PAREPARE, PIJARNEWS.COM – Sebanyak 162 siswa SMPN 9 Kota Parepare tengah mengikuti Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang digelar perdana tahun ini. Pihak sekolah mengoptimalkan penggunaan bantuan Chromebook dari pemerintah untuk memastikan ujian berjalan tanpa kendala teknis.
Kepala SMPN 9 Parepare, Hasdir Subroto, menjelaskan bahwa TKA ini merupakan instrumen penting untuk mengukur capaian kompetensi akademik siswa secara objektif dan terstandar nasional.
“Tujuannya untuk mengukur capaian kompetensi siswa selama menempuh pendidikan di SMP. Hasilnya nanti berfungsi sebagai alat seleksi jalur prestasi ke SMA/SMK, memetakan mutu pendidikan, serta menjadi bahan evaluasi kami untuk meningkatkan kualitas pembelajaran,” ujar Hasdir kepada PijarNews.com, Rabu (8/4/2026).
Hasdir menyebut kegiatan ini sangat krusial. Selain soal angka di atas kertas, TKA menjadi indikator kesiapan siswa melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, baik dari sisi penguasaan materi maupun kedisiplinan.
Ada yang berbeda pada pelaksanaan ujian kali ini. Jika sebelumnya sekolah terbiasa dengan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), kini TKA hadir sebagai format baru. SMPN 9 Parepare pun memanfaatkan fasilitas bantuan pemerintah untuk mendukung kemudahan siswa.
“Pelaksanaan TKA ini baru pertama kali. Selain menggunakan komputer laboratorium, kami juga menggunakan Chromebook bantuan pemerintah. Ini sangat membantu kelancaran proses ujian,” ungkapnya.
Ujian sendiri dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 6 hingga 9 April 2026. Untuk menjaga kelancaran arus data dan perangkat, sekolah membagi pelaksanaan ke dalam dua gelombang dan tiga sesi setiap harinya.
Meski sempat terkendala masalah kesiapan mental siswa di awal, pihak sekolah bergerak cepat dengan memberikan pendampingan intensif serta bimbingan belajar tambahan, khususnya pada mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia.
“Kami siapkan tim teknis untuk antisipasi hambatan. Siswa juga terus kami beri motivasi agar siap secara mental dan teknis,” tambah Hasdir.
Hasdir juga mengapresiasi tingginya antusiasme siswa dan dukungan orang tua. Menurutnya, koordinasi dengan wali murid dilakukan secara digital untuk memastikan anak-anak tetap belajar di rumah.
“Kami aktif berkomunikasi lewat grup WhatsApp orang tua setelah sebelumnya melakukan sosialisasi tatap muka. Dukungan dari rumah sangat penting agar anak-anak bisa memperoleh hasil optimal sesuai kemampuan masing-masing,” pungkasnya.
Reporter: Faizal Lupphy











