• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Rabu, 25 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Opini: Tantangan dan Peluang PAI di Tengah Pandemi Covid-19

Tim Redaksi Editor: Tim Redaksi
1 Juni 2021
di Opini
Bahtiar

Oleh : Bahtiar (Tenaga Pendidik IAIN Parepare)

Bahtiar
Oleh : Bahtiar
(Tenaga Pendidik IAIN Parepare)

Beribadah secara berjamaah perlu disalahi untuk sementara waktu, cara-cara penanganan jenazah korban virus korona menyalahi kebiasaan sebelumnya. Tradisi Penyambutan dengan ziarah kubur, Perayaan puasa Ramadhan dan Idul Fitri bagi muslim dilakukan menyalahi cara-cara sebelumnya, penampilan di luar rumah dengan keharusan menggunakan masker, hal ini menyalahi kebiasaan sebelumnya. Menjaga kebersihan secara super ketat menyalahi perilaku sehari-hari sebelumnya.

Masih banyak lagi hal-hal di mana saat ini dalam rangka memutus penyebaran virus yang satu ini harus kita Out of Box. Tentu saja pergeseran perilaku ini bukan disebabkan karena pergeseran etika dan moralitas, tetapi lebih kepada kepentingan situasional dalam rangka kemaslahatan yang lebih besar dan lebih luas serta jangka panjang. Nilai sikap selanjutnya dalam paradigma “korona” adalah Imunitas. Imunitas adalah sikap dan kesadaran serta perilaku menjaga diri agar selalu memiliki imun atau ketahanan atau kekebalan tubuh. Untuk mewujudkan nilai ini diperlukan selain basis sikap mental spiritual juga diperlukan perilaku hidup sehari-hari yang mendukung.

Menjaga stabilitas kesehatan melalui pola hidup sehat mencakup menjaga konsumsi tubuh agar memenuhi keseimbangan zat-zat yang diperlukan oleh tubuh, dalam istilah al-Quran “halalan thayyiban”. Salah satu yang relevan untuk itu adalah berkaitan dengan kuliner khas Makassar yang bergizi yaitu Coto, Konro dan Nasi dalam ejaan CORONA. Membiasakan kebersihan selalu terjaga pada diri maupun lingkungan sekitar, sebagai hal lain yang tidak kalah pentingnya.

Dengan terwujudnya sikap, mental dan perilaku berbasis paradigma “Vaksin Korona” ini maka berarti kita telah melakukan suatu upaya kontributif dalam menghadapi Pandemi Covid 19. Jika mengacu pada paradigma “Vaksin” di atas sebagai konten dan oksigen PAI maka pembelajaran agama Islam ditengah pandemi harus berorientasi pada internalisasi semangat agar senantiasa secara variartif membangun kreatifitas yang intensif dalam upaya menyikapi kondisi yang tidak memberi ruang untuk hidup seperti biasa.

Selanjutnya jika mengacu pada paradigma “Korona” sebagai paradigma ide dan nilai-nilai maka itu berarti bahwa dalam implementasinya PAI harus mengembangkan nilai 7 K yaitu kesadaran, kepahaman, kesabaran. Kepatuhan atau ketaatan, Keihlasan, kepedulian dan keyakinan. Tujuh K mengandung makna bahwa nilai-nilai dari K dalam angka tujuh menunjukkan bahwa nilai-nilai tersebut sangat relevan dibangun dalam masa pandemi tanpa ada jeda.

Berita Terkait

498 Mahasiswa PPG IAIN Parepare Lulus UP, Tingkat Kelulusan Capai 99,60%

Membungkam Kritik dengan Air Keras

Jurnal Banco IAIN Parepare Resmi Terindeks Scopus

Kepala Pusat Publikasi dan Penerbitan LPPM IAIN Parepare Lulus 2 Tahun 7 Bulan dengan IPK 4.00 di UNM

Artinya implementasi nilai-nilai itu terdapat dalam 7 hari seminggu. Dalam menghadapi kehidupan di masa pandemi yang nilai-nilai mental spiritual tersebut menjadi modal fundamental agar terbangun katahanan mental spiritual. Secara utuh PAI harus meramu senyawa ide yang terdapat dalam paradigma “Vaksin Korona” dan menjadikannya sebagai paling tidak oksigen dalam pembelajaran Agama Islam untuk “diijeksi” pada kesadaran, sikap dan perilaku peserta didik.

Oleh karena itu konten dan atmosfer pembelajaran Agama Islam harus menghadirkan nilai-nilai tersebut. Dengan hadirnya nilai-nilai senayawa Vaksin Korona di atas maka itu dapat menempatkan PAI kontekstual dan kontributif. Ini artinya PAI dapat menagkap dan memanfaatkan peluang yang ada untuk menunjukkan eksistensinya.

In uridu illa al-islah mastataktu, wa ma taufiqi illa bi Allah wa ilaihi unib. Wa Allahu al-Muwaffiq Ila Aqwaam al-Thariiq. Wa Allahu ‘a’ lam bi al-shawab. Wassalam.

Penulis: Bahtiar (Tenaga Pendidik IAIN Parepare)

Editor: Misbah Sabaruddin

Laman 4 dari 4
sebelumnya1...34
Terkait: IAIN PareparePeluang dan TantanganPendidikan Agama Islam

TerkaitBerita

Remaja Jauh dari Islam, Krisis Moral dan Identitas Menerkam

Remaja Jauh dari Islam, Krisis Moral dan Identitas Menerkam

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Maret 2026

...

Membungkam Kritik dengan Air Keras

Membungkam Kritik dengan Air Keras

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Maret 2026

...

Pemimpin Islam : Antara Marwah dan Riayah

Pemimpin Islam : Antara Marwah dan Riayah

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
12 Maret 2026

...

Legitimasi Agama dan Bahaya Provokasi Umat Islam

Editor: Muhammad Tohir
8 Maret 2026

...

BeritaTerkini

Wali Kota Ungkap Munculnya Ide Pertemuan Saudagar di Parepare

Editor: Muhammad Tohir
24 Maret 2026

Lebaran di Negeri Sakura, Haru Perantau Sidrap Jadi Imam Salat Id di Jepang

Lebaran di Negeri Sakura, Haru Perantau Sidrap Jadi Imam Salat Id di Jepang

Editor: Muhammad Tohir
22 Maret 2026

Rayakan Idul Fitri di Lapangan Andi Makkasau, Wali Kota Parepare Paparkan Capaian

Editor: Muhammad Tohir
21 Maret 2026

Setelah Puluhan Tahun, Takbir Kembali Menggema di Stadion Ganggawa

Setelah Puluhan Tahun, Takbir Kembali Menggema di Stadion Ganggawa

Editor: Muhammad Tohir
21 Maret 2026

Perkuat Sinergi, Bosowa Peduli dan Pemkot Makassar Salurkan 1.000 Paket Sembako bagi Petugas Layanan Publik di Karebosi

Perkuat Sinergi, Bosowa Peduli dan Pemkot Makassar Salurkan 1.000 Paket Sembako bagi Petugas Layanan Publik di Karebosi

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
19 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan