• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan AI
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Sulselbar

Diskusi Festival Media 2025: Ketika Pangan, Energi, dan Ritual Adat Terkikis Modernisasi

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
14 September 2025
di Sulselbar
Diskusi menghadirkan Eko Rusdianto, Grantee Pulitzer Center (kiri), yang meneliti perubahan tradisi di Toraja, serta perwakilan dari Permata Bank yang memaparkan program pelestarian lingkungan

Diskusi menghadirkan Eko Rusdianto, Grantee Pulitzer Center (kiri), yang meneliti perubahan tradisi di Toraja, serta perwakilan dari Permata Bank yang memaparkan program pelestarian lingkungan

MAKASSAR, PIJARNEWS.COM–Festival Media 2025 menghadirkan diskusi bertajuk “Ritual dan Rasa: Reaksi Masyarakat Adat dengan Pangan dan Energi” yang menyoroti dampak modernisasi terhadap kehidupan masyarakat adat, Jumat (12/9/2025).

Diskusi ini menghadirkan Eko Rusdianto, Grantee Pulitzer Center, yang meneliti perubahan tradisi di Toraja, serta perwakilan dari Permata Bank yang memaparkan program pelestarian lingkungan.

Eko Rusdianto menjelaskan bagaimana simbolisme, pangan, dan ritual di Toraja perlahan berubah akibat modernisasi. Ia mencontohkan ukiran ayam pada Tongkonan yang sarat makna spiritual.

“Ukiran ayam di Tongkonan paling tinggi, ada yang menghadap ke barat sebagai perlambangan hubungan dengan Tuhan, sementara ayam koro menghadap ke timur sebagai perlambangan kehidupan. Lantas bagaimana modernisasi melihat hal itu?” ujarnya.

BeritaTerkait

AMSI Publik Forum Bahas Perlindungan Anak, dari Penegakan Hukum hingga Pemulihan Korban

AMSI Publik Forum Bahas Perlindungan Anak, dari Penegakan Hukum hingga Pemulihan Korban

6 November 2026
Dosen IAIN Parepare Terpilih sebagai Panelis MU’TAMAD 2026 di Pesantren Lirboyo

Dosen IAIN Parepare Terpilih sebagai Panelis MU’TAMAD 2026 di Pesantren Lirboyo

30 Oktober 2026
ESAI : Raga Sehat, Jiwa Kuat

ESAI : Raga Sehat, Jiwa Kuat

30 Oktober 2026
Dari Ujung Bangkala ke Panggung Nasional, Gema Swara Ujung Moncong SMAN 4 Jeneponto Raih Juara 2 PMC VII UNM

Dari Ujung Bangkala ke Panggung Nasional, Gema Swara Ujung Moncong SMAN 4 Jeneponto Raih Juara 2 PMC VII UNM

25 Oktober 2026

Selain itu, ia mengulas tradisi Bulu Londong atau adu ayam di Toraja yang dahulu digunakan sebagai hiburan dalam ritual kematian sekaligus media penyelesaian sengketa tanah tanpa kekerasan. Pemenang aduan menentukan pihak yang berhak, sementara ayam yang kalah kemudian dimakan bersama. Namun, tradisi ini mengalami pergeseran seiring masuknya ayam impor dari Filipina dan Peru.

“Dulu ayam lokal menjadi bagian penting dari ritual. Tapi sekarang, banyak orang beralih ke ayam ras karena lebih murah, sekitar Rp40.000–Rp50.000 per ekor. Akibatnya, ayam lokal semakin langka,” jelas Eko.
Fenomena ini terlihat jelas dalam ritual penyembelihan ayam kaliabo di Makale, Toraja. Jika dulu ayam berukuran besar dengan kaki kuning dipersembahkan, kini yang tersedia sering kali hanya ayam kecil karena keterbatasan pasokan lokal.

Diskusi juga menghadirkan perspektif lain terkait hubungan masyarakat adat dan lingkungan. Melalui inisiatif PermataHati, Permata Bank menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian ekosistem dengan melindungi habitat Gajah Sumatera di kawasan Bukit Tigapuluh.

“Gajah Sumatera adalah salah satu dari sedikit hewan liar yang terancam punah di Indonesia. Bukit Tigapuluh menjadi rumah terakhir bagi satwa langka ini bersama spesies dilindungi lainnya,” kata Head CSER Permata Bank, Hanggoro Seno.

Data menunjukkan, 70 persen hutan Sumatera hilang dalam 25 tahun terakhir, membuat populasi gajah terus menurun. Saat ini, hanya sekitar 120 ekor gajah yang tersisa di Bukit Tigapuluh. Di kawasan itu juga hidup 221 jiwa masyarakat adat yang harus berbagi ruang dengan satwa liar.  (rls)

Terkait: Aliansi Jurnalis IndependenFestival Media

Berita Terkait

30 Tahun Aji, Tantangan Media, Bocor Alus Peroleh Udin Award hingga Foto Pilu Proyek PSN

Editor: Tohir Muhammad
11 Agustus 2024

...

Empat Pasangan Calon Ketum-Sekjen AJI Indonesia Ramaikan Pemilu AJI

Empat Pasangan Calon Ketum-Sekjen AJI Indonesia Ramaikan Pemilu AJI

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
22 April 2024

...

Pesan Atiqah Hasiholan Saat Peluncuran Kampanye Aksi Generasi Iklim

Pesan Atiqah Hasiholan Saat Peluncuran Kampanye Aksi Generasi Iklim

Editor: Tohir Muhammad
23 April 2022

...

Berita Populer

  • PGRI Sidrap Bidik Nasional Usai Loloskan Perwakilan di Semua Tingkatan Lomba AGP Sulsel

    PGRI Sidrap Bidik Nasional Usai Loloskan Perwakilan di Semua Tingkatan Lomba AGP Sulsel

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dosen IAIN Parepare Terpilih sebagai Panelis MU’TAMAD 2026 di Pesantren Lirboyo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Sidrap Tinjau Perbaikan Jalan Lorong Amparita

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PGRI Bacukiki Barat Gelar Konkercab I 2026 di SMAN 5 Parepare, Perkuat Solidaritas dan Profesionalisme Guru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wali Kota Parepare Lantik 18 Pejabat, Ini Nama-namanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kebijakan AI
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi