• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Rabu, 1 April, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Evaluasi Debat Calon Wali Kota Parepare

Oleh : Rusdianto Sudirman,S.H,M.H, C.Me (Dosen Hukum Tata Negara IAIN Parepare)

Muhammad Tohir Editor: Muhammad Tohir
31 Oktober 2024
di Pilkada
Rusdianto Sudirman,S.H,M.H, C.Me

Rusdianto Sudirman,S.H,M.H, C.Me

OPINI–Sesi pertama Debat Publik Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kota Parepare sudah digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Parepare, di hotel delima sari sabtu malam, (26/10/2024) kemarin, secara umum berjalan lancar, Namun secara teknis KPU wajib melakukan evaluasi secara menyeluruh, sebagai upaya penyempurnaan dan perbaikan bagi pelaksanaan debat Paslon di sesi kedua

Menurut penulis, setidaknya ada 3 hal yang penting untuk di evaluasi yaitu mekanisme debat, eksistensi panelis, dan minimnya adu gagasan antar paslon. Mari kita analisis lebih jauh.

Mekanisme Debat

Pelaksanaan debat seharusnya menjadi ajang adu gagasan antar paslon dengan cara mengomentari atau menyanggah visi misi masing-masing calon. Oleh karena itu mekanisme debat harus di arahkan agar setiap calon bisa saling debat terkait visi misi yang mereka siapkan apabila terpilih nantinya. Oleh karena itu seharusnya format debat pada babak pertama adalah opening statment yang berisi pemaparan singkat visi misi masing-masing paslon, kemudian babak kedua pertanyaan langsung dari panelis yang ruang lingkup pertanyaannya tidak boleh keluar dari pemaparan visi misi yang di sampaikan setiap paslon di babak pertama (opening statment). Kemudian pada babak ketiga setiap paslon diberi kesempatan yang berimbang untuk saling bertanya atau debat terkait visi misi dan program yang mereka paparkan dibabak pertama. Lalu dibabak keempat giliran setiap calon Wakil walikota yang berdebat, dan babak kelima closing statment dari masing-masing paslon

Dengan demikian maka esensi debat sebagai bagian rangkaian kampanye lebih terasa bermakna karena topik yang diperdebatkan merupakan visi misi dan program unggulan masing-masing paslon.

Penentuan tema debat hanya menggiring arena debat seperti ajang cerdas cermat karena masing-masing paslon justru terjebak pada konsep dan catatan yang mereka persiapkan menjelang debat. Atau justru terkesan hanya menghafal materi yang disampaikan konsultan politik setiap paslon. Publikpun pada akhirnya tidak bisa menilai calon mana yang benar-benar menguasai visi misinya, apalagi jika visi misi dibuatkan oleh para ahli. Sehingga sulit mengukur kapasitas dan gagasan setiap calon jika mekanisme debatnya keluar dari subtansi visi misinya.

Berita Terkait

FAKSHI Gandeng KUA Ujung Gelar Bimbingan Remaja Usia Nikah

Dikomandoi Prof. Hannani, IAIN Parepare Tembus Akreditasi Unggul BAN-PT dan Naik Level Nasional

Pascasarjana IAIN Parepare Gelar Simposium Ekoteologi: Prof. Hannani Singgung Krisis Lingkungan Global

Meylinda Yanti Jejak Mahasiswa yang Merdeka, Melangkah sebagai Mahasiswi Mandiri

Eksistensi Panelis

Kehadiran panelis pun seakan hanya menjadi bumbu penyedap rasa, karena hanya dihadirkan untuk mencabut pisball tema dan daftar pertanyaan. Akan jauh lebih elegan jika panelis langsung diberikan microfon dan langsung bertanya kepada paslon. Pertanyaan panelis pun tidak boleh keluar dari subtansi visi misi setiap paslon. Dengan begitu kecurigaan terkait daftar pertanyaan yang bocor sebelum debat berlangsung bisa dipertanggungjawabkan karena pertanyaan tersimpan di pikiran panelis bukan didalam amplop yang meskipun tersegel tapi tetap saja sulit untuk percaya kalau pertanyaan itu tidak bocor ke paslon.

Selain itu sebaiknya panelis yang dihadirkan merupakan tokoh atau figur lokal daerah yang mengetahui isu dan masalah yang terjadi di daerah. Bukan panelis impor dari luar yang pada akhirnya hanya mengajukan pertanyaan normatif, karena tidak mengetahui fakta empiris yang terjadi di daerah. Akan berbeda jika panelis lokal yang sudah memahami dan mengamati isu-isu krusial yang terjadi selama 5 tahun terakhir, sehingga pertanyaan panelis bisa mengarah kepada visi misi paslon sekaligus menanyakan strategi penyelesaian masalah berdasarkan data faktual yang sudah dianalisis oleh panelis, dengan begitu publik bisa melihat kemampuan setiap paslon dalam memberikan jawaban yang solutif atau justru paslon tersebut tidak memahami masalah yang ditanyakan panelis.

Minim Adu Gagasan

Debat yang harusnya menjadi ajang adu gagasan dan kemampuan beretorika tidak dapat kita saksikan di debat paslon sesi pertama kemarin, pasalnya hampir setiap paslon fokus pada contekan yang sudah dipersiapkan sebelum pelaksanaan debat. Sejatinya sebagai pasangan calon Walikota dan wakil walikota setiap paslon sudah menguasai visi misi dan programnya. Sehingga dalam pelaksanaan debat nantinya sisa mengatur strategi terkait pembagian topik yang akan mereka sampaikan, misalnya walikota bicara visi misi dan Wakil wali kota bicara program unggulan.

Dengan begitu publik bisa menilai sejauh mana masing-masing paslon menguasai visi misi serta mengetahui strategi yang akan dilakukan setiap paslon dalam mewujudkan visi misinya nanti ketika terpilih.

Visi misi menjadi dokumen penting dalam perencanaan pembangunan daerah. Oleh karena itu adu gagasan terkait visi misi paslon perlu dikampanyekan dalam pelaksanaan debat agar para calon pemilih bisa menilai paslon manakah yang layak untuk memimpin kota Parepare. Paslon mana yang visi misinya sejalan dengan kebutuhan masyarakat kota Parepare atau justru visi misi hanya sekedar omon-omon belaka. Semoga saja tidak

Mudah-mudahan debat kedua nanti akan lebih baik, serta semakin menarik. Dan tentunya visi, misi dan program kerja semua Paslon, dapat tersampaikan secara jelas, lugas, dan mantap. (*)

Terkait: Debat KandidatIAINKPU Parpare

TerkaitBerita

KPU Pinrang Tetapkan H.A. Irwan Hamid dan Sudirman Bungi Bupati dan Wakil Bupati Terpilih

Editor: Muhammad Tohir
7 Februari 2025

...

Sengketa di MK Selesai, KPU Parepare Bakal Gelar Pleno Tetapkan Tasming-Hermanto

Editor: Muhammad Tohir
5 Februari 2025

...

EratBersalam Tak Lanjut Gugat ke MK, Jubir TSM-MO: Kedewasaan dalam Berdemokrasi

Editor: Muhammad Tohir
10 Desember 2024

...

Konvoi Kemenangan, Tasming Hamid: Jadi Energi Bagi Kami untuk Bekerja Lebih Keras

Editor: Muhammad Tohir
4 Desember 2024

...

BeritaTerkini

Menteri Imipas Lantik Dirjen Imigrasi dan Staf Ahli Menteri Bidang Pelayanan Publik dan Reformasi Hukum

Editor: Muhammad Tohir
1 April 2026

Top! 27 Siswa SMAN 5 Parepare Lolos SNBP 2026, 9 Orang Tembus UI

Editor: Muhammad Tohir
1 April 2026

Bupati dan Wabup Dampingi Wagub Tinjau Pengolahan Pakan Ternak dari Ikan Sapu-sapu

Editor: Muhammad Tohir
1 April 2026

Wali Kota Parepare dan Wakilnya Hadiri Latsarmil Komcad di Gowa

Wali Kota Parepare dan Wakilnya Hadiri Latsarmil Komcad di Gowa

Editor: Muhammad Tohir
31 Maret 2026

Wali Kota Parepare Serahkan LKPD 2025 ke BPK, Tegaskan Komitmen Tata Kelola Keuangan

Editor: Muhammad Tohir
31 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan