• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Selasa, 24 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Penetapan Zona Merah Kawasan Rawan Bencana Jangan Melanggar HAM

Dian Muhtadiah Hamna Editor: Dian Muhtadiah Hamna
4 Desember 2019
di Citizen Reporter

Azmi Sirajuddin

 

 

PALU, PIJARNEWS.COM–Penetapan zona merah kawasan rawan bencana di Sulawesi Tengah tidak boleh melanggar hak asasi manusia. Hal ini disampaikan oleh Azmi Sirajuddin, peneliti dari Yayasan Ekologi Nusantara Lestari (EKONESIA) dan juga penggiat lingkungan dari WALHI, Selasa (3/12/2019).

Menurut Azmi, pemerintah tidak boleh tunduk terhadap selera kepentingan institusi pemberi donor, hibah dan hutang internasional.

Berita Terkait

Bencana Ini Tak Datang Sendiri

Agar Tak Terulang, Anggota DPRD Ini Minta Pemerintah Lakukan Mitigasi Bencana

Pasca Banjir, Warga Tegal Harap Pemkot Parepare Bangun Tanggul di Sungai

Gubernur Sulsel Sampaikan Rasa Prihatin dan Duka ke Korban Banjir di Parepare

“Pemerintah mesti punya kajian mendalam terhadap kawasan rawan bencana yang terpisah dari kajian lembaga pemberi donor, hibah maupun hutang internasional,” ujar Azmi.

Dari hasil kajian yang dilakukan oleh EKONESIA di beberapa titik kawasan rawan bencana Sulawesi Tengah, ditemukan fakta empirik bahwa masyarakat setempat justru memiliki pengetahuan kebencanaan yang sangat baik, sehingga ketika terjadi kerentanan alam, mereka sudah punya mitigasi secara kolektif.

Contohnya, di Desa Loli Saluran, Kabupaten Donggala, masyarakat setempat punya pengetahuan lokal tentang kerentanan alam seperti gempa dan tsunami. Ketika terjadi gempa bumi, masyarakat setempat sudah tahu bahwa mereka mesti segera meninggalkan garis pantai menuju areal perbukitan di kampung tersebut.

Dalam ingatan kolektif masyarakat Loli Saluran, dalam kurun waktu satu abad terakhir, mereka sudah menyaksikan dan merasakan peristiwa alam seperti tsunami sebanyak tiga  kali menghantam kampung mereka. Dari tiga kali kejadian tsunami tersebut, risiko bencana di kampung itu dapat diminimalkan, berdasarkan pengetahuan lokal yang mereka miliki.

Oleh sebab itu, kata Azmi, sebaiknya pemerintah mendorong pembentukan tim kajian sendiri, dengan pendanaan yang bersumber dari negara, sehingga menghindari konflik kepentingan dengan lembaga-lembaga pemberi donor internasional.

Jika sudah terbentuk tim kajian sendiri, maka ada baiknya melakukan redefinisi ulang terhadap zona rawan bencana, terutama kriteria dan indikator kategori zona merah (ZRB IV).

Sebab, daerah seperti Loli Saluran pada Peta Zona Rawan Bencana yang telah dikeluarkan sebelumnya dimasukan ke dalam kategori zona merah atau ZRB IV. Sehingga pemerintah meminta warga di wilayah pesisir di kampung tersebut mesti direlokasi.

Sementara, ada daerah lainnya yang dalam Peta ZRB juga masuk kategori ZRB IV tapi masih terdapat aktivitas bisnis yang sedang berjalan. Sehingga tampak pemberlakuan zona merah seperti tebang pilih, hanya menyasar kepada masyarakat menengah ke bawah.

“Karena fakta-fakta itulah, kami dari EKONESIA meminta penetapan zona merah harus diberlakukan adil untuk seluruh komponen masyarakat, sehingga tidak melanggar HAM nantinya, tapi jika masih tebang pilih maka itu pasti melanggar HAM,” jelas Azmi. (*)

Citizen Reporter: Yahya Afrianto

Editor: Dian Muhtadiah Hamna

Terkait: Bencana Alam

TerkaitBerita

Santri-Santriwati  Pesantren Hizbul Wathan Muhammadiyah Sulsel Mengikuti Program I’ddad Selama Tiga Bulan

Santri-Santriwati Pesantren Hizbul Wathan Muhammadiyah Sulsel Mengikuti Program I’ddad Selama Tiga Bulan

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
10 Agustus 2025

...

LAN FUN DAY: Pusjar SKMP dan Politeknik STIA LAN Mantapkan Arah “Bigger, Smarter, Better”

LAN FUN DAY: Pusjar SKMP dan Politeknik STIA LAN Mantapkan Arah “Bigger, Smarter, Better”

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
5 Agustus 2025

...

BMN Bukan Milik Pribadi: Pusjar SKMP LAN Bangun Budaya Tertib Aset Negara

BMN Bukan Milik Pribadi: Pusjar SKMP LAN Bangun Budaya Tertib Aset Negara

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
12 Juli 2025

...

“Art The Seen Exhibition”: Jejak Akademik, Estetik, dan Etik dalam Ruang Pamer Seni Rupa Unismuh Makassar

“Art The Seen Exhibition”: Jejak Akademik, Estetik, dan Etik dalam Ruang Pamer Seni Rupa Unismuh Makassar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
2 Juli 2025

...

Ramadan 1447H

Curhat Pedagang Pasar Sentral Pinrang: Harga Tomat-Cabai Melejit Jelang Lebaran 2026

Curhat Pedagang Pasar Sentral Pinrang: Harga Tomat-Cabai Melejit Jelang Lebaran 2026

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Maret 2026

Momen Ramadan, PSI Parepare Tebar Ratusan Takjil

Editor: Muhammad Tohir
17 Maret 2026

HUT ke-53 dan Ramadan Berkah di Barru: Bosowa Salurkan 9,3 Ton Paket Pangan dan Gelar Buka Puasa Bersama

HUT ke-53 dan Ramadan Berkah di Barru: Bosowa Salurkan 9,3 Ton Paket Pangan dan Gelar Buka Puasa Bersama

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
14 Maret 2026

Bingkai Berbagi Ramadan 2026, Kolaborasi Fotografer Se-Ajatappareng Santuni Panti Asuhan Sitti Khadijah

Bingkai Berbagi Ramadan 2026, Kolaborasi Fotografer Se-Ajatappareng Santuni Panti Asuhan Sitti Khadijah

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 Maret 2026

Pengusaha Parsel di Pinrang Kebanjiran Orderan Sejak Sebelum Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
7 Maret 2026

BeritaTerkini

Lebaran di Negeri Sakura, Haru Perantau Sidrap Jadi Imam Salat Id di Jepang

Lebaran di Negeri Sakura, Haru Perantau Sidrap Jadi Imam Salat Id di Jepang

Editor: Muhammad Tohir
22 Maret 2026

Rayakan Idul Fitri di Lapangan Andi Makkasau, Wali Kota Parepare Paparkan Capaian

Editor: Muhammad Tohir
21 Maret 2026

Setelah Puluhan Tahun, Takbir Kembali Menggema di Stadion Ganggawa

Setelah Puluhan Tahun, Takbir Kembali Menggema di Stadion Ganggawa

Editor: Muhammad Tohir
21 Maret 2026

Perkuat Sinergi, Bosowa Peduli dan Pemkot Makassar Salurkan 1.000 Paket Sembako bagi Petugas Layanan Publik di Karebosi

Perkuat Sinergi, Bosowa Peduli dan Pemkot Makassar Salurkan 1.000 Paket Sembako bagi Petugas Layanan Publik di Karebosi

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
19 Maret 2026

NasDem Sulsel Perkuat Konsolidasi di Dapil 2, Syaharuddin Alrif: Jaga Kepercayaan Rakyat

NasDem Sulsel Perkuat Konsolidasi di Dapil 2, Syaharuddin Alrif: Jaga Kepercayaan Rakyat

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
19 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan