• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Jumat, 3 Juli 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Sulselbar

AMUNISI Geruduk Kantor DPRD Enrekang Tuntut Tolak UU Ciptaker

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 April 2023
di Sulselbar
0
AMUNISI Geruduk Kantor DPRD Enrekang Tuntut Tolak UU Ciptaker

Ratusan massa dari Alinasi Mahasiswa Unimen Bersatu (AMUNISI) melakukan aksi demonstrasi atau unjuk rasa di Kantor DPRD Kabupaten Enrekang di Jl. Sultan Hasanuddin, Kelurahan Puserren, Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang, Kamis (13/4/2023)

0
BAGI
36
PEMBACA

ENREKANG, PIJARNEWS.COM – Ratusan massa dari Alinasi Mahasiswa Unimen Bersatu (AMUNISI) melakukan aksi demonstrasi atau unjuk rasa di Kantor DPRD Kabupaten Enrekang di Jl. Sultan Hasanuddin, Kelurahan Puserren, Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang, Kamis (13/4/2023).

Sebelum tiba di Gedung DPRD mereka massa bergiliran berorasi di Lampu Merah Enrekang sambil menyampaikan tuntutannya terkait penolakan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Cipta Kerja (Ciptaker).

Saat tiba di gedung DPRD massa menghadang dan menaiki sebuah truk tronton sambil berorasi diatas. Selain itu massa membakar ban sambil terus berorasi menyampaikan tuntutannya juga membentuk spanduk bertuliskan tolak UU Cipta Kerja.

Saat dikonfirmasi Jendral Lapangan (Jendlap) aksi, Muh Zak Tito mengatakan, kondisi pemerintahan Indonesia dibawah kepemimpinan Jokowi dan Ma’ruf Amin telah mengalami krisis kepercayaan publik dengan berbagai kebijakan yang tidak pro terhadap rakyat. Kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan hanya untuk memuluskan kepentingan oligarki tapi tidak untuk rakyat kecil.

BeritaTerkait

Sah! Ini Daftar Pelajar Terbaik yang Terpilih Jadi Duta Baca Kota Makassar 2026

Sah! Ini Daftar Pelajar Terbaik yang Terpilih Jadi Duta Baca Kota Makassar 2026

26 Juni 2026
ICMI Orda Parepare Siap Lantik 290 Pengurus Periode 2026–2031, Disertai Raker dan Penyaluran Gaji ke-13 Guru Non ASN

ICMI Orda Parepare Siap Lantik 290 Pengurus Periode 2026–2031, Disertai Raker dan Penyaluran Gaji ke-13 Guru Non ASN

16 Juni 2026
PSI Sulsel Gelar Khitanan Massal Gratis, Ratusan Peserta Dapat Sarung dan Suvenir

PSI Sulsel Gelar Khitanan Massal Gratis, Ratusan Peserta Dapat Sarung dan Suvenir

15 Juni 2026
Misi Dakwah Kurban di Enam Pelosok Negeri, KDP Jangkau Daerah Muallaf hingga Pedalaman NTT

Misi Dakwah Kurban di Enam Pelosok Negeri, KDP Jangkau Daerah Muallaf hingga Pedalaman NTT

31 Mei 2026

” Perlu kita ketahui bersama diakhir tahun 2022, Presiden Jokowi mengeluarkan Peraturan Presiden Pengganti Undang-Undang (PERPPU) No. 2 tahun 2022 tentang Cipta Kerja. Padahal kita ketahui bersama bahwa sebelumnya UU No. 11 tahun 2020 telah dinyatakan inkonstitusional bersyarat oleh Mahkama Konstitusi. Di mana pemerintah diberikan waktu selama 2 tahun untuk memperbaiki aturan tersebut. Bukannya memperbaiki, Presiden Jokowi malah menerbitkan PERPPU Cipta Kerja yang memiliki substansi yang sama atau bahkan lebih parah dari UU sebelumnya,” jelas Tito dalam tuntutannya yang diterima Pijarnews.com.

Lebih lanjut, dia mengatakan, Presiden Jokowi berdalih bahwa ada kegentingan mendesak sehingga pemerintah perlu melakukan antisipasi terhadap kondisi global, terkait ekonomi global yang akan berdampak pada ekonomi dalam negeri.

“Padahal Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa kondisi ekonomi Indonesia pada tahun 2022 dan 2023 masih resillen dan kuat,” ucapnya.

Ini membuktikan bahwa kegentingan mendesak dalam pembuatan PERPPU terkesan di akal-akali demi memenuhi syarat penerbitan PERPPU. PERPPU ini sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap pemodal, bukannya rakyat yang sampai saat ini menolak pemberlakuan PERPPU dan UU Cipta Kerja.

Aliansi Mahasiswa Unimen Bersatu (AMUNISI) secara nasional menilai bahwa substansi dari PERPPU Cipta Kerja ini mengancam berbagai sektor penghidupan rakyat. Pada klaster ketenaga kerjaan, perppu ini masih sangat merugikan bagi buruh dan malah berpihak pada pelaku usaha. Fleksibilitas Pasar Kerja menjadi gagasan utama pembentukan Perppu Cipta Kerja.

Di mana hal yang dimaksud adalah Fleksibilitas Hubungan Kerja yaitu tindakan ini memberikan kemudahan bagi perusahaan dalam menerapkan hubungan kerja dan outsourcing (Alih Daya). Berikutnya adalah Fleksibilitas Waktu pengusaha untuk memperpanjang waktu kerja buruh dan disisi lain mengurangi hak istirahat buruh. Kemudian ada Fleksibilitas Upah, yang berarti tingkat upah buruh disesuaikan dengan kemampuan pengusaha. Penentuan upah monopoli oleh pemerintah dengan dengan menggunakan data BPJS yang memuat kondisi perekonomian dan indeks tertentu yang dapat berubah kapan saja.

Dia juga menjelaskan, tidak hanya klaster atau sektor yang disebutkan di atas, Perppu ini bahkan berdampak pada seluruh sendi kehidupan termasuk mengancam kebebasan sipil. Dimana rakyat yang menentang kebijakan yang dapat merugikan rakyat malah di cap anti kemajuan ekonomi, sehingga bukannya respon baik yang diberikan malah memerintahkan alat kekerasannya untuk membubarkan bahkan menangkapi pejuang atau aktivis.

“Maka dari itu kami dari Aliansi Mahasiwa Unimen Bersatu (AMUNISI) telah melakukan konsolidasi dan kajian isu, sehingga kami menyimpulkan beberapa kebijakan pemerintah yang kontra terhadap kepentingan rakyat. Kami bersepakat seluruh lembaga kemahasiswaan yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Unimen Bersatu (AMUNISI) menolak dan menuntut pencabutan PERPPU serta UU Cipta Kerja,” tandasnya.

Massa sendiri ditemui oleh Ketua DPRD Enrekang, Muhammad Idris Sadik dan anggota DPRD lainnya. (why)

Terkait: Aksi Unjuk rasaDemonstrasi mahasiswa
Dian Muhtadiah Hamna

Dian Muhtadiah Hamna

BeritaTerkait

Pemkot Tanggapi Tuntutan Unjuk Rasa “Jaga Parepare”  HIPMI Parepare

Pemkot Tanggapi Tuntutan Unjuk Rasa “Jaga Parepare” HIPMI Parepare

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Maret 2025
0

...

Mahasiswa se-Kota Parepare Unjuk Rasa Tolak Pengesahan RUU Pilkada

Editor: Muhammad Tohir
23 Agustus 2024
0

...

Amankan Unras Bela Palestina, Polres Parepare Terjunkan Dua Pertiga Kekuatan Personel

Editor: Muhammad Tohir
22 Mei 2024
0

...

Selanjutnya
Akselerasi Transformasi Digital, Diskominfo Sulsel Fasilitasi Penerbitan “BajuBodo”

Akselerasi Transformasi Digital, Diskominfo Sulsel Fasilitasi Penerbitan “BajuBodo”

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi