaknya

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Maret 2026

...

Pendidikan dalam Bayang-bayang Krisis Energi, Siapa yang Menjadi Korban

Editor: Muhammad Tohir
25 Maret 2026

...

Remaja Jauh dari Islam, Krisis Moral dan Identitas Menerkam

Remaja Jauh dari Islam, Krisis Moral dan Identitas Menerkam

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Maret 2026

...

BeritaTerkini

Harga Plastik Melonjak 50 Persen, Keuntungan Pedagang Minuman di Pinrang Menipis

Editor: Muhammad Tohir
10 April 2026

Punya Bakat Dangdut? Catat Syarat dan Jadwal Audisi Dangdut Academy Indosiar di Sidrap

Editor: Muhammad Tohir
10 April 2026

Perketat Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Pemkab Sidrap Bakal Bentuk Tim

Editor: Muhammad Tohir
10 April 2026

Polres Parepare Sosialisasikan Call Center 110 ke Rumah Warga

Editor: Muhammad Tohir
8 April 2026

162 Siswa SMPN 9 Parepare Ikuti TKA, Sekolah Pastikan Mental dan Teknis Siap

Editor: Muhammad Tohir
8 April 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan