PAREPARE, PIJARNEWS.COM — Anggota Komisi IX DPR-RI Syamsul Bachri turut menanggapi polemik raibnya dana Dinas Kesehatan tahun 2018 di Parepare.
Politisi senior Partai Golkar itu mengaku prihatin, sebab raibnya dana sebesar Rp2,9 miliar itu, membuat puluhan honorer Dinkes dan kader posyandu tidak menerima insentifnya selama berbulan-bulan.
Syamsul menerima aduan warga mengenai dana Dinkes ini, disela sosialisasi Advokasi dan KIE BKKBN di Hotel Bugis Parepare, Jumat (15/3).
Salah satu peserta Agus Salim mempertanyakan hal tersebut. “Banyak tenaga honoror yang belum terbayar insentifnya,” kata Agus Salim disambut aplaus ratusan peserta, yang sebagian diantaranya merupakan petugas kesehatan, kader pusyandu serta KB.
Syamsul menyesalkan raibnya dana Dinkes Parepare, dan menyebutnya sebagai hal yang patut disayangkan.
“Padahal kami di DPR-RI berusaha betul kesejahteraan tenaga kesehatan meningkat. DAK bidang kesehatan selalu kita naikkan, itu untuk membayar tunjangan kepada tenaga kesehatan termasuk honorer,” urai Syamsul.
Dia berjanji akan mempertanyakan kasus tersebut kepada pihak terkait. “Jika benar, ini seharusnya tidak terjadi,” tegasnya.
Sebelumnya, kasus ini tengah didalami Polres Parepare. Pelbagai kalangan telah mendesak agar raibnya dana Dinkes itu diusut dan diungkap aktor-aktor yang sesungguhnya.
Polisi telah memeriksa mantan Kepala Dinas Kesehatan Parepare, dr Muh Yamin dan puluhan pegawai Dinkes. (rls/abd)