• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Jumat, 3 Juli 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Politik

Kopel : Praktik Curang Jalur Perseorangan Bentuk Kejahatan Demokrasi

Editor: Alfiansyah Anwar
20 September 2017
di Politik
Kopel : Praktik Curang Jalur Perseorangan Bentuk Kejahatan Demokrasi

MAKASSAR, PIJARNEWS.COM — Direktur Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Indonesia, Syamsuddin Alimsyah, mengungkapkan praktik curang dalam pengumpulan dukungan untuk jalur perseorangan pada pilkada tidak boleh lagi ditoleransi. Pasalnya, praktik curang tersebut merupakan bentuk kejahatan demokrasi yang menodai hak masyarakat dalam menggunakan hak politiknya.

“Praktik curang dalam mengumpulkan dukungan untuk jalur perseorangan atau jalur independen jangan sebatas dianggap angin lalu. Itu merupakan bentuk kejahatan demokrasi yang tidak boleh dianggap kecil dan diposisikan sebagai perkara biasa,” kata Syamsuddin, saat dihubungi Rabu, 20 September.

Syamsuddin menuturkan kurang seriusnya aparat penegak hukum maupun penyelenggara dan pengawas pilkada dalam penindakan membuat praktik curang tersebut kerap kali berulang. Padahal, pemalsuan dokumen dukungan, seperti KTP, secara gamblang diatur dapat dijerat pidana. Tidak hanya itu, penyelenggara dan pengawas pilkada bisa mendiskualifikasi paslon bila memang terbukti terlibat.

“Modus praktik curang seperti pengumpulan KTP aspal (asli tapi palsu) menuju pilkada kerap terjadi tatkala melibatkan adanya calon independen. Tapi, ya karena tidak adanya sanksi bagi relawan tim pengumpul KTP, termasuk kepada calon independen membuatnya terus berulang. Itu semua karena tidak ada efek jera,” ucapnya.

BeritaTerkait

NasDem Sulsel Perkuat Konsolidasi di Dapil 2, Syaharuddin Alrif: Jaga Kepercayaan Rakyat

NasDem Sulsel Perkuat Konsolidasi di Dapil 2, Syaharuddin Alrif: Jaga Kepercayaan Rakyat

19 Maret 2026

Ketua Fraksi NasDem Sulsel Serap Aspirasi di Bacukiki, Petani Keluhkan Banjir

17 Februari 2026

Sekjen DPP Partai Demokrat Warning Ketua DPC Soal Anak Ranting

14 November 2025

Rayakan HUT ke-61, Ketua DPD Partai Golkar Sulsel Dapat Kejutan

21 Oktober 2025

“Harusnya praktik curang berupa pemalsuan dukungan maupun penyalahgunaan dokumen, semisal KTP, diusut tuntas. Bila ada unsur pidananya, itu menjadi ranah aparat penegak hukum. Sedangkan, bila sebatas administratif, ya serahkan ke penyelenggara pilkada untuk memprosesnya dalam upaya mewujudkan pilkada berintegritas,” tegas Syamsuddin.

Selama pelaksanaan pilkada di Indonesia, acap kali Kopel Indonesia menemukan praktik curang jalur perseorangan. Di antaranya saat pilkada DKI dan pilkada Bulukumba. Bahkan, untuk pilkada di Bumi Panrita Lopi, pihaknya sempat melaporkan ke aparat penegak hukum lantaran mendapati relawan pengumpul KTP dari calon independen mencaplok KTP warga. Sayangnya, laporan Kopel tersebut tidak ditangani serius oleh aparat penegak hukum.

“Ketidakseriusan aparat penegak hukum itulah yang membuat praktik curang demikian kerap kali berulang. Cara instan ditempuh untuk memenuhi syarat dukungan jalur perseorangan meski tidak sesuai aturan. Makanya, praktik curang demikian harus ditindak, termasuk calon independen tidak boleh menutup mata. Demi demokrasi yang lebih baik, ingatkan relawan untuk tidak mencaplok dukungan KTP,” ucap dia. (ris)

Terkait: Jalur IndependenKopel IndonesiaPilgub Sulsel

BeritaTerkait

Fatmawati Klaim Andalan Hati Unggul 61 Persen di Pilgub Sulsel 2024

Fatmawati Klaim Andalan Hati Unggul 61 Persen di Pilgub Sulsel 2024

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
27 November 2024

...

Pilgub Sulsel 2024: Sudirman-Fatma vs Danny-Indah, Ini Kata Pengamat

Pilgub Sulsel 2024: Sudirman-Fatma vs Danny-Indah, Ini Kata Pengamat

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
16 Mei 2024

...

Kopel Sosialisasi SPAN-LAPOR di Fakultas FEBI UIN Makassar

Kopel Sosialisasi SPAN-LAPOR di Fakultas FEBI UIN Makassar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
23 Oktober 2019

...

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi