• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Senin, 30 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Ada Apa dengan Prestasi Olahraga Sulsel di PON Aceh-Sumut?

Oleh : Dr. Drs. Parman Parid, MM Mantan Ketua KONI Parepare 2 Periode

Muhammad Tohir Editor: Muhammad Tohir
15 Oktober 2024
di Olahraga

OPINI, PIJARNEWS. COM– Penurunan peringkat KONI Sulawesi Selatan pada PON XXI (Aceh-Sumut) merupakan pukulan berat untuk dunia olahraga di Sulsel. Hal ini menunjukkan adanya masalah serius dalam pembinaan olahraga di daerah ini, dan ini tidak boleh dibiarkan, seakan akan ini hal biasa.

Selaku mantan Ketua KONI Kota Parepare, penulis sangat memahami bahwa olahraga itu sangat membutuhkan kesungguhan, kepedulian dan juga anggaran yang besar, dan penulis juga sependapat dengan Bapak Andi Amran Sulaeman pada saat memberi arahan pengurus KONI Kabupaten/Kota se Sulawesi Selatan di Novotel setelah ketua KONI terpilih empat tahun silam.

Beliau mengatakan bahwa kalau anda berani menjadi ketua KONI sekarang berarti anda harus berani berada pada peringkat 2 atau peringkat 3, bahkan beliau memberikan tips dan caranya secara panjang lebar. Bahkan beliau sempat mengatakan bahwa kalau Sulawesi Selatan masuk peringkat 11 sekarang dan itu diperoleh dengan tiga atau empat kali latihan dalam satu minggu, maka pengurus sekarang harus berani menjadwalkan atlit untuk latihan sebanyak 6 atau 7 kali dalam seminggu untuk bisa juara, minimal peringkat 3.

Penurunan yang drastis dalam peringkat ini menjadi indikator bahwa pengelolaan dan manajemen strategi olahraga di Sulsel tidak berjalan efektif, sehingga tidak mampu mempertahankan atau meningkatkan prestasi atlet di ajang nasional.

Kemudian muncul pertanyaan apakah saat Bapak Andi Amran Sulaiman memberi arahan tersebut mereka serius atau hanya sekadar senang karena sudah terpilih menjadi pengurus KONI Propinsi, Wallahuaklam. Padahal beliau mantan Mentan saat itu dan sekarang jadi Mentan lagi sangat semangat dan berharap bahwa prestasi olahraga di Sulsel pada PON Aceh-Sumut adalah prestasi yang super yang bisa membanggakan Sulawesi Selatan.

Berita Terkait

Penurunan Kemiskinan dan Raihan Sertifikat Menuju Kota Bersih Pemkot Parepare Diapresiasi Pemprov

Parepare Terima Penghargaan Kota Sehat di HKN ke-61, Gubernur Sampaikan Apresiasi

Pra Porprov Sulsel 2025 Cabor Biliar Resmi Dibuka di Parepare

BNK Sidrap Siap Obati Pecandu Narkoba, Gratis, Data Dirahasiakan dan Tidak Dipidana

Tapi sudahlah, bahwa menurut pengamatan penulis ada beberapa faktor yang mungkin diabaikan sehingga terjadi penurunan peringkat tersebut, di antaranya bahwa kurangnya pembinaan atlet berkelanjutan, karena menurut pengalaman kami memimpin KONI selama dua periode di tingkat daerah (Kota Parepare), Jika program pembinaan atlet tidak dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan, hasilnya akan terlihat dalam penurunan performa atlet, apalagi di ajang besar seperti PON. Termasuk Atlet-atlet muda yang kurang mendapatkan bimbingan dan pelatihan yang tepat akan kesulitan untuk bersaing dengan daerah lain yang lebih serius pembinaannya.

Yang kedua bahwa Manajemen dan Organisasi yang Lemah, Penurunan peringkat juga bisa mencerminkan lemahnya manajemen dalam organisasi KONI Sulsel. Koordinasi yang buruk, perencanaan yang kurang matang, dan pengelolaan anggaran yang tidak efektif dapat berdampak langsung pada persiapan dan performa para atlet termasuk di dalamnya menempatkan pengurus yang tidak kompeten yang hanya berdasarkan kedekatan atau ajang balas jasa karena jadi tim sukses pada saat suksesi.

Ketiga bahwa kurangnya dukungan finansial, sumber daya yang terbatas, baik dalam hal fasilitas, peralatan latihan, maupun dana untuk pelatihan dan pengiriman atlet ke ajang-ajang pemanasan, dapat membatasi perkembangan atlet. Jika KONI Sulsel tidak mampu memberikan dukungan yang cukup, maka prestasi atlet pun akan sulit maksimal.

Keempat Persaingan Daerah Lain yang Meningkat, PON adalah ajang kompetitif, di mana daerah-daerah lain juga terus meningkatkan kualitas pembinaan olahraga mereka. Jika KONI Sulsel tidak mampu mengikuti laju perkembangan ini, maka daerah lain akan melampaui mereka dalam perolehan medali.

Penurunan perolehan medali dari peringkat 11 ke peringkat 16 adalah peringatan keras bahwa perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan olahraga di Sulsel. Pembenahan dari sisi pembinaan, perencanaan, hingga pendanaan menjadi penting agar ke depan Sulsel dapat kembali bersaing di ajang olahraga nasional seperti PON. Dan yang lebih penting bahwa perlu dipikirkan oleh KONI kabupaten Kota, Pengprop cabang Olahraga yang mempunyai hak suara untuk mempertimbangkan memberikan sanksi kepada pengurus KONI yang dinilai tidak menjalankan tugasnya dengan baik, atau sudah perlu diadakan Musproplub dengan tidak mengulang kesalahan Musproplub yang lalu, menempatkan pengurus yang tidak kompoten dengan memilih ketua atas dasar pesanan. “Wallahu a’lam bishawab”. (*)

Terkait: AtletKONIOlahragaSulsel

TerkaitBerita

Liga Ramadan 2026 Berakhir, Sekda Parepare: Jaga Semangat Pembinaan

Editor: Muhammad Tohir
14 Maret 2026

...

Atlet Sidrap Juarai Pickleball Kuliner Open Tournament di Wajo

Editor: Muhammad Tohir
21 Januari 2026

...

Setelah Juarai Jinan Open, Janice Tjen Tembus 80 Dunia, Ranking WTA Tertinggi dalam Kariernya

Editor: Tim Redaksi
21 Oktober 2025

...

1.920 Peserta Ramaikan Turnamen Domino Bupati Cup I di Sidrap

Editor: Muhammad Tohir
12 Oktober 2025

...

BeritaTerkini

Penurunan Kemiskinan dan Raihan Sertifikat Menuju Kota Bersih Pemkot Parepare Diapresiasi Pemprov

Editor: Muhammad Tohir
30 Maret 2026

Mobil Bantuan Pusat Dipakai Sekda Sidrap, Bupati Sidrap Sebut Demi Efisiensi Anggaran Daerah

Mobil Bantuan Pusat Dipakai Sekda Sidrap, Bupati Sidrap Sebut Demi Efisiensi Anggaran Daerah

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
30 Maret 2026

Bupati Sidrap Pastikan 1.958 PPPK Paruh Waktu Dilantik: Anggaran Rp 98 Miliar Siap!

Bupati Sidrap Pastikan 1.958 PPPK Paruh Waktu Dilantik: Anggaran Rp 98 Miliar Siap!

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
30 Maret 2026

Tabrakan Maut Isuzu Box J&T vs Honda BR-V di Pinrang, Satu Penumpang Tewas

Tabrakan Maut Isuzu Box J&T vs Honda BR-V di Pinrang, Satu Penumpang Tewas

Editor: Muhammad Tohir
29 Maret 2026

Sidrap Open Pickleball 2026 Digelar Mei, Bupati Ajak Atlet ke Sidrap

Editor: Muhammad Tohir
28 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan