• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan AI
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Advertorial IAIN Parepare

Pascasarjana IAIN Parepare Gelar Simposium Ekoteologi: Prof. Hannani Singgung Krisis Lingkungan Global

Editor: Tohir Muhammad
17 November 2025
di IAIN Parepare

PAREPARE, PIJARNEWS.COM–Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare menyelenggarakan Simposium Lecturer Series I bertajuk “Hukum Islam sebagai Fondasi Ekoteologi dan Fiqih Lingkungan” secara daring melalui Zoom Meeting dan YouTube Live, Sabtu malam (15/11). Kegiatan yang dihadiri puluhan mahasiswa dan dosen ini menjadi ruang diskusi akademik untuk menguatkan kajian ekoteologi Islam di tengah krisis lingkungan global.

Wakil Direktur Pascasarjana IAIN Parepare, Dr. Agus Mushin, M.Ag., membuka acara dengan menegaskan pentingnya forum diskusi ilmiah yang berkelanjutan. Ia menyampaikan bahwa simposium ini merupakan bagian dari rancangan seri diskusi bersama 10 profesor dan dosen, dengan target menghasilkan rekomendasi ilmiah hingga buku kompilasi. “Kegiatan ini berawal dari obrolan sederhana dengan Forum Mahasiswa Pascasarjana. Kami ingin tradisi keilmuan yang kritis tetap terjaga,” ujarnya.

Narasumber utama sekaligus Rektor IAIN Parepare, Prof. Dr. Hannani Labir, M.Ag., menghadirkan pemaparan mendalam selama hampir satu jam. Akademisi asal Pangkep ini dikenal sebagai sosok tegar, visioner, dan humanis dengan motto hidup “Membahagiakan orang lain adalah bagian dari kebahagiaan kita.” Jejak akademiknya tercatat kuat dengan lebih dari 520 kutipan di Google Scholar melalui berbagai publikasi internasional bereputasi.

Dalam materinya, Prof. Hannani menyoroti urgensi ekoteologi Islam dalam merespons krisis lingkungan. Ia memaparkan data global: hilangnya 517 juta hektare hutan sejak tahun 2000, kehilangan 29 juta hektare pada 2024, kenaikan suhu global 1,55°C—tahun terpanas sepanjang sejarah (WMO), hingga pencairan es Antartika yang mencapai 266 miliar ton per tahun. “Kerusakan lingkungan ini seperti lingkaran setan yang saling terkait,” katanya. Ia juga menyinggung fenomena lokal seperti hilangnya burung walet di Parepare akibat suhu ekstrem.

BeritaTerkait

IAIN Parepare Luncurkan Prodi Studi Islam Jenjang Doktor

IAIN Parepare Luncurkan Prodi Studi Islam Jenjang Doktor

8 September 2026
Bangun Ekosistem Pendidikan Kuat, Pemkot dan IAIN Parepare Tanda Tangani MoU

Bangun Ekosistem Pendidikan Kuat, Pemkot dan IAIN Parepare Tanda Tangani MoU

1 September 2026
Mentorta Perkuat Ekosistem Riset Mahasiswa PTKI, Dampingi Tim IAIN Parepare Lolos Final BRINATHON IRIFair 2026

Mentorta Perkuat Ekosistem Riset Mahasiswa PTKI, Dampingi Tim IAIN Parepare Lolos Final BRINATHON IRIFair 2026

28 Agustus 2026
Yuk Daftar, IAIN Parepare dan Pijarnews Kolaborasi Gelar Pelatihan Dakwah Digital Gratis

Yuk Daftar, IAIN Parepare dan Pijarnews Kolaborasi Gelar Pelatihan Dakwah Digital Gratis

3 Juli 2026

Dari perspektif Islam, ia menegaskan bahwa manusia adalah khalifah yang memikul amanah menjaga alam, bukan menguasainya. Ia mengulas etika ekologis Islam seperti prinsip la darara wa la dirar, sedekah jariyah melalui penanaman pohon, hingga kasih sayang terhadap hewan. Menurutnya, pelestarian lingkungan selaras dengan seluruh aspek maqasid syariah.

Sesi diskusi interaktif semakin menguatkan substansi simposium. Peserta seperti Ibu Utari mengangkat isu pola makan alami dan peran generasi Z/Alpha dalam gerakan back to nature, sementara Pak Andi menyoroti hubungan ekologi dan hak asasi manusia. Prof. Hannani menegaskan bahwa Islam mendorong pengelolaan alam secara bertanggung jawab tanpa ekstrem, seraya mengkritik pandangan “wahabi lingkungan” yang menolak pemanfaatan sumber daya sama sekali.

Simposium yang dimoderatori Muhammad Ahsan berjalan lancar meskipun sempat terkendala jaringan. Menutup acara, Prof. Hannani memberikan apresiasi terhadap inisiatif mahasiswa, sementara Dr. Agus Mushin menekankan bahwa tradisi lokal seperti akikah dengan menanam 40 tunas kelapa dapat menjadi model ekoteologi berbasis budaya.

Kegiatan ini sejalan dengan program strategis Kementerian Agama mengenai ekoteologi dan menegaskan komitmen lembaga pendidikan Islam dalam mitigasi krisis iklim. Pascasarjana IAIN Parepare menargetkan seri simposium berikutnya menghadirkan profesor lain dengan harapan melahirkan karya ilmiah yang berdampak serta mendorong gerakan seperti wakaf hijau, ekopesantren, dan kampung iklim syariah.

Terkait: IAINPareparePascasarjanasimposium

Berita Terkait

Dukcapil Parepare Imbau Warga Manfaatkan Layanan Resmi, Tak Perlu Calo

Dukcapil Parepare Imbau Warga Manfaatkan Layanan Resmi, Tak Perlu Calo

Editor: Tohir Muhammad
27 September 2026

...

Sambut Kontingen Jambore Nasional 2026, Tasming Hamid Tegaskan Pramuka Punya Kontribusi Penting

Sambut Kontingen Jambore Nasional 2026, Tasming Hamid Tegaskan Pramuka Punya Kontribusi Penting

Editor: Tohir Muhammad
25 September 2026

...

Tanamkan Kedisplinan dan Nilai Agama, Tiga Sekolah di Parepare Ini Kompak Gelar Salat Duha Bersama

Tanamkan Kedisplinan dan Nilai Agama, Tiga Sekolah di Parepare Ini Kompak Gelar Salat Duha Bersama

Editor: Tohir Muhammad
25 September 2026

...

Berita Populer

  • Di Tengah Kekeringan : Negara dan Ancaman Krisis Air Bersih

    Di Tengah Kekeringan : Negara dan Ancaman Krisis Air Bersih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dukcapil Parepare Imbau Warga Manfaatkan Layanan Resmi, Tak Perlu Calo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanamkan Kedisplinan dan Nilai Agama, Tiga Sekolah di Parepare Ini Kompak Gelar Salat Duha Bersama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masjid Al-Hijrah dan Rumah Tahfidz Muhammadiyah Akan Dibangun di Manisa, Butuhkan Anggaran Rp905 Juta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jaga Produksi Pertanian, Bupati Pinrang Tinjau Panen hingga Pompanisasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kebijakan AI
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi