• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Selasa, 10 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Sulselbar

Spirit “Ikhlas Beramal” : Refleksi Hari Amal Bakti (HAB) Ke-73 Kementerian Agama

Alfiansyah Anwar Editor: Alfiansyah Anwar
2 Januari 2019
di Sulselbar
Budiman

Oleh: Budiman Sulaeman

Oleh: Budiman Sulaeman
(Dosen IAIN Parepare)

OPINI — Tiga Januari merupakan tanggal-bulan bersejarah bagi Kementerian Agama. Setiap tanggal tersebut, keluarga besar Kementerian Agama memperingati hari lahir yang juga akrab dengan Hari Amal Bakti (HAB) dengan motto “Ikhlas Beramal”.

“Ikhlas Beramal” sejatinya merupakan nilai dasar dan keyakinan inti terhadap pengabdian ‘awak’ (pegawai) Kementerian Agama.

Kalimat “ikhlas beramal” bermakna bahwa pegawai Kementerian Agama dalam mengabdi kepada masyarakat dan negara berlandaskan niat dan beribadah dengan tulus dan ikhlas.

Berita Terkait

Ragam Kegiatan Warnai Peringatan HAB di IAIN Parepare

Hari Amal Bakti, Abdul Hayat Sebut Kemenag Payung Teduh Semua Unsur

OPINI: HAB 76 Tahun, Momentum Adaptasi Produktif Kementerian Agama

Ratusan Guru Madrasah di Samarinda Ikuti UKG

Bahkan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin sesaat setelah dilantik di Istana Negara, Senin, 9 Juni 2014 membuat gebrakan dengan menjadikan “ikhlas beramal” sebagai slogan untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat dan moral pegawai Kementerian Agama.

Diksi (pilihan kata) “ikhlas beramal” ini sungguh sangat tepat dan memiliki spirit/ruh yg sanggup menembus batas waktu dan ruang dalam pengabdian kepada agama, bangsa dan negara.

Pilihannya “ikhlas beramal”. Bukan “beramal ikhlas” atau “beramal seikhlasnya”. Dan “ikhlas beramal” mesti terpatri dalam pola pikir dan tertanam dalam hati sanubari serta mengejawantah dalam sikap, perilaku dan budaya kerja.

Kalimat “ikhlas beramal” yang melekat dalam logo Kementerian Agama itu adalah semboyan yang identik dengan “kinerja”, bukan sekadar “kerja”. Karena kinerja adalah prestasi kerja.

Prestasi kerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.

Kinerja seorang pegawai merupakan kombinasi dari kemampuan, usaha dan kesempatan yang dapat dinilai dari hasil kerjanya.

Karena itu, kinerja mesti berwujud pelayanan tulus, loyalitas tinggi, tanggung jawab penuh dan kesadaran kuat terhadap pekerjaan yang diberikan negara kepada pegawai yang bersangkutan.

Pertanyaannya adalah bagaimana cara agar amal (kerja) itu bisa bermetamorfosis menjadi kinerja?

Muhammad Haqqiy al-Naaziliy dalam Kitabnya Khaziinatul Asraar menyebutkan bahwa:
العمل يحتاج الی أربعۃ أشياء
Amal (kerja) itu butuh 4 (empat) hal. Pertama, ilmu sebelum beramal. Kedua, niat ketika hendak beramal. Ketiga, sabar saat beramal; dan keempat, tetap menjaga keikhlasan dalam beramal.

Keempat hal itu dapat disebut SOP (Standard Operating Prosedure) amal (kerja). Namun, ada yang menarik dari kalimat itu. Yang dimaksud adalah ditempatkannya kata “ikhlas” di depan kata “beramal”. Padahal sah-sah saja menempatkan kata “beramal” di depan kata “ikhlas” sehingga membentuk kalimat: “beramal ikhlas”.

“Ikhlas beramal” semacam isyarat bagi segenap ASN di lingkungan Kementerian Agama untuk memiliki ketulusan hati sebelum bekerja agar pekerjaannya dapat bernilai ibadah di sisi Allah swt. dan bermakna bagi manusia dan kemanusiaan. Bahkan hasil kerja itu akan langgeng, bukan hanya di dunia, tetapi kekal abadi sampai di akhirat.

Walhasil, slogan “ikhlas beramal” pada intinya mendorong para ‘awak’ Kementerian Agama untuk memaksimalkan kecakapan/kompetensi (ilmu); meluruskan motivasi (niat); menumbuhkan sikap optimisme dan kekuatan fisik-mental (sabar); dan tetap menjaga ketulusan (ikhlas) dalam bekerja dan berkarya.

Jika empat syarat amal (kerja) ini bersinergi positif dan menjadi budaya di lingkungan kerja, maka kerja akan menjadi apik yang melahirkan kinerja optimal atas dasar motivasi lillaahi ta’aalaa (demi karena Allah) untuk menggapai ridho-Nya, bukan karena pertimbangan adanya tukin (tunjangan kinerja).
Wallaahu a’lam

Parepare, 2 Januari 2019

Terkait: HABKementerian Agama

TerkaitBerita

Komisi IX DPR RI Gandeng ICMI Muda Sulsel Sosialisasi  Program MBG di Makassar

Komisi IX DPR RI Gandeng ICMI Muda Sulsel Sosialisasi Program MBG di Makassar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 Maret 2026

...

Tech & Social Summit 2026: Ruang Belajar Digital Skill dan Refleksi Etika Teknologi di Bulan Ramadan

Tech & Social Summit 2026: Ruang Belajar Digital Skill dan Refleksi Etika Teknologi di Bulan Ramadan

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 Maret 2026

...

Ramadan Berbagi, Apersi Sulsel Salurkan Bantuan Rp3,4 Miliar

Ramadan Berbagi, Apersi Sulsel Salurkan Bantuan Rp3,4 Miliar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

...

Bosowa Education dan Bosowa Peduli Perkuat Sinergi Media dan Mitra Melalui Media Gathering dan Buka Puasa Bersama

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
27 Februari 2026

...

Ramadan 1447H

Bingkai Berbagi Ramadan 2026, Kolaborasi Fotografer Se-Ajatappareng Santuni Panti Asuhan Sitti Khadijah

Bingkai Berbagi Ramadan 2026, Kolaborasi Fotografer Se-Ajatappareng Santuni Panti Asuhan Sitti Khadijah

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 Maret 2026

Pengusaha Parsel di Pinrang Kebanjiran Orderan Sejak Sebelum Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
7 Maret 2026

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Casemix RSUD Andi Makkasau Gelar Buka Puasa Unik

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Casemix RSUD Andi Makkasau Gelar Buka Puasa Unik

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

Ramadan Berbagi, Apersi Sulsel Salurkan Bantuan Rp3,4 Miliar

Ramadan Berbagi, Apersi Sulsel Salurkan Bantuan Rp3,4 Miliar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

Pemkot Parepare Lepas 1.000 Paket Sembako Pasar Murah Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
3 Maret 2026

BeritaTerkini

BPJS Kesehatan Buka Layanan Tatap Muka di Kantor Cabang Selama Libur Lebaran 2026

BPJS Kesehatan Buka Layanan Tatap Muka di Kantor Cabang Selama Libur Lebaran 2026

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
10 Maret 2026

Anggota Polisi yang Hanyut di Pinrang Ditemukan Meninggal, Jasad Terseret 1,2 Kilometer

Anggota Polisi yang Hanyut di Pinrang Ditemukan Meninggal, Jasad Terseret 1,2 Kilometer

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
10 Maret 2026

Rumah Panggung di Pinrang Ludes Terbakar saat Pemilik Melayat

Rumah Panggung di Pinrang Ludes Terbakar saat Pemilik Melayat

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
10 Maret 2026

Pemkab Sidrap Dukung Pemerintah Pusat Kendalikan Inflasi Jelang Idulfitri

Editor: Muhammad Tohir
9 Maret 2026

Komisi IX DPR RI Gandeng ICMI Muda Sulsel Sosialisasi  Program MBG di Makassar

Komisi IX DPR RI Gandeng ICMI Muda Sulsel Sosialisasi Program MBG di Makassar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan