• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Rabu, 18 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

OPINI : Nasib Para Pekerja di Balik BP Tapera

Tim Redaksi Editor: Tim Redaksi
18 Juni 2020
di Opini
Ainaini

Oleh : Ainani Tajriyani*

Ainaini
Oleh : Ainani Tajriyani*

Pemerintah menjadikan Tapera sebagai solusi atas kekurangan pasokan rumah masyarakat. Data Kementerian PUPR mengungkapkan bahwa per 2019 kekurangan pasokan rumah mencapai 7,6 juta unit. Pemerintah berharap angka tersebut bisa dipangkas menjadi 5 juta unit di tahun 2020, dan 2,6 juta di 2024. Namun, rencana tersebut mendapat kritikan dan penolakan dari kalangan masyarakat maupun pengamat.

Ketua Umum DPP Persatuan Real Estate Indonesia (REI), Paulus Totok Lusida meminta, agar aturan iuran Tapera lebih diperjelas. Pasalnya, iuran ini akan berlangsung dalam jangka panjang, sehingga perlu ada pengontrolan yang jelas ke mana uang tersebut akan bermuara. Pemerintah juga harus memikirkan kemungkinan yang akan terjadi, di antaranya apabila karyawan tersebut di PHK, atau apabila karyawan telah memiliki rumah,

“Dananya bagaimana? Apakah yang di PHK iurannya putus di tengah jalan? Apakah yang sudah punya rumah tetap akan dipotong upahnya?” ucapnya (cnnindonesia.com 3/6/2020)

CEO Indonesia Property Watch, Ali Tranghada juga menilai, bahwa pengadaan Tapera belum mampu menyelesaikan permasalahan kekurangan pasokan rumah. Pasalnya, Tapera hanya menjawab permasalahan tersebut dari segi keuangannya saja, sementara backlog alias kekurangan pasokan rumah terjadi karena berbagai faktor.

“Harus lihat dari ketersediaan tanahnya ada engga, tidak hanya diselesaikan dari pembiayaan. Belum lagi supply-nya akan seperti apa? Pemerintah kah atau pengembang?” (cnnindonesia.com 3/6/2020)

Berita Terkait

Detik-detik Evakuasi Pekerja Bangunan di Pinrang yang Tersengat Listrik

OPINI: Polemik Tapera Menyesakkan Rakyat

3 Pekerja Terkapar Saat Kerja Neon Box

Berenang Tarik Kabel, Pekerja Kabel Optik Tenggelam dan Ditemukan Meninggal

Di lain pihak, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bidang Ketenagakerjaan dan Jaminan Sosial, Harijanto, merasa bahwa kebijakan Tapera tumpang tindih dengan program kepesertaan lainnya yaitu BP Jamsostek, karena BP Jamsostek juga memberikan fasilitas pembiayaan rumah seperti Pinjaman Uang Muka Perumahan (PUMP), Pinjaman Renovasi Rumah (PRP), dan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR). “Kami juga tidak tahu kenapa pemerintah membentuk itu (Tapera),” tuturnya. (cnnindonesia.com 4/6/2020)

Kendati Apindo sendiri menolak keikutsertaan dalam BP Tapera, tetapi pemerintah mengeluarkan aturan bahwa masa paling lambat mendaftar BP Tapera adalah tujuh tahun. Artinya, mau tidak mau pekerja dan perusahaan tetap harus terikat pada Tapera.

Berbagai keraguan ikut muncul di tengah-tengah masyarakat, di antaranya kekhawatiran akan sulitnya mengklaim simpanan tersebut. Kekhawatiran ini menyeruak karena imbas dari pengalaman sejumlah nasabah yang pernah ikut dalam program pembiayaan rumah BPJamsostek. Nasabah harus bertindak seperti menagih utang, padahal uang tersebut adalah milik masyarakat.

Transparansi terhadap simpanan Tapera juga perlu menjadi perhatian khusus. Dengan banyaknya oknum pemerintah yang terbukti menyelewengkan uang rakyat, tentu Tapera menjadi trust issue tersendiri. Jumlah yang tidak sedikit, dengan kurun waktu yang panjang berpotensi disalahgunakan. Pemerintah harus berhenti bermain-main dengan perasaan masyarakat. Belum selesai keresahan akibat New Normal Life, herd immunity, kenaikan listrik, iuran BPJS yang naik, sekarang ditambah dengan beban iuran baru dari Tapera.

Laman 2 dari 4
sebelumnya1234Selanjutnya
Terkait: PekerjaTapera

TerkaitBerita

Remaja Jauh dari Islam, Krisis Moral dan Identitas Menerkam

Remaja Jauh dari Islam, Krisis Moral dan Identitas Menerkam

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Maret 2026

...

Membungkam Kritik dengan Air Keras

Membungkam Kritik dengan Air Keras

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Maret 2026

...

Pemimpin Islam : Antara Marwah dan Riayah

Pemimpin Islam : Antara Marwah dan Riayah

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
12 Maret 2026

...

Legitimasi Agama dan Bahaya Provokasi Umat Islam

Editor: Muhammad Tohir
8 Maret 2026

...

Ramadan 1447H

Curhat Pedagang Pasar Sentral Pinrang: Harga Tomat-Cabai Melejit Jelang Lebaran 2026

Curhat Pedagang Pasar Sentral Pinrang: Harga Tomat-Cabai Melejit Jelang Lebaran 2026

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Maret 2026

Momen Ramadan, PSI Parepare Tebar Ratusan Takjil

Editor: Muhammad Tohir
17 Maret 2026

HUT ke-53 dan Ramadan Berkah di Barru: Bosowa Salurkan 9,3 Ton Paket Pangan dan Gelar Buka Puasa Bersama

HUT ke-53 dan Ramadan Berkah di Barru: Bosowa Salurkan 9,3 Ton Paket Pangan dan Gelar Buka Puasa Bersama

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
14 Maret 2026

Bingkai Berbagi Ramadan 2026, Kolaborasi Fotografer Se-Ajatappareng Santuni Panti Asuhan Sitti Khadijah

Bingkai Berbagi Ramadan 2026, Kolaborasi Fotografer Se-Ajatappareng Santuni Panti Asuhan Sitti Khadijah

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 Maret 2026

Pengusaha Parsel di Pinrang Kebanjiran Orderan Sejak Sebelum Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
7 Maret 2026

BeritaTerkini

Aliran Sungai Pekkabata–Lampa Tersumbat Sampah

Editor: Muhammad Tohir
18 Maret 2026

KAHMI Parepare Bukber, Berbagi hingga Diskusi

Editor: Muhammad Tohir
18 Maret 2026

Safari Ramadan Hari ke-27, Tasming Hamid Salurkan Bantuan Pembangunan Masjid

Editor: Muhammad Tohir
18 Maret 2026

Dugaan Pungli-Sajam di Pasar Pekkabata Pinrang, Pengelola Buka Suara

Dugaan Pungli-Sajam di Pasar Pekkabata Pinrang, Pengelola Buka Suara

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Maret 2026

Remaja Jauh dari Islam, Krisis Moral dan Identitas Menerkam

Remaja Jauh dari Islam, Krisis Moral dan Identitas Menerkam

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan