MAKASSAR, PIJARNEWS.COM–Penyusunan kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan dunia pendidikan terus menjadi perhatian Fakultas Ilmu Pendidikan dan Sastra (FIPS) Universitas Bosowa. Upaya tersebut diwujudkan melalui Workshop Pendampingan Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) yang digelar di Auditorium Aksa Mahmud Lantai 9 Gedung II Universitas Bosowa, Jumat (31/7/2026).
Kegiatan ini menghadirkan Dewan Pakar HDPGSDI sekaligus Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Prof. Dr. H. Ali Mustadi, S.Pd., M.Pd., dengan tema “Blended OBE-IBE: Kurikulum Berdampak Berbasis Transformative Learning.” Workshop diikuti Direktur Direktorat Akademik dan Sistem Informasi Dr. Burhan, S.Pd., M.Pd., Dekan FIPS Dr. Hj. A. Hamsiah, S.Pd., M.Pd., jajaran wakil dekan, ketua program studi, dosen, staf, hingga mahasiswa.
Dalam sambutannya, Dekan FIPS Unibos Dr. Hj. A. Hamsiah menegaskan bahwa penyempurnaan kurikulum merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh program studi di lingkungan FIPS mampu menghasilkan lulusan yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan dunia kerja. Ia berharap workshop ini menjadi ruang kolaborasi bagi seluruh program studi dalam menyusun kurikulum yang berkualitas sekaligus memenuhi standar penjaminan mutu pendidikan tinggi.
Direktur Direktorat Akademik dan Sistem Informasi Universitas Bosowa, Dr. Burhan, S.Pd., M.Pd., yang membuka kegiatan secara resmi menargetkan penyusunan kurikulum seluruh program studi dapat segera dituntaskan. Menurutnya, pendampingan dari pakar menjadi bagian penting untuk menyamakan persepsi dalam implementasi OBE di lingkungan Unibos. “Harapan kami, pada Agustus ini penyusunan kurikulum seluruh program studi dapat difinalisasi sehingga tidak lagi terjadi miskonsepsi dalam implementasi Outcome-Based Education. Kehadiran Prof. Ali menjadi momentum berharga untuk memperkuat kualitas kurikulum Universitas Bosowa agar semakin selaras dengan kebutuhan akreditasi dan perkembangan pendidikan tinggi,” ujarnya.
Sebagai narasumber utama, Prof. Dr. H. Ali Mustadi menjelaskan bahwa implementasi OBE saat ini perlu dikembangkan menuju pendekatan Impact-Based Education (IBE) yang menitikberatkan pada dampak nyata dari proses pembelajaran. Ia menekankan bahwa keberhasilan kurikulum tidak hanya diukur dari luaran atau outcome, tetapi juga dari kontribusi yang diberikan kepada masyarakat dan pengguna lulusan melalui pendekatan transformative learning. “Outcome saja belum cukup. Kurikulum yang baik adalah kurikulum yang mampu menghadirkan dampak nyata. Karena itu OBE harus dipadukan dengan Impact-Based Education sehingga pembelajaran benar-benar mentransformasi cara berpikir mahasiswa menjadi lebih kritis, analitis, inovatif, dan mampu memecahkan persoalan nyata,” jelasnya.
Dalam sesi pendampingan, peserta memperoleh penguatan mengenai penyelarasan capaian pembelajaran lulusan, implementasi transformative learning, hingga penyesuaian kurikulum terhadap Instrumen Akreditasi 3.0 yang mulai diterapkan. Diskusi berlangsung interaktif dengan membahas strategi pembelajaran yang tidak lagi berorientasi pada penguasaan konsep semata, melainkan menghasilkan lulusan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan, masyarakat, dan pemangku kepentingan.
Melalui workshop ini, Universitas Bosowa semakin memantapkan langkah dalam membangun ekosistem akademik yang responsif terhadap transformasi pendidikan tinggi. Pendampingan bersama pakar nasional menjadi bagian dari strategi peningkatan mutu kurikulum di seluruh program studi FIPS, sekaligus memperkuat posisi Unibos sebagai perguruan tinggi yang konsisten menghadirkan pendidikan berkualitas, inovatif, dan berdampak bagi pembangunan sumber daya manusia Indonesia.(adv)








