MAKASSAR, PIJARNEWS.COM–Sebanyak 362 peserta Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Tahun 2026 mengikuti Tes Substantif PPG yang diselenggarakan selama empat hari, Senin–Kamis (3–6 Agustus 2026) di Laboratorium Computer Based Test (CBT) Lantai 3 Fakultas Kedokteran Universitas Bosowa.
Pelaksanaan tes ini menjadi tahapan penting dalam proses seleksi nasional calon guru profesional sekaligus menunjukkan kesiapan Universitas Bosowa sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang memenuhi standar pelaksanaan asesmen berbasis komputer secara objektif, transparan, dan akuntabel.
Pelaksanaan tes mendapat pemantauan langsung dari Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Sastra Universitas Bosowa Dr. Andi Hamsiah, M.Pd., Abdurachman Rahim, S.Pd., M.Sc., Ketua Program Studi Pendidikan Matematika, Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Nurwidyayanti, S.Pd., M.Pd., Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Nursamsilis Lutfin, S.S., S.Pd., M.Pd., Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Dr. Restu Januarty Hamid, S.Pd., M.Pd., Ketua Program Studi Teknologi Informasi Dr. Sahabuddin, S.Kom., M.T., serta Kepala Departemen Pembelajaran Digital dan Sistem Informasi Supriadi Syam, S.Kom., M.Kom.
Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Sastra Universitas Bosowa, Dr. Andi Hamsiah, M.Pd., menegaskan bahwa pelaksanaan Tes Substantif bukan sekadar tahapan administratif, melainkan bagian dari upaya memastikan lahirnya guru-guru profesional yang memiliki kompetensi sesuai standar nasional.
“PPG merupakan gerbang untuk melahirkan pendidik profesional yang akan menentukan kualitas pendidikan Indonesia di masa depan. Karena itu, seluruh proses pelaksanaan tes harus berlangsung secara objektif, transparan, dan sesuai prosedur agar menghasilkan calon guru yang benar-benar kompeten,” ujarnya.
Selama pelaksanaan ujian, seluruh peserta mengikuti prosedur yang telah ditetapkan oleh panitia nasional. Pengawas terlebih dahulu memastikan kesiapan ruang ujian, perangkat CBT, dokumen administrasi, kartu login peserta, serta daftar hadir sebelum peserta memasuki ruang tes. Proses verifikasi identitas dilakukan secara ketat melalui pemeriksaan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan kartu peserta, sekaligus memastikan peserta mematuhi seluruh tata tertib pelaksanaan ujian.
Peserta hanya diperkenankan membawa kartu peserta dan identitas diri ke dalam ruang ujian. Seluruh alat tulis dan kertas buram telah disediakan oleh panitia sebagai bagian dari standar pelaksanaan tes. Setelah menerima kartu login sesuai identitas masing-masing, peserta mengikuti Subtes Konten Bidang Studi selama 110 menit, yang kemudian dilanjutkan dengan Subtes Literasi selama 30 menit dan Subtes Numerasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Sepanjang pelaksanaan ujian, pengawas melakukan pengawasan secara menyeluruh untuk memastikan integritas proses asesmen tetap terjaga. Setiap tahapan didokumentasikan melalui berita acara pelaksanaan tes, termasuk verifikasi kehadiran peserta dan paraf pada kartu peserta sebagai bukti telah menyelesaikan seluruh rangkaian subtes.
Nurwidyayanti, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kesiapan sarana, sistem, serta sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran pelaksanaan tes berbasis komputer.
“Seluruh mekanisme telah dipersiapkan secara matang agar pelaksanaan tes berlangsung lancar dan sesuai standar nasional. Kami ingin setiap peserta memperoleh kesempatan yang sama untuk menunjukkan kompetensinya melalui proses asesmen yang profesional dan berkualitas,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Departemen Pembelajaran Digital dan Sistem Informasi Universitas Bosowa, Supriadi Syam, S.Kom., M.Kom., menjelaskan bahwa kesiapan infrastruktur digital menjadi prioritas utama selama pelaksanaan tes.
“Kami memastikan seluruh perangkat komputer, jaringan internet, sistem CBT, hingga mekanisme pencadangan data berfungsi optimal selama pelaksanaan ujian. Dukungan teknologi yang andal menjadi bagian penting untuk menjamin kelancaran serta kredibilitas pelaksanaan Tes Substantif PPG di Universitas Bosowa,” ungkapnya.
Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Dr. Restu Januarty Hamid, S.Pd., M.Pd., menambahkan bahwa keberhasilan penyelenggaraan tes ini juga mencerminkan komitmen Universitas Bosowa dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan nasional melalui Program Pendidikan Profesi Guru.
Menurutnya, proses seleksi yang berkualitas akan menghasilkan calon guru yang tidak hanya menguasai kompetensi bidang studi, tetapi juga memiliki kemampuan literasi, numerasi, dan karakter profesional sebagai pendidik.
Melalui pelaksanaan Tes Substantif PPG Calon Guru Tahun 2026 yang diikuti 362 peserta, Universitas Bosowa kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai institusi pendidikan tinggi yang mampu mendukung penyelenggaraan asesmen nasional secara profesional. Dengan dukungan infrastruktur digital yang memadai, pengawasan yang ketat, serta sinergi seluruh sivitas akademika, Universitas Bosowa terus berkomitmen menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas sekaligus berkontribusi dalam mencetak guru-guru profesional untuk memperkuat kualitas pendidikan Indonesia. (adv)









