PINRANG, PIJARNEWS.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pinrang kembali menggelar Klinik Ramadan sebagai ajang mempererat silaturahmi dan memperkuat soliditas jajaran pemerintah daerah di bulan suci Ramadan. Kegiatan yang menjadi agenda tahunan ini berlangsung pada malam 12 Ramadan 1447 Hijriah, Ahad (1/3/2026), dan dihadiri Bupati Pinrang H.A. Irwan Hamid, S.Sos.
Dalam sambutannya, Bupati Irwan menegaskan Klinik Ramadan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wadah untuk memperkuat kebersamaan di tengah berbagai tantangan, termasuk kebijakan efisiensi anggaran yang tengah diterapkan pemerintah.
“Di tengah berbagai penyesuaian kebijakan, termasuk efisiensi anggaran, kita tetap berupaya menjaga silaturahmi. Ramadan adalah momentum terbaik untuk memperkuat kebersamaan dan menyatukan semangat pengabdian,” ujar Irwan.
Ia menilai kekompakan dan komunikasi antarpimpinan perangkat daerah menjadi semakin penting, terutama menjelang libur dan cuti bersama Idulfitri serta penerapan Flexible Work Arrangement (FWA). Menurutnya, koordinasi yang baik akan memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.
Irwan berharap kebersamaan yang terbangun melalui Klinik Ramadan dapat berdampak pada meningkatnya kualitas pelayanan publik di Kabupaten Pinrang.
Pada pelaksanaan tahun ini, Klinik Ramadan juga dirangkaikan dengan pelepasan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang memasuki masa purna tugas. Irwan menyebut kegiatan tersebut menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdian para pejabat selama menjalankan tugasnya.
“Penghargaan atas pengabdian ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh jajaran untuk terus memberikan kinerja terbaik bagi masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Irwan juga mengungkapkan capaian terbaru Pemkab Pinrang yang menerima sertifikat sebagai kabupaten menuju Kabupaten Bersih dengan menempati peringkat ke-18 dari 35 kabupaten/kota dan meraih nilai 64,58.
Ia berharap capaian tersebut menjadi penyemangat bagi seluruh elemen pemerintah dan masyarakat untuk terus meningkatkan kebersihan serta tata kelola lingkungan. Menurutnya, penilaian dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi di lapangan sehingga upaya menjaga kebersihan harus dilakukan secara berkelanjutan.










