• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Jumat, 13 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Pendidikan

Terbitkan Buku Kedua, Lapekom Sisipkan Catatan Kritis untuk Pendidikan Parepare

Tim Redaksi Editor: Tim Redaksi
2 Agustus 2025
di Pendidikan, Sulselbar, Topik Utama
Rapat Buku Lapekom

Pembina, pengawas dan pengurus Lapekom sedang rapat membahas persiapan peluncuran buku kedua. -- Foto Nandar, Pengurus Lepekom--

PAREPARE, PIJARNEWS.COM — Di malam yang bersahaja di rumah seorang akademisi, lahirlah kesepakatan: sebuah buku pendidikan segera terbit. Namun, di balik rencana peluncuran dan bedah buku itu, Lapekom juga menyoroti luka-luka kecil dalam dunia pendidikan Parepare.

Malam belum larut, ketika suara ayat suci Alquran mengalun di rumah Sekretaris Pembina Lapekom, Dr. H. Parman Parid, Jumat (1/8/2025). Rumah di Jalan Handayani, Kelurahan Lapadde, Kota Parepare itu menjadi saksi rapat kedua Lembaga Pengkajian Edukasi, Komunikasi dan Masyarakat (Lapekom). Kali ini, mereka tak sekadar membahas strategi atau program kerja. Ada satu misi penting yang digulirkan: meluncurkan buku pendidikan edisi kedua.

Buku itu bukan sekadar kumpulan tulisan. Ia adalah representasi dari ikhtiar intelektual warga kota, terutama para akademisi dan pengurus Lapekom. Zaid Zainal, Ph.D, Ketua Umum Lapekom, menyebut 22 penulis telah menyetor karya mereka. “Sebagian besar berasal dari internal Lapekom, sebagian lagi akademisi Parepare,” ujarnya. Buku itu diperkirakan memuat 140 halaman. “Revisi telah selesai, semuanya berjalan lancar,” kata Zaid yang juga dosen UNM Parepare.

Suasana rapat lapekom
Suasana rapat pembina, pengawas dan pengurus Lapekom. –ist–

Rapat malam itu dibuka dengan pembacaan Al-Qur’an oleh Sekretaris Umum, Usman, dilanjutkan kultum oleh Andi Abdul Muis. Hadir pula Ketua Pembina Lapekom Prof Dr H Amaluddin, Ketua Pengawas H. Umar, serta para pengurus lainnya. Di sela agenda peluncuran buku yang dijadwalkan bulan Agustus ini, akan digelar pula bedah buku sebagai ajang refleksi dan diskusi.

Berita Terkait

Resmikan Masjid Anas Bin Malik dan SIT An Naas, Tasming Hamid Ajak Masyarakat Makmurkan Masjid

Pemkot Parepare Lepas 1.000 Paket Sembako Pasar Murah Ramadan

PKK Parepare Sebar Takjil di Empat Titik Strategis, Andi Arfiah: Momentum Perkuat Ukhuwah

Kota Parepare Terima Sertifikat dan Bantuan 3 Unit Motor Sampah dari Kementerian

Namun, malam tak berhenti pada wacana peluncuran. Di antara cangkir kopi dan lembaran notulen, hadir pula keprihatinan. Sekretaris Pembina Lapekom yang juga Ketua Dewan Pendidikan Parepare, Parman Parid menyatakan, penerimaan siswa baru di Parepare sudah lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Meski katanya, Pemerintah Kota dalam hal ini Dinas Pendidikan Parepare perlu memperbaiki beberapa keluhan dari orang tua siswa.

Ketua Pengawas Lapekom, H. Umar justru memaparkan temuan-temuan yang menggelisahkan. Ia menyebut tak ada regulasi teknis dari Wali Kota terkait penerimaan murid baru, padahal itu diwajibkan oleh Permendiknasmen Nomor 3 Tahun 2025. Bahkan, panitia penerimaan tingkat daerah yang seharusnya melibatkan Disdikbud, Disdukcapil, Dinsos, dan Diskominfo—tak kunjung terbentuk.

Ia juga menyinggung salah satu SD Negeri di Parepare yang menambahkan tes wawancara dalam seleksi murid baru. “Ini membuka ruang subjektivitas bahkan nepotisme,” kata Umar. Sementara di salah satu SMP Negeri di Parepare, jalur prestasi disebut melampaui batas 25 persen sebagaimana diatur dalam Permendiknasmen.

Lapekom juga menyoroti lemahnya koordinasi di salah satu SD dan kelebihan kapasitas sehingga harus mengubah musala dan perpustakaan menjadi ruang kelas. “Masalah ini bukan sekadar teknis. Ini tentang hak anak-anak atas pendidikan yang layak,” kata Umar dengan nada serius.

Catatan penting itu telah disusun dan segera dikirimkan secara resmi kepada Wali Kota dan DPRD. Bagi Lapekom, kritik adalah bentuk cinta. Sama seperti menulis buku, menyuarakan koreksi adalah bagian dari tanggung jawab moral dan intelektual. Dua wajah yang berbeda, namun berakar dari semangat yang sama: ingin Parepare menjadi rumah yang ramah bagi pendidikan, bukan ladang bagi praktik yang mencederai keadilan.

Di rumah itu, malam tak hanya melahirkan rencana peluncuran sebuah buku. Ia juga menyimpan secarik harapan: bahwa dari lembar-lembar tulisan, bisa tumbuh kesadaran untuk memperbaiki arah.

Bagi mereka, menulis buku dan menyampaikan kritik adalah dua wajah dari cinta pada kota ini: cinta yang tak ingin diam di tengah kelalaian. (AI)

Penulis : Alfiansyah Anwar

Terkait: Bedah BukuBuku LapekomLapekomPeluncuran BukuPemkot ParepareRapat Rutin

TerkaitBerita

SD Unggulan Segera Hadir di Majene, Padukan Sains dan Tahfidz

SD Unggulan Segera Hadir di Majene, Padukan Sains dan Tahfidz

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
12 Maret 2026

...

Komisi IX DPR RI Gandeng ICMI Muda Sulsel Sosialisasi  Program MBG di Makassar

Komisi IX DPR RI Gandeng ICMI Muda Sulsel Sosialisasi Program MBG di Makassar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 Maret 2026

...

Tech & Social Summit 2026: Ruang Belajar Digital Skill dan Refleksi Etika Teknologi di Bulan Ramadan

Tech & Social Summit 2026: Ruang Belajar Digital Skill dan Refleksi Etika Teknologi di Bulan Ramadan

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 Maret 2026

...

Ramadan Berbagi, Apersi Sulsel Salurkan Bantuan Rp3,4 Miliar

Ramadan Berbagi, Apersi Sulsel Salurkan Bantuan Rp3,4 Miliar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

...

Ramadan 1447H

Bingkai Berbagi Ramadan 2026, Kolaborasi Fotografer Se-Ajatappareng Santuni Panti Asuhan Sitti Khadijah

Bingkai Berbagi Ramadan 2026, Kolaborasi Fotografer Se-Ajatappareng Santuni Panti Asuhan Sitti Khadijah

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 Maret 2026

Pengusaha Parsel di Pinrang Kebanjiran Orderan Sejak Sebelum Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
7 Maret 2026

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Casemix RSUD Andi Makkasau Gelar Buka Puasa Unik

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Casemix RSUD Andi Makkasau Gelar Buka Puasa Unik

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

Ramadan Berbagi, Apersi Sulsel Salurkan Bantuan Rp3,4 Miliar

Ramadan Berbagi, Apersi Sulsel Salurkan Bantuan Rp3,4 Miliar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

Pemkot Parepare Lepas 1.000 Paket Sembako Pasar Murah Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
3 Maret 2026

BeritaTerkini

Pelayanan Publik 2025,Parepare Raih Opini Kualitas Tinggi dari Ombudsman RI

Editor: Muhammad Tohir
12 Maret 2026

Imigrasi Parepare Raih penghargaan Sangat Baik Opini Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik 2025.

Editor: Muhammad Tohir
12 Maret 2026

Pimpin Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026, Kapolres Sidrap: Persiapan Matang Sangat Dibutuhkan

Pimpin Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026, Kapolres Sidrap: Persiapan Matang Sangat Dibutuhkan

Editor: Muhammad Tohir
12 Maret 2026

Panen Bersama Petani di Lasiwala, Bupati Sidrap Mengaku Terharu Karena Ini

Editor: Muhammad Tohir
12 Maret 2026

Berbagi di IWD 2026, Koalisi Perempuan Indonesia dan PWI Pangkep Gaungkan Pesan Perlindungan Perempuan

Editor: Muhammad Tohir
12 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan