• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Kamis, 5 Maret, 2026
No Result
View All Result
Pijar News
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
No Result
View All Result
Pijar News
Home Topik Utama

Risiko Bencana Besar Jika Kesiapsiagaan Lemah

Dian Muhtadiah Hamna by Dian Muhtadiah Hamna
10 Juli 2019
in Topik Utama
Risiko Bencana Besar Jika Kesiapsiagaan Lemah
2
VIEWS

 

Foto: Ahmad Arif

MAKASSAR, PIJARNEWS.COM–Lemahnya literasi di Indonesia membuat banyak orang tidak mengetahui Indonesia rawan terhadap gempa dan tsunami.

Padahal, gempa bumi tidak pernah membunuh, tetapi korban terjadi karena struktur bangunan yang buruk atau lokasinya di zona likuifaksi dan longsor. Sekali pun gempa adalah peristiwa alam, menghadapinya merupakan proses kebudayaan.

Berita Terkait

Pemkab Pinrang Terima Bantuan 3 Unit Motor Pengangkut Sampah

Tujuh Dusun di Sidrap Diterjang Longsor, 1.414 Warga Terjebak Tanpa Akses Jalan

ITP Gelar Pelatihan Audit Mutu Internal Program Hibah SPMI, Kejar Mutu Perguruan Tinggi

Demikian diungkap Jurnalis Kompas, Ahmad Arif, saat tampil pada diskusi di Kantor Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar, Jl Toddopuli Raya VII, Selasa malam, 9 Juli 2019.

Penulis buku Jurnalisme Bencana-Bencana Jurnalisme itu mengatakan, risiko bencana akan membesar jika pengetahuan/kapasitas
(kesiapsiagaan) untuk mengelola ancaman dan kerentanan, lemah. Sebaliknya, risiko berkurang jika kesiapsiagaan masyarakat, baik.

“Kapasitas itu diperoleh melalui pengetahuan, mitigasi bencana dan latihan,” kata peraih Mochtar Lubis Award 2008.

Apa yang harus dilakukan?
Pria berkacamata ini memberikan sejumlah saran terkhusus kepada awak media yang hadir. Mengingat media memiliki peran vital dalam mengawal literasi bencana di Indonesia.

Sebelum bencana terjadi, jauh-jauh hari perlu dilakukan pendekatan literasi kebencanaan dan fokus pada mitigasi bencana. Lalu, mengingatkan risiko bencana dari multiperspektif; geologi, antropologi, arkeologi, sosiologi, sejarah, dll. Dan, mendorong kesiapsiagaan untuk menghadapi bencana berikutnya.

“Saat bencana, ada sejumlah hal yang bisa dilakukan,” kata Ahmad Arif.

Yakni, melaporkan skala kerusakan secara tepat (jangan mendramatisir), padukan observasi dengan informasi dari sumber resmi.
Wartawan juga perlu memperingatkan tentang potensi bencana susulan ( tsunami setelah gempa besar), mencari angle sisi humanis (misalnya dalam upaya penyelamatan korban), mencari tahu kebutuhan-kebutuhan korban (terkait isu penjarahan, dll) memperhatikan kelompok terentan seperti anak-anak, ibu hamil dan orang tua, empati dengan cara menguatkan korban dan bukan mengeksploitasinya, memverifikasi informasi secara akurat dan menjelaskan mekanisme terjadinya bencana serta risikonya bagi daerah lain.

Ahmad Arif mencontohkan, Jepang jika dilanda tsunami, media di sana tidak menerbitkan pemberitaan yang mengeksplotasi kondisi korban. Judul berita lebih diarahkan ke hal optimistik. Misalnya : Bantuan dari Seluruh Jepang, Listrik Telah Dipulihkan, dll.

Jadi, diharapkan dengan membaca berita tersebut, mental masyarakat segera pulih dari keterpurukan. (*)

Penulis dan Editor: Dian Muhtadiah Hamna

Tags: Bencana

Related Posts

Pemkab Pinrang Terima Bantuan 3 Unit Motor Pengangkut Sampah

by Muhammad Tohir
1 Desember 2025
0

...

Tujuh Dusun di Sidrap Diterjang Longsor, 1.414 Warga Terjebak Tanpa Akses Jalan

by Muhammad Tohir
28 September 2025
0

...

ITP Gelar Pelatihan Audit Mutu Internal Program Hibah SPMI, Kejar Mutu Perguruan Tinggi

ITP Gelar Pelatihan Audit Mutu Internal Program Hibah SPMI, Kejar Mutu Perguruan Tinggi

by Dian Muhtadiah Hamna
20 September 2025
0

...

Artikel Lainnya

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

No Result
View All Result
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan